
Tepat jam tiga Alexander dan Clara melakukan foto prewedding di dekat pantai.
Suasana pantai sangat bagus disaat sore hari, anginnya tidak terlalu kencang.
Matahari yang mulai condong ke barat, hasil foto pasti akan sangat bagus.
Para kru sesi foto prewedding mendirikan dua tenda untuk ruang ganti pengantin.
Clara tampak sangat cantik dengan gaun pengantin. Dan Alexander sangat tampan dengan stelan jas pengantin.
Nicolas dan beberapa anak buah Alexander bersiaga tidak jauh dari sesi pemotretan.
Alexander seorang pria yang terkenal pasti akan ada hal-hal yang tidak diinginkan.
Karena itu dia menempatkan anak buah nya agar pemotretan berjalan lancar.
Clara telah mengganti tiga model gaun pengantin . Dan telah melakukan berbagai gaya pemotretan bersama Alexander.
Jam lima lewat akhirnya mereka selesai foto prewedding.
Alexander memeluk Clara dari belakang.
" Akhirnya selesai sayang...apa kau senang?" tanyanya pada Clara sambil meletakkan dagunya di kepala Clara.
" Iya...senang " jawab Clara memeluk tangan Alexander yang melingkar di perutnya.
" Sebentar lagi kita akan makan malam..., apakah kau mau kita makan malam di restoran dekat danau tempo hari itu? aku telah membelinya atas namamu " kata Alexander lalu mengecup ujung kepala Clara mesra.
" iya mau " angguk Clara setuju.
" Bagus, ayo berganti baju " Alexander melepaskan pelukannya.
Clara pun pergi ke tendanya.
__ADS_1
Clara membuka pintu tenda, dia melihat karyawan wanita yang akan membantu mengganti gaunnya tertidur.
Clara kembali menutup pintu tenda, tapi tiba-tiba mulut nya dibekap seseorang dengan kain.
Clara sangat terkejut, dia pun mencoba berontak dan menjerit.
Orang tersebut dengan kuat menekan bekapannya ke mulut Clara, lalu menyeret Clara masuk lebih ke dalam tenda.
Clara terus berupaya memukul orang tersebut dengan tangan nya, dan menendang dengan kakinya.
Clara diseret sampai keluar dari tenda melalui pintu belakang tenda.
Lama kelamaan Clara pun mulai lemas. Dia berusaha untuk teriak, tetapi suaranya terendam kain yang membekap mulutnya.
Clara pun pingsan.
Orang tersebut akhirnya melepaskan bekapannya setelah Clara pingsan.
Ternyata dua orang lainnya telah menunggu didalam. Mereka pun ikut membantu membawa Clara.
Sampai ditengah hutan ternyata sudah ada sebuah mobil hitam tengah menunggu dalam keadaan standby.
Mereka memasukkan Clara kedalam bagasi mobil.
Lalu mobil pun berlahan meninggalkan hutan.
Sementara itu Alexander telah selesai berganti baju, dan sedang duduk di kursi menunggu Clara selesai berganti gaun.
Sudah sepuluh menit Alexander duduk menunggu Clara, matahari sudah mulai terbenam.
Para kru foto prewedding sudah menyusun sebagian peralatan kamera dan tenda tempat ganti stelan pengantin Alexander.
Kening Alexander mulai mengerut, heran kenapa Clara lama sekali.
__ADS_1
Dia pun bangkit menuju tenda Clara. Dia akan memeriksa sendiri.
" Sayang..." panggi Alexander didepan tenda.
Tidak ada jawaban, didalam tidak ada suara. Terasa sunyi.
Alexander membuka pintu tenda.
Alangkah terkejutnya Alexander melihat apa yang terjadi didalam tenda.
Para staf karyawan Prewedding tergeletak di tanah.
Dan Clara tidak kelihatan didalam tenda.
Alexander langsung panik, berlari masuk kedalam tenda. Memeriksa setiap sudut tenda.
Dan sampai keluar dari pintu belakang tenda, Clara tidak terlihat.
Alexander melihat di pasir ada bekas orang berjalan, dan tanda memanjang di pasir.
Alexander memperhatikan tanda tersebut, wajahnya langsung pucat.
Itu tanda sepertinya seseorang menyeret benda besar.
Dan tanda itu menuju ke hutan.
Wajah Alexander sudah tidak bisa dijelaskan lagi.
Wajah pysco nya langsung terlihat.
Matanya terlihat sangat marah, seolah ada api di sana.
Bersambung.....
__ADS_1