
Wanita tersebut sangat marah mendengar perkataan Clara tersebut.
Diremas nya dagu Clara dengan tangannya, dan dengan tatapan yang sangat benci dia mencibir Clara.
" Malam ini adalah malam terakhir mu, kau anak masih kecil mau coba-coba menasehati ku...aku tidak butuh nasehat mu " kuku wanita itu menekan dagu Clara sehingga membekas.
Clara meringis kesakitan.
Sementara itu anak buah Alexander akhirnya berhasil melacak mobil yang membawa Clara.
Cara kerja mereka sungguh cepat, dengan tim yang terpencar mencari info dan jejak.
Enam mobil anti peluru meluncur ke arah lokasi penyekapan Clara.
Kali ini Alexander benar-benar akan menghabisi siapapun itu yang menculik istrinya.
Semua anak buahnya dikerahkan untuk menghabisi para penculik tersebut.
Alexander bertanya-tanya dalam hati dari tadi, siapa yang telah disinggung nya.
Tapi walaupun dia pernah menyinggung orang, dia sangat marah kalau istrinya yang jadi korban.
Mereka pun memasuki daerah lokasi penyekapan.
Mobil-mobil tersebut berlahan tanpa menimbulkan suara bising sedikit pun mendekati gudang.
Mereka melihat ada dua mobil terparkir didepan gudang.
Alexander dan Nicolas turun lebih dulu.
Dengan langkah pasti Alexander menuju pintu utama gudang.
Wajahnya yang sedari tadi sudah mode on pysco, sekarang sudah mulai beraksi untuk pelepasan.
Dengan sekuat tenaga ditendang nya pintu gudang tersebut.
__ADS_1
Pintu terlepas dari engselnya dan melayang ke dalam gudang dan terbanting kelantai.
Nicolas dibelakang Alexander waspada melindungi Tuannya, takut kalau si penculik membawa senjata peluru.
Alexander melihat ada delapan orang didalam gudang.
Dia melihat Clara diikat dikursi dengan tangan kebelakang seperti seorang penjahat.
Dan seorang wanita tampak tengah mencengkram dagu istrinya tersebut.
Clara terlihat sangat berantakan, dan gaun nya telah robek dibagian kaki. Memperlihatkan kakinya yang tidak memakai sepatu lagi.
Tatapan Alexander bagaikan api yang ingin melahap orang. Dia melihat luka dikaki istrinya.
Dengan langkah cepat dia menerjang lelaki yang mencoba menahannya.
Tendangan kakinya melayang mengenai perut lelaki tersebut. Dan tendangan kedua melayang menghantam kepalanya.
Lelaki tersebut melayang membentur lantai dengan keras.
Belum sempat pria lainnya membalas Alexander, Alexander sudah lebih dulu menerjang mereka.
Yang lain datang menyerang Alexander, dan dengan sigap disambut Alexander dengan tendangan mengenai kepala mereka.
Suara keras terdengar menghantam lantai karena tubuh para pria tersebut.
Tiga pria telah tergeletak dilantai.
Dan dengan lompatan meringankan tubuh, Alexander menginjakkan kakinya dengan ringan ke meja yang ada ditengah gudang dan sekali tendang, kakinya yang panjang menghantam tiga kepala pria penculik sekaligus.
Mereka tumbang kelantai.
Dan Alexander pun langsung menyerang wajah mereka dengan tinjunya.
Bukk!!
__ADS_1
Bukk!!
Bukk!!
Tinjunya berkali-kali dihantamkannya ke wajah mereka.
Darah mengucur keluar dari luka mereka.
Tangan Alexander sudah penuh dengan darah.
Nicolas tetap diam ditempatnya, dia tahu Tuannya bisa menyelesaikan nya.
Dan tinggal seorang pria yang memiliki bekas luka diwajahnya.
Alexander yang sudah semakin memanas langsung menyerang pria tersebut.
Dengan sekali lompat Alexander menendang perut pria tersebut. Dan meninju rahangnya.
Menarik kerah baju pria tersebut lalu tinjunya dengan sekuat tenaga menghantam hidung si muka baret.
Darah segar langsung muncrat dari hidungnya.
Dan kembali kakinya menendang perut pria tersebut. Dan melayang menghantam tembok.
Wajah Alexander terkena cipratan darah pria tersebut.
Wanita yang tadi mencoba untuk melukai Clara terlihat ketakutan, dia gemetar hebat melihat Alexander seperti iblis membantai dalam sekejap anak buahnya.
Alexander menatap nya tajam.
" Siapa kau?" tanyanya dengan tajam.
" A... aku tidak kau kenal lagi Tuan Alex, aku pernah jalan sama denganmu " katanya mencoba tersenyum, tapi malah terlihat jelek.
" Aku tidak kenal...apa kau yang menculik istriku?" tanya Alexander dengan tekanan yang semakin tajam.
__ADS_1
" Di..dia bukan istrimu, dia anak kecil yang masih belum puber, dan dadanya saja masih rata...dia tidak cocok untuk mu Alex!" cicit wanita tersebut merasa tidak terima Alexander mengakui Clara sebagai istrinya.
Bersambung......