Kau satu-satunya yang berharga

Kau satu-satunya yang berharga
22.


__ADS_3

Seperti biasa saat makan siang, Alexander akan pulang ke Mansion untuk makan siang.


Clara melihat tangan Alexander yang di perban.


" Bagaimana dengan luka tangan Paman? " tanya Clara agak canggung. Dia teringat dengan kejadian tadi malam, " Apakah masih sakit? "


Dia malu untuk menatap Alexander.


" Luka nya tidak begitu dalam, sudah tidak terasa sakit " jawab Alexander.


Mereka kemudian makan dalam diam. Sama-sama merasa canggung.


Alexander sesekali melirik Clara. Tanpa sadar matanya memandang ke arah mulut Clara yang sedang mengunyah makanan.


Tiba-tiba wajahnya bersemu merah mengingat rasa bibir Clara yang manis.


"Ehem.. ehemm!! " Alexander tidak fokus makan, hingga tersedak oleh nasi yang di kunyahnya.


" Kenapa Paman " Clara tampak khawatir melihat wajah Alexander yang memerah.


Dia menyodorkan gelas air minum pada Alexander.


Alexander menerima nya, dan meminumnya dengan sekali teguk.


" Terimakasih " kata Alexander.


Clara mengisi kembali air minum ke gelas kosong tersebut.


Dan mereka kembali melanjutkan makan, dengan diam.


" Paman...aku ingin keluar bertemu dengan Luara, tadi dia menghubungi ku ingin bertemu " kata Clara memecah kesunyian di antara mereka.


Alexander berhenti menyendok makanan nya.


" Siapa Laura? " tanya Alexander menatap Clara.


" Teman kampusku sewaktu di Universitas Sunkrila di kota T " jawab Clara.


" Baiklah, Paman akan antar " kata Alexander melanjutkan makan nya.


Tidak berapa lama mereka pun menyelesaikan makan siang mereka. Dan Clara pun bergegas berganti baju.


Lalu Alexander mengantarkan Clara terlebih dulu ketempat pertemuan Clara dengan temannya Laura.


Mereka ketemuan di sebuah Cafe. Sebelum Clara turun, Alexander berpesan kalau sudah selesai harus meneleponnya agar dijemput pulang.


Laura sangat senang bertemu kembali dengan Clara.


" Apa kabar Clara..." sahutnya memegang tangan Clara, " kau tambah cantik saja "


" Kau juga tambah cantik " kata Clara sembari senyum


" Kau tahu tidak...Ayah nya Amira diturunkan dari jabatannya, aku dengar rumor nya dia menyinggung orang yang berpengaruh " Laura mulai ribut bercerita.


" Aku tidak tahu " Clara menggeleng.


" Dia menyinggung pemilik Hotel bintang lima kota T "

__ADS_1


Paman Alexander, bisik hati Clara.


" Oh ya, Anton pernah mencari aku...dia menanyakan keberadaan mu, dia ingin tahu alamat mu di kota D "


"Aku tidak mau bertemu dengan nya " kata Clara, dia tahu Anton sangat menyukai nya. Karena itulah dia tidak mau dekat-dekat dengan Anton, " Jangan kasih tahu apapun tentang ku "


" Baik "


Mereka kemudian memesan minuman mereka.


" Setelah ini kita jalan ke Mall ya...aku mau belanja gaun, nanti malam orang tua ku mau ajak aku ke rumah calon tunangan ku " kata Laura


" Oke "


Kira-kira ada satu jam lebih mereka ngobrol dan tertawa. Dan kemudian keluar dari Cafe, lalu memesan taksi online


Laura mengajak Clara berkeliling melihat-lihat sesampainya di Mall. Laura mengajak Clara masuk ke sebuah toko baju.


Saat Clara melihat harga satu baju, ternyata harganya mahal juga.


Clara hanya menemani Laura melihat-lihat. Dia tidak ada keinginan untuk membeli. Dia merasa bajunya sudah banyak di beli oleh Paman Alexander nya, dan lebih mahal dari baju di toko Mall tersebut.


Laura mencoba beberapa gaun. Sementara Clara sebagai penilai saja. Apakah gaun yang dipakai Laura cantik atau tidak.


Tiba-tiba dari arah belakang ada seseorang menabrak Clara. Clara hampir terjatuh, tapi belanjaan orang tersebut yang terjatuh ke lantai.


" Punya mata tidak, orang mau lewat malah menghalangi.. " bentak orang yang menabrak nya.


