
Besoknya di sisi lain di kota D di sebuah Mansion, seorang wanita berlutut memohon maaf pada seorang pria paruh baya.
Barang-barang diruang keluarga terlihat sudah berantakan dan pecah. Terlihat sangat kacau.
" Maaf kan aku papa...aku salah, aku memang bodoh... semua salahku " sahutnya memohon maaf.
" Sudahlah Morris...maafkan Jessica, dia putri mu !!" seorang wanita paruh baya menangis sembari mengiba memegang tangan pria paruh baya tersebut.
Lelaki itu melotot memandang istrinya, dia jadi tambah emosi.
Disentak nya tangannya yang di pegang istrinya tersebut.
" Beginilah hasil didikan mu...jadi semakin lancang dia, berbuat sesuka hatinya...habis sudah hasil kerja kerasku selama ini!! " teriak lelaki itu.
Jessica yang berlutut semakin menangis, dia tidak tahu lagi mau berkata apa. Perusahaan mereka sudah di ambang ke hancuran gara-gara kesalahannya.
" Kau harus membuat pengakuan di depan Pers, agar Alexander ber iba hati, mau membatalkan pemutusan dana nya pada perusahaan kita! " ujar Morris dengan suara tajam.
" Baik papa.. "
" Kau bertindak tanpa berpikir akan akibatnya...Alexander tidak bisa di jebak.., dia pria yang tidak suka di perlakukan curang..., kau kira dengan menjebaknya, dia akan mau menikahi mu...!! "
" Maaf kan aku papa... aku salah, aku terlalu mencintai nya...aku ingin menjadi istrinya, jadi aku nekat untuk mengikatnya dengan cara seperti itu " Ujar Jessica menangis.
" Putri ku...kau harus mendekati nya secara baik-baik... jangan memaksa nya untuk kau dapat kan " istri Morris berkata lembut pada Jessica, " Alexander orang nya sangat tegas, dia tidak suka di curangi, kau sendiri kan tahu bagaimana sifatnya...kenapa kau bisa berbuat kesalahan begini...sehingga membuat dia marah "
" Aku terlalu mencintai nya ma....aku jadi berbuat nekat " kata Jessica.
" Gunawan..!! teriak Morris memanggil asistennya.
" Ya Tuan "
" Kumpulkan Pers, dan lakukan siaran langsung dari salah satu Stasiun Tivi... secepatnya siang ini!!"
" Baik Tuan "
" Dan kau cepat bersiap-siap melakukan siaran langsung..., meminta maaf pada Alexander, memohon padanya agar mau untuk membatalkan menarik semua sahamnya di perusahaan kita " Morris menunjuk Jessica dengan marah, " Kau harus bisa membuat permohonan yang menyentuh hatinya "
" Baik papa " jawab Jessica mengangguk.
...****************...
Siang hari di Groups Genius.
" Tuan Alex...Nona Jessica melakukan siaran langsung, dia ingin meminta maaf pada Tuan " Nicolas menyerahkan tablet pada Alexander.
Alexander menerima tablet tersebut yang tengah menayangkan siaran langsung.
Jessica tampak dengan wajah sedihnya memohon maaf pada nya, dengan berkali-kali membungkuk memohon pengampunan.
Mengakui kesalahan karena ingin menjebaknya, dan mengakui itu murni hasil rencananya sendiri.
Orang tuanya tidak terlibat sama sekali dengan peristiwa tersebut.
__ADS_1
Alhasil semua Pers yang akan mewawancarai pada terkejut dengan pengakuannya tersebut.
Semua berbisik-bisik, tidak menyangka putri pengusaha terkaya no 3 di kota D bisa berbuat sangat memalukan.
Ingin menjebak Pengusaha no 1 di seluruh dunia. Alexander Genius si Raja bisnis yang mendominasi.
Semua orang tahu Alexander adalah investor terbesar pada ke banyakan perusahaan di berbagai bidang selain Perhotelan dan Restoran.
Bisa-bisa nya putri pengusaha yang masih di danai Groups Genius berbuat curang pada Alexander.
Alexander hanya tersenyum sinis menyaksikan permohonan maaf Jessica tersebut.
Di lempar nya tablet ke atas meja. Dia tidak tertarik lagi melihat muka drama Jessica.
" Putus kan total...tarik semua " sahut Alexander santai.
" Baik Tuan " angguk Nicolas, dia sudah langsung mengerti dengan perkataan Alexander tersebut.
Lalu mengambil tablet yang di lempar Alexander ke meja.
" Bagaimana dengan nya... " sahut Alexander lagi, di raih nya foto Clara yang telah diganti nya dengan foto yang terbaru.
