Kau satu-satunya yang berharga

Kau satu-satunya yang berharga
38.


__ADS_3

Selama makan Alexander sesekali menyuap Clara. Dan tidak pernah berhenti juga sesekali mengelus kepala Clara dengan penuh sayang.


" Selesai ini kau mau jalan-jalan... kita kencan ke taman hiburan, sudah lama Paman tidak ajak kau cari hiburan..." kata Alexander


" Iya mau..." Clara mengangguk cepat.


" Baik "


Mereka pun menyelesaikan makan siang mereka.


Clara tampak sangat senang karena sudah lama tidak pernah lagi jalan bareng dengan Alexander.


Kalau tidak salah terakhir kali saat sewaktu dia berumur 12 tahun.


Waktu itu Clara bahagia sekali di ajak Alexander ke taman hiburan, satu harian mereka bermain.


Sampai Clara kecapekan waktu itu, barulah mereka pulang.


Mereka pun kembali mengulang kebersamaan mereka dulu. Clara karena begitu senang tanpa dia sadari sifat manjanya mulai datang kembali.


Dia bergelayut manja memeluk tangan Alexander, seperti anak kecil dia cekikikan menggoda Alexander mengingat kan kembali waktu dulu Alexander tidak mau naik kuda-kudaan.


Alexander pun tertawa ngakak saat melihat cara Clara mempraktekkan cara dia dahulu tidak mau naik kuda-kudaan.


Mereka pun akhirnya memasuki Taman hiburan. Kali ini Clara ingin menembak balon, dan akan mendapat hadiah boneka.


Alexander pun dengan senang hati membawa Clara ke arena tembak balon.


Clara berjingkrak kesenangan, dia bergelayut manja memegang tangan Alexander.


Alexander tersenyum senang melihat tingkah Clara yang manja.


" Silahkan Tuan..." si Petugas permainan memberikan tembak panah pada Alexander.

__ADS_1


Lalu Alexander memberikan kepada Clara.


" Kau yang lebih dulu menembak " kata Alexander.


" Oke " Clara menerima alat tembak dari tangan Alexander.


Dia mulai membidik salah satu balon. Dan, tekk! balon pun pecah.


Clara berjingkrak senang. Alexander terkekeh melihat tingkah Clara.


" Putri anda ternyata mahir menembak, sasaran nya sangat tepat " kata si petugas.


Clara otomatis menghentikan tingkahnya yang berjingkrak senang.


Wajah Alexander spontan menjadi datar.


" Dia istriku " ucapnya dingin, tapi tekanan nadanya terdengar tajam.


" Oh...maaf Tuan, saya tidak tahu " Petugas itu jadi salah tingkah.


" Mana hadiahnya " sahut Alexander pada si Petugas.


" Oh iya... silahkan " si Petugas memberikan boneka panda pada Clara.


" Terimakasih " Clara menerima boneka tersebut.


" Mau kemana lagi?" tanya Alexander.


" Aku mau naik kuda-kudaan " kata Clara.


" Kenapa harus naik itu lagi, ke tempat lain saja sayang..."


" Aku mau mengulang masa dulu lagi suamiku..." kata Clara manja.

__ADS_1


Mendengar kata suamiku, entah kenapa perasaan Alexander begitu bahagia.


" Baiklah...ayo " Alexander meraih jemari tangan Clara, menggenggam nya ke dalam tangan nya yang besar.


Mereka pun menuju wahana kuda-kudaan.


Saat mereka mau masuk, tiba-tiba terdengar suara seorang wanita memanggil nama Alexander.


" Tuan Alex..."


Alexander dan Clara menoleh ke sumber suara tersebut.


Seorang wanita cantik datang menghampiri mereka. Dia tampak tersenyum manis ke arah Alexander.


Alexander mengerutkan kening mencoba mengingat siapa wanita tersebut.


" Senang berjumpa dengan anda di sini Tuan...masih ingat dengan saya?" senyum manisnya tidak lepas dari wajahnya sembari memandang Alexander begitu intens.


Clara yang berada di samping Alexander pun tidak terlihat olehnya.


" Siapa kamu, aku tidak kenal " kata Alexander dingin.


" Saya Julia...sekretaris Tuan Brandon, saya sudah lama ingin mengobrol dengan anda...ini sangat tidak terduga, mungkin sudah jodoh kita bertemu di sini " ucap wanita panjang lebar. Dia terlihat begitu senang sekali.


" Aku tidak kenal dengan kamu..." Alexander mengangkat tangannya membuat kode.


Terlihat Nicolas telah berdiri di belakang wanita tersebut.


" Maaf Nona...silahkan pergi...jangan mengganggu Tuan Alexander, dia sedang menemani istrinya bersenang-senang " kata Nicolas.


Wanita itu terkejut mendengar kata istri, dia baru tersadar bahwa ada seorang wanita tadi berdiri si samping Alexander.


Dia melihat Alexander yang berjalan menjauh, tampak dia merangkul bahu wanita tersebut dengan mesra.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2