
Sesampainya di Mansion Pak tua Jacob menyambut mereka.
" Ada tamu yang sedari tadi sudah menunggu anda Tuan " sahut nya pada Alexander.
" Siapa?" tanya Alexander.
" Seorang wanita, dia mengatakan teman masa kecil anda Tuan..."
" Teman masa kecil?" Alexander mengerutkan keningnya. Dia merasa tidak punya teman masa kecil.
Alexander dan Clara pun masuk kedalam Mansion.
Dan memang terlihat seorang wanita tampak duduk diruang tamu. Dan tidak sendirian.
Wanita tersebut membawa seorang anak kecil, anak perempuan.
Begitu Alexander dan Clara masuk ke ruang tamu, wanita itu langsung bangkit.
Terlihat dari wajahnya dia sangat gembira, dia tersenyum memandang Alexander.
" Kak Alex..." sahut nya.
" Siapa ya?" tanya Alexander mengerutkan keningnya berpikir, dia mencoba mengingat wanita tersebut.
" Aku kak...Cindy Aulia, apakah kau masih ingat...kita dulu satu panti asuhan, kau pernah memberi ku makanan mu, karena makananku ada yang mengambil ...jadi kau memberikan makanan mu padaku " kata wanita tersebut untuk menyegarkan ingatan Alexander.
__ADS_1
Samar-samar Alexander mulai mengingat peristiwa saat dia di usia sepuluh tahun.
" Oh iya...aku ingat " kata Alexander kemudian.
" Bagaimana kabarmu kak?"
" Aku baik "
" Senang mendengar kakak baik-baik saja" kata wanita tersebut tersenyum manis.
Wanita itu terlihat sangat senang karena Alexander mengingatnya.
" Siapa anak itu?" tanya Alexander.
" Oh...ini anak ku kak, aku diusir suamiku...suamiku selingkuh dan menikah lagi, jadi aku pergi dari rumah dan tidak tahu mau pergi kemana, orang tua angkat ku telah lama meninggal.... aku teringat pada kakak..., dan aku tidak tahu mau minta tolong kepada siapa...kalau kakak tidak keberatan apakah aku dan anakku boleh tinggal di Mansion mu untuk sementara....kalau aku sudah dapat apartemen sewaan, aku akan pindah " ucap wanita tersebut panjang lebar.
Clara merasa iba mendengar cerita wanita tersebut.
Sementara Alexander merasa tidak begitu tenang, mendengar teman masa kecilnya datang mencari nya untuk menumpang sementara di rumah mereka.
" Apakah ini keponakan angkat mu kak?" tanya wanita itu menunjuk Clara, sembari tersenyum ramah memandang Clara.
" Dia... "
" Iya benar, kenalkan namaku Clara Tante " kata Clara memotong perkataan Alexander seraya mengulurkan tangannya untuk bersalaman pada wanita itu.
__ADS_1
" Ponakanmu sangat cantik kak " ucap Cindy memuji Clara.
Alexander mengerutkan keningnya memandang Clara, kenapa dia menutupi status mereka.
" Kalau Paman mengijinkan...Tante boleh tinggal sementara disini " kata Clara, dia merasa kasihan pada teman masa kecil suaminya tersebut, apalagi membawa anak kecil.
" Oh...terimakasih kasih banyak, Tante sangat berterimakasih sekali...,mudah-mudahan Tante suatu saat nanti akan membalas kebaikan kalian " ujar Cindy seraya membungkuk kan tubuhnya sopan berulang kali.
" Bibi Melinda...bersihkan kamar tamu " sahut Alexander pada Bibi Melinda.
" Baik Tuan "
" Pergilah ikuti Bibi Melinda...bawa anakmu untuk membersihkan diri ke kamar tamu " kata Alexander pada Cindy.
" Baik kak, ayo nak.."
Wanita tersebut meraih anaknya untuk mengikuti Bibi Melinda menuju kamar tamu.
Alexander merangkul bahu Clara. Lalu membawanya naik ke kamar.
Tanpa mereka sadari Cindy melirik mereka dengan tatapan heran, Alexander merangkul Clara begitu posesif naik kelantai atas.
" Kenapa kau menutupi status kita " kata Alexander tidak senang begitu sampai dikamar Alexander.
" Tante itu kan teman masa kecil sayangku... pelan-pelan saja memberitahukannya, jangan sekarang " kata Clara dengan tenang.
__ADS_1
Bersambung......