Kau satu-satunya yang berharga

Kau satu-satunya yang berharga
23.


__ADS_3

Clara berdiri di lobby Mall menunggu Alexander datang menjemput. Alexander mengatakan bahwa dia sudah mau sampai.


Laura telah lebih dulu pergi karena sudah ada yang jemput.


Selang beberapa menit kemudian mobil Toyota Alphard memasuki halaman Mall, dan berlahan berhenti di depan lobby Mall.


Clara melihat Paman nya Alexander turun dari mobil.


Clara tersenyum senang melihat Paman nya, dia pun bergegas menghampiri Alexander.


Tapi saat dia sudah dekat, tiba-tiba beberapa wanita menghalangi jalan nya.


" Tuan Alexander....senang melihat anda " jerit mereka histeris.


" Ya ampun...anda begitu tampan di lihat aslinya " mereka mengerumuni Alexander.


Mereka berusaha untuk memegang Alexander, teriakkan mereka sangat bising.


" Tidak menyangka bisa bertemu dengan anda di sini... "


Clara terpaksa mundur melihat situasi tersebut.


Melihat orang yang begitu banyak mengerumuni Alexander, dia hanya bisa diam saja di tempat nya.


Nicolas turun mencoba untuk menghalangi para wanita yang mendekati Alexander.


Dan terpaksa Alexander masuk kembali ke dalam mobil.


Clara berpikir bahwa Paman nya tidak boleh menunjukkan diri di depan umum yang ramai begini, para wanita akan histeris melihat nya.


Pesona Alexander membuat para wanita tidak tahan melihatnya.


Clara mengambil keputusan untuk pulang sendiri saja. Dia memutar badan menuju halte bus.


Untung saja kebetulan ada bus yang jurusan nya menuju ke arah Mansion. Nanti dia akan berjalan sebentar ke Mansion.


" Tuan terlalu banyak orang, anda di dalam saja, " ucap Nicolas pad Alexander, " Aku yang akan bawa Non Clara ke mobil "


" Baiklah, yang cepat sedikit....aku tidak suka melihat para wanita ini..., tidak punya rasa malu "


" Baik Tuan "


Nicolas turun kembali dari mobil. Berjalan ke lobby mencari Clara.


" Tadi perasaan Non Clara berdiri di sini...kemana dia? "pikir Nicolas melihat ke sana dan ke sini, tapi Clara tidak terlihat.


Dia pun kembali ke dalam mobil.


" Mana Clara? " tanya Alexander heran, melihat Nicolas tidak membawa Clara masuk ke mobil.


" Non Clara tidak ada di lobby Tuan, coba di telepon dulu Tuan...mana tahu dia masuk lagi ke dalam Mall " kata Nicolas.


Alexander merogoh saku nya mengambil handphone nya.


Alexander pun menelepon Clara, beberapa saat kemudian Clara mengangkat panggilan nya.

__ADS_1


" Clara kau dimana, Paman sudah menunggu di depan lobby "


-----


" Apa !..kenapa tidak masuk ke mobil saja begitu kau lihat Paman " Alexander tidak senang mengetahui Clara pulang sendiri naik bus.


------


" Paman tidak suka kalau kau pulang sendiri... lain kali jangan begini lagi " kata Alexander kesal.


Alexander memasukkan kembali handphone nya ke saku jas nya.


" Ayo pulang...Clara sudah pulang naik bus " kata Alexander terdengar sangat kecewa.


" Baik Tuan "


Nicolas heran kenapa Nona kecilnya naik bus, atau mungkin karena banyak orang yang mengerumuni Alexander. Jadi dia pulang sendiri agar tidak membuat para wanita tadi semakin ribut.


Sepanjang jalan pulang wajah Alexander menekuk terus tidak senang.


Sesampai di Mansion Alexander langsung mencari Clara.


" Non Clara belum pulang Tuan " sahut Bibi Melinda.


Wajah Alexander semakin kesal saja. Ternyata Clara belum sampai di Mansion. Dia menghempaskan tubuh nya di sofa, dia akan menunggu Clara pulang.


Lama dia menunggu, Clara belum pulang juga. Dia mondar-mandir diruang tamu, dia terlihat gelisah.


Tak lama kemudian Clara pun pulang. Terlihat berkeringat, sepertinya dia jalan kaki.


Dengan langkah lebar Alexander menghampiri Clara, dan meraihnya ke dalam pelukannya.


" Aku tidak ingin melihat Paman kesulitan menghadapi para penggemar Paman " ujar Clara dengan santai nya.


" Paman tidak suka mendengar kau bicara seperti itu Clara " kata Alexander kesal, di tangkup nya wajah Clara dengan kedua telapak tangannya, " Dengar kan Paman...lain kali jangan ulangi meninggal kan Paman kalau ada begitu banyak wanita yang mendekati Paman, kau harus datang pada Paman...pegang tangan Paman dan peluk Paman agar mereka menyingkir...oke?"


Clara tersenyum mendengar penjelasan Alexander.


