Kau satu-satunya yang berharga

Kau satu-satunya yang berharga
36.


__ADS_3

Jhonatan berteriak keras memaki Alexander serta mengumpat padanya.


" Aku tidak akan memaafkan mu kalau kau menyentuh seujung rambut ibuku "


" Oh ya..." Alexander tersenyum sinis, " Apa dia tidak punya hati nurani saat membunuh kakak ku? "


" Ibuku bukan pembunuh... " teriak Jhonatan.


" Pengadilan akan membuktikan nya, bersiap-siap lah " Alexander melap tangan nya karena telah menyentuh wajah lelaki yang akan menolong Jhonatan tersebut.


" Setelah Hendrik di temukan, bersiaplah menghadap pengadilan " kata Alexander sinis.


" Aku tidak akan memaafkan kalian kalau ternyata terbukti, bahwa ibumu lah dalang dari kematian Kakak ku " kata Alexander dengan dingin.


" Tidak!! " Jhonatan berteriak dengan keras, " Ibuku tidak bersalah "


" Ayo Nicolas...masih banyak lagi yang perlu kita urus " Alexander tidak memperdulikan teriakan Jhonatan tersebut.


" Baik Tuan "


Nicolas menekan lift. Kemudian Alexander masuk ke dalam lift, lalu di susul Nicolas.


" Apakah surat-surat untuk membuat akta nikah telah anda bawa Tuan?" tanya Nicolas saat mereka telah sampai di basement.


" Sudah" jawab Alexander, lalu masuk ke kursi belakang, "kita jemput dulu Clara"


" Baik Tuan " angguk Nicolas.


Kemudian membawa mobil tersebut keluar dari basement.


Clara tampak sudah agak mendingan untuk keluar rumah semenjak peristiwa tersebut. Walau belum sepenuhnya sehat.


Clara menunggu Alexander di ruang tamu Villa, Alexander sudah janji akan membawanya ke kantor sipil.


Terdengar suara mobil memasuki halaman Villa, Clara pun bergegas keluar Villa.

__ADS_1


Alexander terlihat keluar dari mobil, dia tersenyum melihat Clara telah rapi dan siap akan berangkat.


Alexander berjalan mendekati Clara, dan meraih tangannya untuk digenggaman nya.


" Kau terlihat sangat cantik dengan gaun merah tersebut " Alexander mengecup puncak kepala Clara.


Clara tersenyum manis mendengar pujian Alexander, dia balas menggenggam tangan Alexander.


" Ayo kita berangkat sayang..." gumam Alexander.


" Ayo "


Mereka pun berangkat untuk mendaftarkan pernikahan mereka ke kantor sipil.


Clara berdebar-debar saat mengisi surat akta nikah, matanya berkaca-kaca.


Setelah selesai Clara pun menangis bahagia, akhirnya dia sah secara hukum menjadi istri Alexander.


Rasanya dia tidak percaya telah melalui tahap berumah tangga. Umur yang terbilang masih muda, dua puluh tahun.


Alexander menatap Clara yang menangis terharu. Dipeluk nya istrinya tersebut dengan sayang.


Ya, Clara sekarang telah sah di mata hukum menjadi istrinya, hatinya sangat bahagia.


" Sayang... kau bahagia?" tanya Alexander.


" Iya " Clara mengangguk di dalam pelukan Alexander.


" Kita makan siang diluar hari ini, oke?" Alexander mengelus rambut Clara.


" Oke " angguk Clara.


Karena mereka saat ini berada di kota T, Alexander membawa Clara makan siang di Restoran Hotel Emerald Genius miliknya.


Nicolas membantu memesan meja sebelum Alexander meluncur ke sana.

__ADS_1


Selama perjalanan menuju Hotel Emerald, Alexander tidak mau melepaskan Clara sedikit pun dari pelukannya.


Dipeluknya Clara dalam pangkuannya, mengendus wangi Clara yang sudah menjadi candu nya.


Perasaannya serasa melambung naik ke langit ketujuh, kebahagiannya tiada tara.


Sekarang dia telah memiliki istri, memiliki keluarga yang akan dijaganya seumur hidup.


Telah memiliki tempat alasan untuk pulang bila dia pergi lama.


Clara membenamkan wajahnya ke dada bidang Alexander, dia juga candu dengan aroma tubuh Alexander.


Mereka mempunyai kesamaan yang tidak jauh beda. Memang pasangan yang serasi.


Dan yang satu suka mengelus dada bidang Alexander, sambil mengendus aroma tubuh nya.


Sementara Alexander belum berani untuk menjamah tubuh Clara, karena takut lupa diri.


" Sayang...apa yang kau lakukan?" gumam Alexander ditelinga Clara, dia meremang merasakan elusan tangan Clara di dadanya, yang diam-diam menyelinap masuk ke celah-celah kemejanya.


" Aku lagi merasakan otot yang hangat, sangat enak di sentuh " kata Clara tanpa berdosa sembari mengendus aroma Alexander.


Alexander tidak menyangka bisa mendapatkan istri yang sangat menggoda begini, dia pasti tidak bisa meninggalkan nya untuk bekerja bila selalu menggodanya seperti ini.


Suara erangan terdengar ditelinga Clara, Alexander semakin membenamkan wajahnya ke leher Clara.


" Sayang hentikan " ucap Alexander serak, dia sudah mulai ereksi.


Clara spontan mengentikan aksi mengelus nya, dia merasakan di bawahnya ada gundukan yang mulai membengkak keras.


" Sayangku...suamiku..apa itu?"


" Kau telah membangunkannya " ucap Alexander dengan suara serak.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2