
" Apa??" Alexander terkejut mendengar pengakuan Clara tersebut.
Clara mengeratkan pelukannya, dia malu menunjukkan wajahnya.
" Saat umur empat belas tahun?" Alexander bergumam. Astaga, sudah lama sekali dia menyukai ku, dari belia?
Enam tahun dia menyimpan rasa suka. Dia memendamnya sendirian.
Alexander tersenyum lebar, ternyata selama ini Clara telah mengagumi nya bertahun-tahun.
Alexander mencium puncak kepala Clara dalam-dalam. Dia sangat bahagia.
" Sayang..." gumam Alexander, di elusnya punggung Clara yang telanjang.
Berlahan dia merenggangkan pelukan mereka.
Di tatapnya Clara yang tersipu malu. Alexander tersenyum melihat pipi Clara yang merona.
" Kau sangat cantik bila merona " kata Alexander mengangkat dagu Clara.
Mereka saling menatap. Alexander tersenyum manis menatap Clara.
Clara pun ikut-ikutan tersenyum manis.
" Kau hanya boleh tersenyum manis pada Paman ya " kata Alexander mengelus ujung hidung Clara.
Clara mengangguk patuh.
" Gadis kecil Paman yang cantik...,gadis Paman yang sudah mulai beranjak dewasa.....boleh kah Paman mencium mu?" tanya Alexander minta persetujuan Clara, dia tidak tahan melihat bibir Clara yang menggoda.
Clara kembali mengangguk.
Alexander sangat senang melihat anggukan kepala Clara, hatinya sangat bahagia.
Berlahan dia menundukkan wajahnya, bibirnya mengecup bibir Clara dengan lembut.
Perasaannya berlipat-lipat ganda bahagia, tanpa sadar air matanya pun mengalir.
Seorang Alexander pria arogan dan paling di takuti meneteskan air mata.
Dia bahagia karena akan memiliki keluarga, keluarga miliknya sendiri.
Usianya yang terbilang tidak muda lagi, yang seharusnya sudah memiliki anak di usia yang akan memasuki kepala empat.
Dan kini dia menemukan belahan jiwanya, yang ternyata telah ditunggu-tunggunya, adalah putri dari kakak angkatnya sendiri.
Gadis murni yang masih suci, yang belum terjamah pria mana pun.
Ciuman pertama nya yang telah di nikmati nya tanpa sengaja karena suatu kesalahan yang tidak terduga.
Berlahan Alexander mencium bibir Clara, mengulumnya dengan lembut.
Clara merapatkan tubuhnya ke tubuh Alexander, membalas ciuman Alexander dengan lembut juga.
Alexander mengelus punggung Clara lembut, membelai dengan penuh kasih sayang.
Clara mengalungkan tangannya ke leher Alexander. Menikmati sensasi bibir Alexander yang sangat disukainya.
Alexander menelusuri bibir Clara yang terasa manis di lidahnya. Di kulumnya dengan penuh rasa cinta.
__ADS_1
Di bawah sana dia mulai merasakan ereksi, dia menggeram untuk menahannya.
Alexander menahan tangannya di punggung Clara, dia tidak ingin berbuat jauh lagi. Dia hanya ingin mencium Clara saja, menikmati bibir Clara yang telah menjadi candunya.
Dia akan melakukannya kalau sudah menikah dengan Clara, dia ingin pernikahan terhormat.
Pernikahan tanpa noda sebelum menikah.
Clara adalah gadis terhormat, putri kakak angkatnya yang berharga.
Dia tahu, dia adalah lelaki brengsek yang telah pernah tidur dengan beberapa wanita.
Tapi kalau untuk calon istrinya dia akan menghormatinya, dia tidak ingin hanya karena nafsu langsung ingin melakukannya.
Istrinya sangat istimewa, seorang gadis yang masih muda, dua puluh tahun.
Ya, sangat muda sekali bagi dia yang ber usia tiga puluh delapan tahun.
Ya..ini merupakan sebuah hadiah yang sangat istimewa baginya, mendapat calon istri yang masih muda dan cantik lagi.
Alexander menyudahi ciumannya, dia takut lupa diri. Nafasnya sudah memburu.
Tangan Clara yang telah menjalar turun ke dadanya, dan masuk ke sela-sela kemejanya. Membuat dia mulai hilang akal.
Elusan tangan Clara yang lembut di dadanya, membuat dia semakin ereksi saja.