" Mereka akan semakin histeris kalau aku berbuat begitu Paman " kata Clara memegang tangan Alexander yang menangkup wajahnya, " Mereka akan marah kepadaku , mereka beranggapan bahwa aku telah merebut Paman dari mereka "


" Mereka tidak punya hak atas Paman, mereka hanya sekumpulan para pengganggu yang harus disingkirkan....kau lah yang berhak atas Paman, Paman hanya milik mu seorang...dan kau adalah milik Paman seorang " Alexander mengelus pipi Clara dengan lembut.


Clara terdiam mendengar perkataan Alexander tersebut. Apakah Paman mengerti dengan perkataan nya sendiri? pikir Clara menatap Alexander.


" Kalau Paman menemukan seseorang yang akan menjadi pasangan hidup Paman, kita tidak bisa bersama lagi... aku harus pergi meninggalkan Paman "kata Clara.


" Paman tidak akan menikah, Paman akan menjaga mu seumur hidup Paman "


" Tidak bisa Paman...Paman harus menikah dan mempunyai keturunan untuk meneruskan aset Perusahaan Groups Genius " ucap Clara.


" Kau lah penerus Groups Genius Clara " kata Alexander menatap mata Clara dalam-dalam.


" Suatu saat aku pasti akan menikah juga dan ikut dengan suami ku Paman...dan aku akan meninggalkan Paman "


Wajah Alexander tiba-tiba gelap mendengar perkataan Clara, nampak dia tidak begitu senang dengan perkataan Clara tersebut.

__ADS_1


" Jangan katakan itu Clara " suara Alexander sangat dingin.


" Itu akan terjadi Paman...aku ak mmff... "


Alexander membungkam mulut Clara dengan ciuman, dia tidak tahan mendengar perkataan Clara tersebut. Darahnya mendidih membayangkan Clara dengan lelaki lain.


Di tariknya tengkuk Clara semakin merapat padanya. Di ciumnya bibir Clara dalam-dalam, setiap inci bibir Clara di telusuri nya.


Alexander ingin menghapus semua perkataan Clara tadi. Dia ingin perkataan itu tidak ada keluar dari mulut Clara.


Clara terkejut dengan ciuman Alexander, ternyata Alexander tidak tahan mendengar kalau dia bersama lelaki lain.


Berlahan Clara mengangkat ke dua tangannya menangkup ke dua rahang tegas Alexander. Dia membalas ciuman Alexander, memperdalam ciuman mereka. Dia berjinjit agar lebih tinggi untuk mengimbangi ciuman Alexander.


Merasakan sambutan Clara atas ciuman nya, Alexander memeluk pinggang Clara agar lebih merapat.


Sampai tidak bisa bernafas lagi baru lah Alexander melepaskan ciumannya.


" Jangan katakan lagi seperti tadi...Paman tidak suka mendengar nya "ucap Alexander mengelus pipi Clara.


Clara mengatur nafas nya, dia tidak bisa menjawab perkataan Alexander.


Dia diam saja, percuma di jawab. Tidak mungkin dia tetap bersama dengan Alexander tapi tidak menikah. Dia ingin menikah dengan Alexander, memiliki anak-anak dari benih Alexander.


" Clara dengar tidak apa yang Paman katakan? "


Clara diam saja.


" Clara " Alexander menggoyang badan Clara.


" Kenapa Paman mencium ku?" tanya Clara tidak menjawab perkataan Alexander.


Alexander mematung mendengar pertanyaan Clara tersebut. Dia tidak bisa menjawab. Dia membeku ditempatnya.


Clara menatap Alexander, dia menunggu jawaban dari Pamannya tersebut.


" Ciuman dilakukan pada orang yang dicintai Paman " kata Clara masih terus menatap Alexander.


" Paman menyayangi mu Clara.." jawab Alexander.


" Dulu Paman tidak pernah mencium ku seperti ini, dari dulu Paman selalu menyayangi ku " ucap Clara.


Alexander terdiam. Dia juga bingung kenapa dia mencium Clara, dan dorongan ingin menyentuh Clara sangat kuat. Dan itu seperti sentuhan seseorang pada lawan jenis pada umumnya.


Dan rasa sayang yang dirasakan Alexander sekarang berbeda dengan rasa sayang yang dulu sewaktu Clara ber umur 14 tahun.


Rasa ini sangat kuat, seperti seorang pria menginginkan seorang wanita.


Dan dia merasakan saat mencium Clara ada keinginan ingin menyentuh tubuh Clara lebih lagi, ingin merasakan lekuk tubuh Clara yang menggoda.


Dan menginginkan Clara hanya untuk dirinya sendiri. Ingin menjadi bagian hidupnya.


Alexander melepaskan tangannya yang mencengkram bahu Clara.


Clara tahu bahwa Alexander tidak bisa menjawab. Dan dia sendiri pun tidak tahu apa yang dipikirkan Pamannya itu mengenai dirinya.

__ADS_1


" Aku mau ke kamar, aku mau mandi " Clara meninggalkan Alexander.


Bersambung..........


__ADS_2