
Esok paginya Clara sengaja bangun siang, karena tidak ingin bertemu dengan Alexander.
" Bi Melinda...Clara belum bangun ya?" tanya Alexander menatap kursi kosong tempat Clara biasa duduk.
" Iya Tuan " angguk Bibi Melinda.
" Biar kan saja dia tidur..., bantu dia mandi nanti " kata Alexander.
" Baik Tuan "
Alexander kemudian menyantap sarapan paginya. Suasana meja makan serasa sepi karena tidak ada Clara.
Sebelum Alexander berangkat kerja, dia menyempatkan sebentar melihat Clara di kamarnya.
Dia melihat Clara masih meringkuk di bawah selimutnya. Tampak tidur dengan nyenyak nya.
Alexander kembali menutup pintu dengan pelan.
Sepanjang perjalanan ke kantor Alexander terlihat melamun. Nicolas melihat sikap Tuannya tersebut merasa heran.
Apakah dinner tadi malam tidak berjalan lancar? pikirnya penasaran.
Sesampai di kantornya Alexander terlihat masih melamun.
Kepalanya di penuhi dengan wajah Clara dan perkataan Clara.
Dia mencintaiku, jadi lelaki yang dia maksud selama ini yang begitu di sukainya adalah aku. Alexander menatap foto Clara.
Jadi aku telah salah paham selama ini, aku cemburu pada diriku sendiri.
Alexander terkekeh sendiri memikirkan tingkah nya yang memarahi Clara menyukai seorang lelaki.
Aku benar-benar seperti kekanak-kanakan, terlalu jauh berprasangka.
Saat makan siang nanti aku akan bicara pada nya. Bisik hatinya tersenyum bahagia.
Tiba-tiba pintu kantornya ada yang membuka tanpa mengetuk terlebih dahulu.
Ternyata Nicolas, tampak wajahnya terlihat sangat tegang.
" Ada apa? " tanya Alexander heran dengan mimik wajah Nicolas.
" Tuan...Jhonatan ternyata telah kembali kemarin, anak buah ku terkecoh...dia menyamar datang ke kota D!" sahut Nicolas, " Dan Hendrik tidak bisa dihubungi, Hp diluar jangkauan "
Alexander terkejut mendengar laporan Nicolas.
" Ternyata dia sudah mempersiapkan segalanya untuk bisa masuk ke kota D " sahut nya tajam.
Hp Nicolas tiba-tiba bergetar. Dia melihat nama di layar Hp.
" Tuan...telepon dari Mansion " sahutnya memberitahukan.
Alexander menerima Hp yang disodorkan Nicolas.
" Halo..." sahutnya.
__ADS_1
-------
" Apa??!! " Alexander tampak terlihat sangat terkejut, wajahnya menggelap.
Alexander menendang kursi sampai terpental ke lantai.
" Suruh turun pasukan sayap kiri...malam ini aku mau tempat Jhonatan ditemukan!! " sahut Alexander pada Nicolas, mode on membunuh terlihat di wajahnya.
" Apa yang terjadi Tuan? " tanya Nicolas memasukkan kembali Hp ke dalam saku.
" Dia menculik Clara, dia mau mencoba main-main dengan ku....akan ku patahkan tangan nya kalau coba-coba melukai Clara!! " Alexander menyambar jasnya.
" Siapkan semua, ayo ke Markas " sahut Alexander dengan langkah lebar keluar dari kantor.
" Baik Tuan " angguk Nicolas. Dia mengambil kembali Hp nya dari saku, mengetik sebuah nama lalu menelepon.
Sambil mengikuti langkah Alexander dari belakang dia memberi instruksi pada orang yang ditelepon nya.
Tidak berapa lama kemudian, tampak sebuah mobil anti peluru keluar dari basement Hotel, dan melaju menuju pinggir kota.
Setelah menempuh jarak sekitar satu jam, mobil tersebut memasuki sebuah tempat proyek pembangunan gedung yang belum selesai.
Sebuah gedung pencakar langit yang terlihat belum selesai dibangun, tampak berdiri kokoh. Gedung berlantai tiga puluh.
Berlahan mobil hitam tersebut memasuki basement gedung tersebut.
Alexander keluar dari mobil setelah Nicolas memarkirkan mobil ditempatnya.
Kemudian mereka masuk ke dalam lift. Nicolas menekan Lift angka 30.
Berlahan Lift naik ke atas. Ting! Lift berhenti di lantai 30.
Di sini tampak semua peralatan dan interior gedung sangat modern dan bersih. Kaca jendela terbuat dari anti peluru.
Suasana tampak ramai dengan orang-orang, jauh berbeda terlihat dari luar yang sepi.
