
Clara menatap Alexander dengan mata sayu, tangannya berusaha untuk mendorong Alexander.
" Sayang...sekali lagi " gumam Alexander serak.
" Tidak, cukup..sayangku pergi pakai baju sana " Clara mendorong suaminya tersebut agar menjauh, dia sudah merasa baikan.
" Baiklah " Alexander akhirnya mengalah, ada kesempatan lain lagi untuk menikmati bibir yang manis itu.
Alexander masuk kedalam walk in closet.
...****************...
Nicolas melaporkan pada Alexander bahwa wanita yang menculik Clara ternyata putri saingan bisnis Alexander.
" Kerja bagus Nico..mari kita ekspos kelakuan putrinya tersebut, aku ingin mereka bangkrut" kata Alexander tersenyum licik, dia akan menghancurkan siapapun yang mencoba mengganggunya.
" Wanita itu sudah bertunangan, dan akan segera menikah dalam waktu dekat " tambah Nicolas.
" Sungguh ironis, calon istri yang tidak mencintai calon suaminya " Alexander mendengus tidak suka.
" Bagaimana...apakah semua sudah kau urus?" tanya Alexander.
" Sudah Tuan, acara Pemberkatan jam sepuluh pagi...dan ruang utama Ballroom Hotel Groups Genius sudah mulai didekorasi sesuai yang Tuan inginkan " jawab Nicolas.
" Bagus " Alexander tampak puas dengan hasil laporan Nicolas.
" Apakah ada yang lain Tuan?" tanya Nicolas.
__ADS_1
" Coba kau cari tempat untuk berbulan madu yang bagus, setelah resepsi selesai...aku akan membawa Clara berbulan madu " kata Alexander seraya memeriksa berkas laporan Hotel Groups Genius.
" Baik Tuan, aku akan kasih kabar malam ini " kata Nicolas membungkukkan badannya sedikit dengan sopan.
" Terimakasih " ucap Alexander.
" Sama-sama Tuan "
Nicolas kemudian keluar dari ruang kerja Alexander, dan menutup pintu ruang kerja pelan.
Alexander sudah tidak pergi kekantor lagi, dia bekerja dari rumah. Semua laporan dan jadwal kerjanya, Nicolas yang bawa ke Mansion untuk diperiksa.
Dan kalau mengadakan meeting, Alexander melakukannya melalui Zoom online.
Alexander menghentikan tangannya memeriksa laporan, dia termenung sejenak. Lalu menengadah memandang foto yang tergantung ditembok ruang kerjanya tersebut.
" Kak.." gumamnya, " Aku akan menjaga dan melindungi putrimu seumur hidupku, aku mencintai nya kak.., aku akan selalu membahagiakan nya "
" Istri kecilku sayang...aku mencintaimu " gumamnya tersenyum bahagia.
Alexander mengelus foto Clara tersebut, lalu kembali melanjutkan kerjanya yang barusan ditundanya.
Alexander bekerja sampai tidak terasa sudah waktunya untuk makan siang.
Tok..tok.. tok!
Suara ketukan terdengar dipintu ruang kerjanya, lalu pintu terbuka.
__ADS_1
Dari balik pintu muncul wajah cantik istri kecilnya yang imut. Alexander tersenyum senang begitu melihat wajah istrinya tersebut.
Alexander menghentikan kerjanya.
" Suamiku...sudah waktunya makan siang" sahut Clara, lalu menutup pintu dibelakangnya.
" Aku lupa waktu, untung istriku yang cantik datang mengingatkanku " kata Alexander tersenyum, lalu merentangkan tangannya lebar-lebar.
Clara berjalan mendekati Alexander, dan masuk kedalam pelukan suaminya tersebut.
Alexander memeluk Clara erat, kemudian membawanya keatas pangkuannya.
" Istriku...kau sangat wangi " Alexander mengendus aroma Clara.
" Siang ini aku yang menyiapkan makan siang" kata Clara.
" Pasti sangat enak " gumam Alexander masih mengendus aroma Clara, menyusupkan wajahnya ke leher istri kecilnya.
" Masakan biasa saja, masakan Bibi Melinda yang enak " kata Clara seraya menjauhkan lehernya dari endusan suaminya itu.
Alexander menarik tengkuk Clara agar mendekat, tapi Clara tetap berusaha menjauh kan wajahnya.
Alexander tersenyum nakal, ditangkupnya wajah Clara dengan kedua telapak tangannya. Lalu mencium bibir Clara.
" Sayangku...ayo makan, nanti makanannya dingin " sahut Clara diantara ciuman suaminya tersebut.
" Sebentar sayang...aku mau menikmati bibirmu dulu " kata Alexander mencium bibir Clara dengan rakus, sampai menimbulkan suara berdecak.
__ADS_1
Clara baru tahu ternyata suaminya tersebut sangat mesum, Clara hanya bisa pasrah saja.
Bersambung.....