
Clara menatap dirinya di cermin, penampilannya terlihat sangat menawan. Rambutnya yang panjang di ikat satu.
Gaun malam yang dikenakan nya membuat Clara menjadi terlihat sangat seksi, dengan belahan sebatas lutut.
Kerah yang tinggi dengan lengan terbuka memperlihatkan lengan tangannya yang ramping.
Tadi Nicolas asisten Pamannya menelepon untuk ber siap-siap akan dijemput Alexander dinner jam tujuh malam.
Jam sudah menunjukkan jam tujuh kurang sepuluh menit.
Clara memakai sepatu heels nya, dia pun keluar kamar. Tidak ingin Pamannya menunggu lama nantinya.
Dia harus sudah siap menunggu Alexander datang menjemput.
Suara sepatu heels nya bergema dilantai menuruni tangga.
Ternyata Alexander telah menunggu nya di bawah.
Alexander selalu terpukau melihat penampilan Clara, semakin hari membuat dia semakin tidak bisa berjauhan dari Clara.
Penampilan Clara yang nampak sedikit terlihat dewasa, membuat gadis kecil nya itu begitu semakin cantik saja.
" Paman...sudah lama menunggu? " tanya Clara.
" Tidak.., baru saja sampai " kata Alexander, matanya tidak lepas dari langkah kaki Clara yang menuruni tangga, gerakan tubuh Clara berjalan begitu menawan dan gemulai.
Wajah Clara yang imut, dan senyum nya yang sangat manis.
Alexander tidak melepaskan pandangan matanya sampai Clara berdiri tepat di depannya.
" Aku sudah siap Paman...apakah kita sudah bisa pergi?" tanya Clara tersenyum memandang Alexander yang masih tidak bergeming dengan rasa terpesona nya pada dirinya.
" Oh...iya, ayo " Alexander tersadar, di raihnya jemari Clara, dan kemudian menautkannya ke sela-sela jemarinya.
Mereka berjalan ber iringan keluar dari Mansion.
" Paman sangat tampan malam ini " kata Clara , dia mengetatkan genggaman tangannya yang kecil di dalam genggaman jemari Alexander yang kekar.
Alexander sangat senang mendengar pujian Clara tersebut, dia tersenyum bahagia.
" Terimakasih gadis kecilku, kau juga sangat cantik...Paman semakin menyayangi mu" Alexander mengecup puncak kepala Clara.
Clara hanya tersenyum saja menanggapi ucapan Alexander.
Hanya menyayangi tidak mencintai, bisik hati Clara sedih. Dia ingin Paman nya mencintainya sebagai wanita.
Alexander membuka pintu mobil untuk Clara. Setelah Clara duduk, dia pun berputar menuju pintu sopir.
Alexander membantu Clara memakai seatbelt, wajah mereka begitu dekat saat Alexander memakaikan seatbelt pada Clara.
Aroma tubuh Alexander tercium jelas di hidung Clara, bau ini sangat di sukainya.
Tanpa sadar Clara mengendus aroma tubuh Alexander, dia memejamkan mata nya menikmati aroma itu.
Alexander selesai memakaikan seatbelt pada tubuh Clara. Saat dia menarik badannya, wajahnya tanpa sengaja bergesekan dengan ujung hidung Clara.
__ADS_1
Dipalingkan nya wajahnya menatap Clara. Jarak mereka sangat dekat sekali, ujung hidung nya menyentuh pangkal hidung Clara dekat alis.
Alexander melihat Clara memejamkan matanya, sepertinya menikmati aroma tubuhnya.
Alexander tersenyum menatap Clara yang tengah memejamkan mata.
Wajahnya yang cantik terlihat menggoda. Bibirnya yang tampak sensual, di poles tipis pewarna bibir berwarna pink.
Berlahan Alexander menundukkan kepalanya, dengan lembut dia mengecup bibir Clara.
Clara terkejut merasakan bibirnya di sentuh benda kenyal, dan merasakan nafas Alexander menerpa wajahnya.
Clara membuka matanya, dia membeku ditempat. Alexander menciumnya.
Berlahan Alexander melepaskan ciumannya, ditatapnya Clara yang memandangnya sayu. Aroma tubuh Alexander ternyata membuat Clara serasa terbang.
Mereka saling menatap, tidak ada yang bicara. Saling menatap, mengagumi tekstur wajah didepan masing-masing.
Clara menatap Alexander dari dekat begini, terasa begitu sangat tampan sekali.
Rahangnya yang tegas sangat menawan, menampilkan ketampanan Alexander yang semakin tampan saja.
Rambut-rambut halus yang tumbuh di rahang dan dagunya, membuat penampilan Alexander sangat dewasa dan tampan.
