
Pria yang memiliki bekas luka diwajahnya tersebut mulai menelepon seseorang.
" Nona.. target telah berhasil dibawa anak buah saya ke markas "
Setelah teleponan dijawab orang yang diseberang sana, dia pun menutup handphone nya.
" Nona Besar sebentar lagi akan sampai " katanya seraya memasukkan kembali telepon genggamnya tersebut kedalam saku celananya.
Dia berlahan mendekat pada Clara, dan memandang Clara seksama.
" Wah...ternyata target sangat cantik, kita sangat beruntung, malam ini kita akan pesta... Nona Besar memang bermurah hati pada kita, dia memberi kita hidangan yang lezat...dan masih muda lagi " Lelaki tersebut menelan ludahnya berbinar memandang Clara.
Clara membuang muka merasa jijik dengan mimik wajah lelaki tersebut.
Tidak berapa lama terdengar suara mobil berhenti didepan gudang.
Dan kemudian pintu gudang terbuka, seorang wanita dan dua orang pria memasuki gudang.
Clara terkejut melihat wanita tersebut setelah mendekat, rasanya dia pernah bertemu dengan nya. Dimana ya?
" Halo Nona Clara...terkejut melihat ku kan?" wanita itu tersenyum sinis.
__ADS_1
Clara mencoba mengingat dimana bertemu dengan wanita tersebut.
" Kau tahu tidak kenapa aku menculik mu?"
Clara diam tidak menjawab, memang dia tidak tahu kenapa dia diculik oleh wanita tersebut.
Dia menatap wanita itu dengan tajam, dia menunjukkan bahwa dia tidak takut pada wanita tersebut.
" Kau ternyata cukup berani juga ya...tapi aku tidak suka dengan tatapan matamu itu " ucap wanita tersebut marah, dia melayang kan tamparan nya ke pipi Clara.
Plakk!!
" Kau tahu...aku sangat membencimu begitu pertama kali melihat mu...kau anak kecil yang tidak ada menariknya sama sekali..aku ingin melenyapkan mu, kau telah mengambil pujaan hatiku " kata wanita itu dengan penuh kebencian.
Kini Clara akhirnya tahu siapa wanita tersebut, mereka kemarin dua hari yang lalu bertemu di butik saat fitting gaun pengantin.
Karena itu dia tahu dari pihak butik bahwa hari ini dia melakukan foto prewedding, ternyata dia telah menyusun rencana dari kemarin.
" Kau anak kecil tidak pantas bersanding dengan pujaan hatiku " katanya dengan senyuman sinis.
Clara melihat mata wanita itu penuh dengan kebencian yang dalam padanya.
__ADS_1
Begini rasanya mencintai pria yang menjadi primadona para wanita, akan dibenci dan dibenci sampai ingin membunuhnya.
Tapi Alexander adalah miliknya, Pamannya dan sekarang telah menjadi suaminya.
Wanita manapun tidak bisa sesuka hati mencoba menggertak nya.
Mereka hanya orang asing yang mencoba merebut suaminya seperti wanita yang tidak punya sopan santun, seperti wanita yang hilang akalnya dan tidak tahu malu.
" Kau tahu...malam ini adalah malam terakhir mu, dan aku yang akan menikah dengan Alexander kekasih hatiku " katanya tersenyum penuh kemenangan.
" Nona anda telah melakukan kesalahan...anda telah menyinggung suamiku dengan cara menculikku, anda belum mengenal siapa sebenarnya suamiku " kata Clara menasehati wanita tersebut.
" Suami??! kau anak kecil...kau hanya mainannya...kau masih anak ingusan yang pantas sebagai anaknya " teriak wanita itu, dia sangat marah mendengar kata 'suamiku' dari mulut Clara.
" Alexander sudah pernah tidur denganku...kami telah pernah jalan sama, kami saling mencintai " katanya dengan percaya diri.
Clara merasa wanita itu seperti orang yang hilang akal.
" Bukan seperti ini caranya untuk mendapatkan hati seseorang...anda nanti yang akan terluka Nona " kata Clara.
Bersambung......
__ADS_1