" Maaf kak, saya tidak tahu " ucap Clara meminta maaf. Siapa yang di tabrak, siapa yang menabrak pikir Clara bingung.


" Ambil !!" perintah nya menunjuk barang nya yang berserakan di lantai pada Clara.


" Dia yang menabrak aku, ya wajar dong dia memungut kembali barang-barang ku " kata Wanita itu marah.


" Wahh... ini orang benar-benar keterlaluan ya " Laura tidak mau kalah, dia jadi ikut emosi.


" Sudah jangan di ladenin, ayo kita lihat lagi gaun nya " Clara menarik tangan Laura.


" Heii..!! " teriak wanita itu melihat Clara dan Laura pergi begitu saja.


Clara tidak mau berurusan dengan orang yang tidak punya sopan santun. Dia tetap berjalan meninggalkan wanita tersebut yang sudah emosi tingkat tinggi.


" Tunggu sebentar..." Tiba-tiba dia mengingat sesuatu, " Perasaan aku kenal sama gadis ini "


Dengan cepat dia melangkah menarik tangan Clara.


Dan Clara berbalik menghadap wanita tersebut, akibat tarikan tangannya yang begitu kencang.


" Kau kan perempuan yang telah merebut tunangan ku Alexander kan " matanya menatap tidak percaya pada Clara, " Gara-gara kau perusahaan papaku hampir bangkrut "


" Apa??! " Laura terkejut dengan kata-kata wanita itu. Apa dia tidak tahu malu sudah menyebut nama Tuan Alexander, pikir Laura tidak habis pikir dengan wanita tersebut.


Laura menarik Clara ke belakang nya, dia menghadapi wanita labil tersebut.


" Jangan asal bicara ya...kalau mau memprovokasi seseorang lihat-lihat dulu siapa orang nya " kata Laura menatap wanita tersebut dengan galak, " Bisa-bisa perusahaan Ayah situ akan tutup selamanya "


" Kau..." wanita itu tidak bisa bicara lagi saking emosi nya. Tapi begitu mendengar Laura mengatakan lihat-lihat dulu siapa orang yang ingin di provokasi. Dia jadi ragu untuk menyerang Clara lagi.

__ADS_1


"Dasar aneh...jelas-jelas dia yang salah malah nuduh orang sembarangan " Laura menarik tangan Clara.


Mereka kembali melanjutkan berbelanja.


Tidak jauh dari tempat kejadian, sepasang mata dari tadi menyaksikan pertengkaran mereka.


Dia mengangkat handphone nya yang bergetar.


" Aman Tuan, Non Clara baik-baik saja...dia melanjutkan kembali menemani temannya berbelanja "


.........


"Baik Tuan "


Orang itu memasukkan kembali handphone nya ke dalam saku celana.


Sementara wanita yang tadi memarahi Clara, memungut paper bag nya yang berserakan dilantai.


Banyak pasang mata melihat nya sambil berbisik-bisik.


" Apa lihat-lihat " sahutnya melotot pada orang-orang yang memandang nya.


Dia bergegas meninggalkan toko tersebut.


...****************...


Tiga jam Clara menemani Laura berkeliling Mall, kaki nya terasa sudah lelah sekali.


Clara menyuruh Laura untuk istirahat dulu, dia sudah capek berkeliling.


" Yok...kita beli es krim dulu " Laura menarik tangan Clara ke toko es krim.


Mereka memesan es krim, duduk sambil menikmati es krim.


" Terimakasih sudah menemani aku belanja " kata Laura pada Clara, " Lain kali kita kumpul lagi jalan-jalan ya "


" Oke " jawab Clara sambil menikmati es krim nya.


Handphone nya bergetar. Paman, bisik nya melihat nama yang terpampang di layar handphone.


" Halo " sahutnya.


........


" Lagi makan es krim, sebentar lagi sudah mau pulang "


........


" Oke " Clara menutup handphone nya, lalu memasukkan ke tas kecilnya.


" Paman mu ya? " tanya Laura.


" Iya, dia mau datang jemput "


" Paman mu perhatian ya....enak rasanya punya Paman yang penyayang, tampan lagi...rasanya ingin nempel terus ya " kata Laura mengedipkan sebelah matanya, kemudian me noel dagu Clara menggoda nya.


Clara hanya tersenyum kecil saja menanggapi perkataan Laura tersebut.

__ADS_1


Bersambung.........


__ADS_2