Tanpa sadar Clara mengulurkan tangannya menyentuh rahang Alexander.
Dia membelai wajah Alexander, berewok yang tipis terasa sangat enak di belai.
Tangannya tidak bisa diam, dia menelusuri wajah Alexander turun ke leher dan jakunnya yang menonjol keras.
Ternyata Alexander menelan ludahnya menikmati belaian Clara di wajah dan lehernya.
Matanya tidak bisa dia alihkan dari wajah Clara yang terpesona melihat tekstur wajahnya.
Dia membiarkan aksi Clara yang terlihat menikmati dan mengagumi kulit wajahnya.
" Dulu bulu-bulu ini tidak ada di wajah mu Paman..." gumam Clara pelan, " Dulu wajah mu sangat bersih "
" Apakah kau tidak suka? " tanya Alexander serak.
" Aku suka, sangat enak di sentuh...terasa geli di tangan " kata Clara tersenyum manis, berlahan matanya kembali menatap Alexander.
Senyuman Clara membuat perasaan Alexander terasa begitu sangat bahagia.
Berlahan kepala Alexander kembali menunduk, dia tidak tahan ingin merasakan bibir Clara yang telah menjadi candu nya.
Di ciumnya bibir Clara lembut, mengulumnya berlahan dengan penuh kelembutan.
Clara meletakkan kedua telapak tangannya di dada Alexander. Membalas ciuman Alexander sembari memejamkan mata.
Mereka terlihat saling mengulum lembut. Alexander sangat menyukai rasa yang ada di bibir Clara.
Mereka baru berhenti setelah kehabisan oksigen. Bibir Clara terlihat membengkak.
Alexander menyeka bibir Clara dengan jempolnya. Dikecupnya kening Clara penuh sayang.
__ADS_1
" Sudah waktunya kita makan malam " ucap Alexander parau.
Clara hanya bisa menganggukkan kepalanya. Pipinya bersemu merah, dadanya berdegup kencang.
Alexander berlahan membawa mobilnya keluar dari halaman Mansion.
Tidak lama mereka sampai ke restoran yang di rekomendasi kan Nicolas.
Butuh waktu dua puluh menit mereka sampai di tujuan.
Restoran terletak di pinggir kota, memang terlihat cocok untuk kencan.
Restoran terlihat sepi, karena Alexander telah membooking nya untuk satu malam.
Restoran terletak dekat danau, dekorasi nya sangat indah dengan suasana outdoor.
Clara mengedarkan pandangan nya melihat suasana Restoran yang sepi.
" Kenapa tidak ada orang Paman? " tanya Clara merasa hanya mereka berdua sajalah pengunjung Restoran tersebut.
" iya...Paman sudah pesan hanya untuk kita berdua saja malam ini " Alexander menggandeng tangan Clara memasuki Restoran.
" Selamat datang Tuan dan Nyonya Alex.... " Manajer Restoran dan para pelayan Restoran menyambut mereka di depan pintu restoran.
" Silahkan lewat sini Tuan.. " sahut sang Manajer mempersilahkan Alexander dan Clara untuk menuju tempat yang dia maksud.
Alexander dan Clara menuju halaman samping Restoran. Tampak suasana outdoor nya begitu indah.
Satu meja telah di hiasi oleh lilin dan sebotol Wine. Meja di tata begitu mewah, dengan nuansa berwarna merah muda.
Mereka berjalan menuju meja tersebut.
Manajer Restoran menarik kursi untuk Alexander, dan satu pelayan Restoran menarik satu kursi untuk Clara.
Si Manajer membuka tutup Wine, yang kemudian mengeluarkan busa.
Dia menuangkan sedikit ke gelas Alexander, dan kemudian menuang sedikit juga ke gelas Clara.
Kemudian meletakkan kembali Wine tersebut ke wadah yang berisi es batu.
" Hidangan pembuka akan segera di sajikan... silahkan menikmati waktu anda berdua Tuan dan Nyonya.." si Manajer membungkuk sopan pada Alexander dan Clara.
" Iya terimakasih " sahut Alexander.
" Bagaimana menurut mu suasana Restoran nya, apakah kau suka?" tanya Alexander memandang Clara.
" Ini sangat mewah Paman... suasana sangat indah, aku suka... " Clara memutar kepalanya melihat sekelilingnya.
Interior dan dekorasi sangat keren, suasana nya sangat cocok di tepi danau.
" Baiklah...Paman akan membeli Restoran nya buat mu " kata Alexander seraya mengangkat gelasnya, menggoyang-goyang Wine berlahan lalu kemudian mencicipi nya.
"Apa??!! "
Bersambung.......
__ADS_1