Kau satu-satunya yang berharga

Kau satu-satunya yang berharga
41.


__ADS_3

Setelah berendam selama lima belas menit, dan nyaris ketiduran, dia pun mulai membersihkan diri.


Keluar dari bathtub, lalu meraih bath robe.


Mengambil handuk untuk mengelap rambut nya yang basah.


Dia merasa segar sekali, masih menggunakan bath robe dia duduk di depan cermin.


Menyisir rambutnya yang panjang, lalu menyemprotkan cream malam ke wajahnya.


Clara melihat jam telah menunjukkan jam 20:30. Dan perutnya merasa keroncongan.


Dia pun menekan bel.


Tidak berapa lama pintu kamarnya ada yang mengetuk. Clara pun bergegas membuka pintu kamar.


Seorang Pelayan telah berdiri di depan pintu kamar.


"Ada yang bisa saya bantu Nona?" tanyanya sopan.


" Aku merasa lapar, apakah bisa aku makan di kamar saja?" tanya Clara.


Si Pelayan melihat Clara sepertinya baru selesai mandi karena masih mengenakan bath robe.


" Oke...saya akan bawakan Non.."


" Terimakasih " ucap Clara.


Pelayan tersebut membungkuk sedikit dengan sopan.


" Sama-sama Nona " ucapnya, lalu berbalik meninggalkan pintu kamar Clara.

__ADS_1


Clara menutup pintu kembali pelan.


Dia mengambil jepit rambut untuk menjepit rambutnya tinggi.


Tidak berapa lama pintu kamar nya ada yang mengetuk lagi.


Clara pun membuka pintu. Menerima baki berisi makanan dan minuman jus.


Dia makan sembari melihat laptop. Dia melihat pameran pakaian dari Desainer terkenal.


Dia sangat terpesona hasil karya desain para Desainer tersebut.


Dia merasa harus lebih belajar lebih giat lagi, kalau ingin mendapat ide yang lebih bagus.


Setelah Clara selesai makan dia menekan bel kembali.


Sudah jam Sembilan tiga puluh malam, matanya mulai terasa ngantuk.


Membuka dan mengeluarkan isinya. Lalu mengangkat baju tersebut, untuk diperhatikan seperti apa model pakaian nya.


Kok tipis sekali, pikirnya.


Semakin di perhatikan nya, tiba-tiba dia tersadar.


Ini kan lingerie? bisik hatinya, seraya membolak-balikkan kain tipis tersebut.


Wah, ini terlalu terbuka...pikirnya lagi.


Laura, kau memang jahil...bisik hatinya lagi.


Clara terpaksa mencoba lingerie tersebut, melepas bath robe dan melemparkan nya ke sofa.

__ADS_1


Dia pun memakai lingerie tersebut, dan begitu dipakainya, terlihat sangat menggoda dikenakannya.


Pahanya terlihat jelas menggoda dengan kulit nya yang seputih susu. Dan kerah lingerie yang dalam memperlihatkan belahan dadanya yang menggoda.


Dia tampak seperti seorang wanita dewasa dengan memakai lingerie tersebut.


Dadanya yang belum pernah disentuh oleh siapapun, terlihat sangat penuh dan padat. Tubuh rampingnya, lekukan pinggang nya, pinggulnya, sungguh luar biasa menggoda.


Clara memandang dirinya di cermin tidak percaya dengan tubuhnya sendiri.


Sepotong pakaian bisa mengubah penampilan seseorang. Clara mengelus bahan lingerie tersebut, terasa lembut di telapak tangannya.


Dia berputar untuk melihat bentuk lingerie tersebut. Belakang bagian bawahnya tampak menggoda terlihat begitu padat dan nyaris terlihat karena lingerie tersebut terlalu pendek.


Clara geleng-geleng kepala melihat lingerie yang beli Laura tersebut.


Apa sih yang ada dipikirannya membeli pakaian seperti ini, pikir Clara tidak habis pikir.


Dengan memakai baju tidur biasa saja kan sudah bisa untuk menggoda Paman, pikirnya.


Dia mengambil bath robe yang dia lempar tadi di sofa, menaruhnya di keranjang pakaian kotor di sudut kamar.


Dia melepaskan jepit rambutnya lalu naik ke tempat tidur. Dia terasa mengantuk sekali.


Akhirnya dia memutuskan memakai lingerie tersebut.


Dia menarik selimut untuk menutup tubuhnya yang dia rasa seperti telanjang saja.


Selang beberapa menit kemudian dia pun terlelap dengan nyamannya.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2