Semua terlihat sibuk melihat monitor dan yang lain sibuk menelepon memberi instruksi.
" Selamat datang Tuan Alexander... " sahut mereka.
" Bagaimana...apa sudah terlihat " sahut Alexander melihat monitor.
" Belum Tuan...dia sudah memperhitungkan semua nya, jejak nya tidak terlihat "sahut seorang lelaki yang nampak sibuk di depan komputer.
" Bagaimana dengan Agen Merpati, apa mereka sudah di kasih kabar? " tanya Alexander.
" Sudah Tuan " jawab seorang lelaki yang baru saja mematikan Hp nya.
Tiba-tiba seseorang berteriak dari ujung ruangan.
" Agen Merpati mendapat petunjuk...mereka menemukan jejak Jhonatan "
" Bagus..., ayo kita bergerak, aku mau malam ini Clara kembali pulang " sahut Alexander , lalu dengan langkah lebar berjalan ke lift.
" Siap Tuan " kata mereka patuh.
__ADS_1
Semua bergegas memakai peralatan masing-masing. Bergegas mengikuti Alexander.
...****************...
Di sisi lain di pinggiran kota T. Di sebuah gedung terbengkalai, sangat kotor, bau dan kumuh.
Clara duduk di sebuah kursi dengan tangan terikat ke depan, mulut nya di tutup lakban hitam.
Tadi pagi sekitar jam sepuluh, seorang lelaki datang ke Mansion mengatakan atas perintah Alexander menjemput Clara agar datang ke kantor.
Pertama kali lelaki itu berbicara Clara sudah curiga, tapi begitu Jacob datang mengatakan akan menelepon Alexander dulu untuk memastikan.
Orang tersebut langsung menarik Clara dan membekap nya.
Jacob sontak terkejut, dan dengan paksa orang itu menyeret Clara ke dalam mobil yang telah terparkir tidak jauh dari Mansion.
Mulut Clara di tutup lakban agar tidak bisa berteriak.
Dan sekarang Clara tidak tahu berada di mana dia. Karena saat Clara di bawa pergi wajahnya ditutup dengan kain hitam.
Clara mengedarkan pandangan nya ke seluruh gedung. Tampak di ujung gedung ada dua pria sedang berjaga.
Terdengar pintu gedung terbuka, dan sinar matahari yang masuk kedalam sehingga membuat mata Clara silau tidak bisa melihat dengan jelas.
" Halo Clara....senang berjumpa dengan mu, tujuh belas tahun tidak bertemu...ternyata kau telah tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik " suara seorang lelaki bergema di ruangan gedung tersebut.
Pria itu melangkah mendekati Clara, dan Clara akhirnya bisa melihat orang yang menyanderanya.
Clara memandang pria tersebut dengan tatapan dingin, dia terlihat tidak takut sama sekali.
Pria itu mendekat memandang wajah Clara, melihat setiap inci wajah Clara.
" Clara Stephanie....ternyata kau sangat cantik " ucapnya menyeringai, " Sekarang aku tahu kenapa Alexander begitu menyayangi mu....ahli waris Genius yang berharga "
Pria itu mengambil satu kursi, meletakkan nya di depan Clara. Dan kemudian duduk di kursi tersebut.
Di tumpang kan nya satu kaki nya ke atas kaki satu lagi. Dia tersenyum lebar memandang Clara.
" Kau tahu sepupu ku.....aku akan mengambil semua yang telah kalian ambil dari Ayah ku " kata pria itu tersenyum mengejek.
Sepupu? Clara memandang lelaki tersebut lekat-lekat. Kapan dia punya sepupu?
Clara mencoba mengingat keluarga Ayah dan Ibunya. Seingat dia Ibunya tidak punya keluarga, hanya memiliki adik angkat saja yaitu Alexander Genius.
Dan mengenai keluarga Ayahnya, dia tidak begitu ingat karena waktu saat usia tujuh tahun Ayahnya meninggal, otomatis dia tidak pernah lagi berhubungan dengan keluarga Ayahnya.
Yang dia ingat Ayahnya memiliki ibu tiri, saat Kakeknya meninggal harta warisan jatuh pada Ayahnya.
Apakah pria ini sepupu tirinya yang tidak pernah di kenalnya?
Clara baru menyadari kalau dia ternyata mempunyai sepupu tiri.
Ini mungkin masalah harta warisan peninggalan Kakek yang jatuh ke tangan Ayahnya.
Dan sekarang menggunakan dirinya untuk mengambil kembali hasil jerih payah yang telah dikelola Pamannya Alexander.
__ADS_1
Dengan menyandera dirinya Alexander akan menyerah, dan memberikan semua aset perusahaan pada Sepupu tirinya tersebut.
Bersambung........