Dan di tambah tubuh Clara yang nyaris bugil, hanya memakai pakaian dalam saja.
" Sayang...." gumam Alexander serak.
" Ya Paman " gumam Clara serak juga, dia serasa melayang. Tangannya masih bertengger di dada Alexander, dia sangat menikmati tangannya mengelus dada Alexander yang liat, kekar ber otot.
" Baik Paman " kata Clara, tangan nya sangat enggan di tariknya dari dada Alexander.
Dia masih ingin mengelus nya, merasakan sensasi kulit dada Alexander yang kekar.
Dengan terpaksa dia menarik juga tangannya dari dada Alexander.
Alexander kembali melanjutkan untuk membersihkan tubuh Clara.
Di pakaikan nya baju Clara dengan yang bersih. Lalu menyisir rambut Clara yang berantakan.
Jam sudah menunjukkan pukul 19:00, sudah waktunya makan malam.
Alexander menekan bel.
Tidak berapa lama pelayan datang mendorong troli berisi bermacam menu makanan.
Setelah pelayan pergi dengan membawa kembali baskom air cucian Clara, Alexander mulai membantu Clara makan malam.
Mereka makan bersama, Alexander menyuapi Clara makan. Dia benar-benar di manjakan Alexander.
Seperti saran Dokter tadi, Alexander tidak meninggalkan Clara tidur sendirian.
Tubuh Clara masih trauma dengan peristiwa tadi siang. Alexander takut malam hari Clara mimpi buruk.
Saat selesai memberi Clara minum obat, tanpa sengaja Alexander melihat sudut bibir Clara ada yang lecet.
Kenapa tadi tidak terlihat? pikirnya. Bahkan tadi mereka sudah saling berciuman, tapi lecet itu tidak ada dilihat nya.
__ADS_1
" Kenapa ini?" tanya Alexander menyentuh sudut bibir Clara yang lecet.
" Ishhh... " Clara meringis pedih.
" Tadi Jhonatan menarik paksa lakban yang menutup mulut ku " kata Clara.
" Apa??"
" Iya "
Alexander menarik Clara ke dalam pelukannya. Hatinya sangat panas, wajahnya menggelap.
Dia akan menuntaskan rasa dendamnya besok. Dia akan membuat perhitungan dengan Jhonatan.
" Maafkan Paman sayang.." ucap Alexander.
Dia beranjak dari tempat tidur. Mematikan lampu, dan menyalakan lampu tidur.
Dia kemudian naik kembali ke atas tempat tidur. Menarik Clara ke dalam pelukannya.
Menarik selimut menutup tubuh mereka.
" Ayo kita tidur, kau perlu istirahat yang banyak " Alexander mengecup kepala Clara.
" Iya Paman " Clara memeluk Alexander.
" Bagaimana leher mu, apakah masih terasa sakit? " tanya Alexander mengelus leher Clara yang di perban dengan lembut.
" Iya masih Paman " jawab Clara.
" Semoga obatnya cepat bekerja, besok mudah-mudahan sudah agak mendingan " Alexander mengelus punggung Clara.
Mereka pun memejamkan mata, selang beberapa menit mereka pun tertidur.
...****************...
Besoknya Nicolas pagi-pagi telah datang ke Villa.
Seperti biasa dia menunggu Alexander selesai sarapan dulu.
Setelah sarapan Alexander menemui Nicolas ke ruang kerjanya.
Nicolas melaporkan bahwa Jhonatan ternyata tidak sendirian menjalankan rencananya.
Dan melaporkan bahwa Hendrik sampai sekarang belum bisa di hubungi juga.
Nicolas mengatakan anak buahnya sudah di kerahkan untuk mencari jejaknya.
Karena takut nya Jhonatan di balik hilangnya Hendrik.
" Kalau belum bisa ditemukan juga, sayap kanan turun kan....aku ingin dua hari ini laporan nya dapat..., dan sekarang ayo kita ke Markas...aku mau buat perhitungan padanya"
" Baik Tuan " Nicolas bergegas membuka pintu buat Alexander.
Setelah itu Nicolas menutup pintu lagi dengan pelan.
Mereka pun berangkat setelah Alexander mengatakan pada Clara bahwa dia keluar dulu sebentar.
Dia mengatakan sebelum makan siang, dia sudah kembali lagi ke Villa.
__ADS_1
Bersambung........