Kau satu-satunya yang berharga

Kau satu-satunya yang berharga
81.


__ADS_3

Clara mendorong dada Alexander. Selalu saja menggodaku, bisik hati Clara kesal.


Alexander memegang tangan Clara, senyuman nya semakin lebar. Dia tahu istrinya tersebut kesal padanya, dia kecup tangan istrinya.


" Kau sangat cantik dengan wajah merona sayang " ucapnya, lalu menarik Clara kembali kedekapannya.


" Aku senang menggoda mu karena kau terlihat imut kalau tersipu malu "


" Enggak lucu suamiku...aku bisa marah nanti" kata Clara cemberut.


" Ha..ha..ha " Alexander akhirnya tertawa, wajah imut istrinya terlihat semakin menggemaskan.


Clara mencubit lengan Alexander, dia sangat malu. Perasaan gelisah yang tadi dia rasakan sudah tidak ada lagi.


" Aduh sakit..." Alexander mengaduh pura-pura merasa kesakitan, dia meringis sampai membungkuk kan badannya.


Clara yang melihat aksi Alexander menahan sakit, jadi merasa bersalah. Dia kemudian melihat bekas cubitannya tersebut, memang ada bekas merah.


Clara mengelus lembut tangan Alexander dan meniupnya berlahan.


Alexander merasa senang melihat Clara sangat peduli padanya, dielus nya kepala Clara yang sedang meniup tangannya.


" Sudah tidak sakit lagi " katanya tersenyum.

__ADS_1


Clara menghentikan tiupannya ditangan Alexander.


" Sayang..." Alexander menarik Clara kepelukan nya, " Sepertinya aku tidak bisa meninggalkan mu walau sebentar pun, aku tidak ingin ada kejadian apa pun lagi menimpamu "


Clara membalas pelukan suaminya tersebut.


" Tapi suamiku...kalau kau kerja aku kan mana bisa ikut terus bersama mu " kata Clara.


" Aku akan kerja dari rumah , aku tidak akan meninggalkan mu barang sebentar pun lagi " kata Alexander mempererat pelukannya.


Clara merasa sangat dimanjakan dan begitu diperhatikan suaminya, Clara sangat bahagia.


Clara mendongakkan wajahnya memandang suaminya. Ditatap nya mata Alexander lekat-lekat, dan Alexander pun membalas tatapan Clara.


" Kenapa sayang?" tanya Alexander merasa bingung dengan tatapan Clara.


Alexander tersenyum mendengar perkataan istrinya tersebut, dielus nya ujung hidung Clara dengan telunjuknya.


" Sudah seharusnya aku menjagamu sayang...hanya kaulah keluarga ku sekarang ini, aku tidak ingin kehilanganmu " ucap Alexander lembut.


" Ya..hanya Pamanlah sekarang yang menjadi keluarga ku, dan juga suamiku " kata Clara seraya menangkup kan kedua tangannya kewajah Alexander.


Alexander menarik tengkuk Clara, menundukkan wajahnya lalu mengecup bibir Clara.

__ADS_1


Clara mengalungkan tangannya ke leher Alexander, memajukan tubuhnya semakin merapat pada Alexander.


Alexander menyambut tubuh Clara dan semakin menempelkan nya pada tubuhnya yang belum mengenakan pakaian apapun.


Mereka berciuman dengan lembut, meresapi setiap inci bibir pasangannya.


Tangan Alexander berlahan masuk kebalik baju Clara, mengelus kulit lembut Clara. Tangannya membelai dada Clara yang terasa sangat lembut ditelapak tangannya.


Terasa sangat enak diremas, dia sangat menyukainya.


Clara mengerang merasakan tangan suaminya meremas bagian dadanya, tubuhnya tanpa sadar merespon belaian suaminya dengan pasrah.


Alexander mengulum bibir Clara, menikmati setiap inci bibir istrinya. Lidahnya menelusuri setiap gigi Clara, dan mencari lidah istrinya tersebut.


Clara membuka mulutnya, menyambut ciuman suaminya yang begitu menghanyutkan. Tanpa sadar dia mengeluarkan suara mendesah.


Bibir Clara tetap terasa manis dilidah Alexander, rasanya tidak ada puasnya untuk mencicipi bibir istrinya tersebut. Dia ingin berlama-lama menikmati rasa manis itu.


Sampai Clara kehabisan nafas, barulah Alexander melepaskan ciuman nya.


Bibir Clara basah oleh air liur Alexander, terasa membengkak dan memerah.


Alexander tersenyum bahagia menatap bibir istrinya yang membengkak, kenapa bibir ini begitu sangat enak, pikir Alexander menatap nanar bibir istrinya yang ranum.

__ADS_1


Alexander ingin mencium lagi bibir itu, dia belum puas.


Bersambung....


__ADS_2