" Besok dia akan datang bertemu dengan anda Tuan.. " lapor Nicolas.
" Baik.. " Alexander mengelus wajah Clara yang berada dalam foto.
Nicolas memperhatikan tingkah Tuan nya yang terlihat seperti sedang jatuh cinta.
Alexander reflek menoleh pada Nicolas, dia tidak menyangka asistennya ini ternyata punya pemikiran yang begitu cerdas.
" Apakah kau tahu tempat yang bagus...untuk mengajak seorang gadis kencan?"
" Iya ada Tuan " Nicolas mengetik sesuatu di tablet, kemudian menyerahkan kepada Alexander.
" Kau yakin ini tempat yang cocok dengan tipe gadis seumuran Clara?" tanya Alexander kurang yakin.
" Iya Tuan...tempat nya sangat romantis, sangat cocok untuk kencan pertama " Nicolas tersenyum meyakinkan Alexander.
Alexander memandang Nicolas, wajah datarnya terlihat tidak yakin dengan ucapan Nicolas.
" Senyum mu terlihat tidak enak di lihat, tidak meyakinkan....aku ragu tempat itu tidak cocok untuk seusia Clara "
" Yakinlah Tuan... tempat ini sangat cocok dengan Non Clara "
" Baiklah....kau booking lah Restoran nya untuk satu malam, aku ingin makan berdua saja dengan Clara..." ucap Alexander akhirnya.
" Baik Tuan, siap " angguk Nicolas.
Ini pertama kalinya Alexander dinner dengan seorang wanita, bukan wanita melainkan dengan seorang gadis, gadis muda.
Nicolas tahu Boss nya tidak pernah menunjukkan ketertarikan pada seorang wanita.
Dan ini pertama kalinya Nicolas melihat Boss nya tersebut seperti anak muda yang sedang kasmaran.
__ADS_1
Selalu menatap foto Clara di sela-sela dia bekerja. Dan tangannya tidak bisa diam, pasti selalu mengelus foto tersebut.
" Apakah malam ini Tuan?" tanya Nicolas.
" Tentu saja...memang nya minggu depan " wajah datar Alexander tampak tajam menatap Nicolas.
" Baik Tuan " Nicolas kemudian mengambil Hp nya. Lalu melakukan Reservasi pada Restoran tersebut.
" Kalau Clara terkesan dengan Restoran yang kau rekomendasi kan ini...kita akan membelinya untuk Clara " sahut Alexander.
" Baik Tuan "
Tiba-tiba Hp Nicolas bergetar. Dia melihat layar Hp.
" Tuan..., Taun Morris menelepon "
" Jangan jawab, biarkan saja..." Alexander bangkit dari kursi nya, " Ayo kita ke ruang meeting "
" Baik Tuan " Nicolas memasukkan kembali Hp nya ke dalam saku.
Dan bergegas ke pintu, membuka pintu buat Alexander.
Setelah Alexander keluar, Nicolas menutup pintu kembali. Dan kemudian menyusul langkah Boss nya dari belakang.
Semua karyawan Hotel yang berpapasan dengan Alexander membungkuk sopan menyapa Alexander.
Sebagai Ceo, Alexander biasa tidak ambil peduli dengan tegur sapa para karyawan nya.
Dia selalu menunjukkan wajah datarnya dengan dingin.
Dan para karyawan itu tidak merasa Alexander sebagai Ceo sangat sombong.
Justru itulah daya tarik Alexander sebagai Ceo, sehingga bawahannya jadi hormat padanya.
Ceo yang tidak bisa di jangkau, karena otak nya yang sangat cerdas dalam urusan bisnis.
Sebelum masuk ke ruang meeting, Alexander mengingatkan Nicolas untuk menghubungi Clara, agar nanti jam 7 malam siap-siap untuk di jemput Dinner.
" Baik Tuan " angguk Nicolas.
Mereka pun memasuki ruang meeting.
Hp Nicolas kembali bergetar saat setelah menelepon Clara agar bersiap jam 7 malam makan malam keluar dengan Alexander.
Nicolas melihat layar Hp. Morris.
Nicolas tidak mengangkat panggilan tersebut, dia kembali memasukkan Hp ke saku celananya.
Perintah Boss nya lah yang paling di patuhi nya.
Dia tahu, pasti lelaki paruh baya itu ingin bicara pada Alexander. Karena Alexander sudah menarik semua saham nya, dan permintaan maaf Jessica tidak membuat Alexander tergerak untuk bermurah hati.
Bersambung..........
__ADS_1