
Cindy berteriak tidak ingin masuk ke dalam mobil. Anaknya pun jadi ikut-ikutan menangis.
" Cindy...aku salah apa padamu, kenapa kau pergi tanpa bilang apa pun...untung Tuan Nicolas menghubungi ku, mengatakan kau ada disini " ujar seorang pria yang turun dari mobil.
" Aku tidak mau hidup dengan mu lagi...,dasar miskin...tidak ada yang bisa kuharap dari mu, kita cerai saja...aku benci kau!!" teriak Cindy histeris, " Aku tidak cinta padamu...sedikitpun tidak!"
" Baiklah kalau memang itu mau mu...kita cerai, tapi hak anak biar aku yang urus...agar kau bisa bebas " kata Pria tersebut mengalah.
" Tidak...aku yang punya hak, ini anakku...kau tidak punya hak!" teriaknya seraya menunjukan jari telunjuk nya pada Pria tersebut.
" Kita akan diskusi kan semuanya di pengadilan...biar Hakim yang tentukan hak asuh anak jatuh pada siapa " kata Pria tersebut, lalu masuk ke dalam mobil.
" Silahkan Nona.." Nicolas membuka pintu mobil untuk Cindy agar naik.
Dengan hentakan kaki merasa tidak senang, Cindy terpaksa naik ke mobil.
Setelah Cindy pergi Alexander membawa kembali Clara ke ruang makan, tujuannya pulang sebenarnya akan makan siang bersama Clara.
Alexander menyuruh Bibi Melinda untuk membuatkan susu hangat lagi pada Clara.
Ruang makan telah dibersihkan, bunga yang dipetik Cindy sudah dibuang atas perintah Alexander.
" Lain kali siapapun, orang asing yang tidak begitu dekat dengan kita, jangan diperbolehkan untuk masuk ke Mansion...membuat suasana rumah jadi tidak menyenangkan " kata Alexander menyendok nasi pada Clara.
Gara-gara Cindy tadi, Clara tidak menyelesaikan sarapannya.
__ADS_1
" Baik suamiku " jawab Clara mengangguk.
" Selesai makan siang ayo ikut dengan ku ke kantor, setelah pulang kantor kita akan pergi foto prewedding "
" Baik " angguk Clara.
Setelah selesai makan siang bersama, mereka pun pergi ke kantor.
" Bagaimana....apakah telah kau selesaikan?" tanya Alexander pada Nicolas saat telah berada di dalam mobil.
" Iya sudah Tuan " angguk Nicolas.
" Bagus "
Alexander seperti biasa selalu posesif kalau didepan umum. Memeluk Clara masuk ke dalam Hotel, dan membawa Clara ke kantor
Ting!
Mereka pun sampai dilantai dua puluh.
" Siang Tuan dan Nyonya Alex..." sapa para karyawan Hotel yang berpapasan dengan Alexander dan Clara, membungkuk sopan pada Ceo mereka tersebut.
Seperti biasa Alexander dengan wajah datarnya berjalan tanpa menjawab.
Alexander membuka pintu ruang kantor nya, mempersilahkan Clara untuk masuk lebih dulu.
__ADS_1
" Duduk lah di sofa...atau dikamar sebelah, istirahat sebentar...sekitar jam tiga kita akan keluar untuk pergi foto prewedding " kata Alexander mengelus kepala Clara.
" Aku disini saja.. " kata Clara mendudukkan dirinya di sofa.
" Mau minum apa?" tanya Alexander seraya melepas jasnya. Menaruhnya pada sandaran kursi.
" Teh melati saja " jawab Clara, lalu meletakkan tas kecilnya ke atas meja sofa.
Alexander menekan angka pada Interkom, menghubungi asistennya untuk membuatkan teh melati dan kopi.
Setelah itu Alexander pun mulai menyelesaikan pekerjaannya. Mengecek dan memeriksa laporan didepan layar komputer.
Clara memperhatikan Alexander bekerja. Terlihat sangat serius, dan cekatan.
Tidak berapa lama pesanan minum yang diperintahkan Alexander pun datang.
Setelah ada ketukan di pintu, dan Alexander membersihkan masuk. Pintu pun terbuka, seorang lelaki masuk membawa nampan berisi dua cangkir. Teh melati dan kopi.
" Letak di sana saja " tunjuk Alexander pada meja sofa.
" Baik Tuan " Lelaki tersebut meletakkan nampan ke atas meja sofa didepan Clara.
" Terimakasih " ucap Clara.
Lelaki tersebut membungkuk kan tubuhnya sopan, lalu pergi meninggalkan ruang kantor Alexander.
__ADS_1
Bersambung......