Kau satu-satunya yang berharga

Kau satu-satunya yang berharga
72.


__ADS_3

Alexander langsung mengerahkan anak buahnya untuk mencari Clara masuk kehutan.


Nicolas ikut panik mengetahui Nyonya kecilnya diculik.


Alexander memerintahkan Nicolas untuk segera menurunkan pasukan sayap kanan dan kiri.


Darahnya sudah diatas titik maksimal.


Dia ingin membunuh orang, tangannya dikepalnya sampai memutih.


Siapapun yang telah menculik istrinya akan mati ditangannya.


Bersama anak buahnya Alexander menyusuri tanda yang ditinggalkan oleh penculik tersebut.


Tubuh Clara yang diseret meninggalkan jejak yang memanjang sampai kedalam hutan.


Alexander membayangkan tubuh mungil Clara diseret tanpa rasa kemanusiaan, dia benar-benar sangat marah.


Sesampai didalam hutan jejak tersebut menghilang.


Alexander dengan mata tajam memperhatikan sekeliling, memastikan ke arah mana istrinya dibawa.


" Tuan Alex... " seru salah satu anak buah nya memanggil, " Ini jejak mobil...Nona Clara sepertinya telah dibawa pergi menggunakan mobil "


Mata Alexander menggelap, geraham nya mengetat menahan geram.


" Ayo kita kejar mereka " kata Alexander.


Terdengar suara helikopter mendekati kelokasi Alexander.


Helikopter turun berlahan tidak jauh dari Alexander berdiri.

__ADS_1


Setelah helikopter mendarat dengan sempurna, Alexander dan Nicolas bergegas mendekati helikopter.


Mereka pun kemudian naik ke helikopter tersebut.


Setelah mereka naik dan duduk aman, helikopter pun membawa mereka.


Sementara anak buahnya yang lain bergegas mengikuti menggunakan mobil.


Mata Alexander dengan tajam memperhatikan kebawah, jejak mobil yang membawa Clara di senter jangan sampai hilang jejak.


Jejak itu menghilang kejalan beraspal.


" Disepanjang jalan ini mungkin ada cctv, aku ingin malam ini istriku harus sudah ditemukan " kata Alexander.


" Baik Tuan " angguk Nicolas.


Alexander meraih telepon genggamnya. Dia menekan angka lima.


" Cepat turun ke kota D...istriku ada yang menculik...aku ingin malam ini istriku harus sudah ditemukan " katanya dengan suara menahan emosi.


Setelah ada jawaban dari seberang, Alexander mematikan handphonenya.


" Ayo ke markas...Agen Merpati dan Agen Gagak Hitam suruh untuk turun juga, aku akan menghabisi siapa yang menyakiti istriku " kata Alexander pada Nicolas.


" Baik Tuan " angguk Nicolas


Nicolas menekan satu nama di handphone nya, lalu memberi instruksi untuk memeriksa cctv sepanjang jalan keluar dari hutan.


Helikopter kemudian memutar berbelok menuju pinggiran kota.


Sepanjang perjalanan Nicolas sibuk menghubungi beberapa orang untuk diberi tugas.

__ADS_1


Wajah datar Alexander tampak semakin menyeramkan, dia membayangkan istri kecilnya jika terluka dan dianiaya, dia akan membunuh semua yang terlibat dalam penculikan Clara.


Helikopter mendarat diatas gedung setengah jadi.


Alexander dan Nicolas kemudian turun.


Helikopter kembali naik, dan meninggalkan atap gedung.


Nicolas bergegas membuka pintu akses gedung, mempersilahkan Alexander untuk masuk lebih dulu.


Setelah itu kemudian Nicolas masuk, dan menutup pintu.


Mereka menuju pintu disudut gedung, Nicolas membukanya, dan terlihat lah ruangan yang terang benderang dengan beberapa orang didalam nya yang tengah sibuk dilayar komputer.


" Selamat datang Tua Alex..." sapa mereka begitu Alexander memasuki ruangan tersebut.


Alexander dengan wajah datar dan masih dalam emosi yang tidak stabil, berjalan mendekati seorang agennya yang tengah fokus mengetik di tuts komputer dengan ketikan jari yang sangat cepat.


" Bagaimana?" tanyanya dengan suara bariton yang dalam karena menahan emosi.


" Sedikit lagi Tuan, untung ada beberapa cctv yang masih aktif disepanjang jalan " kata agen tersebut tanpa sedikit pun berpaling dari layar komputer.


" Non Clara mereka sekap didalam bagasi mobil " kata agen tersebut saat melihat titik merah pada layar komputer.


Mendengar itu Alexander tidak tahan lagi.


Tinjunya melayang menghantam meja.


Wajahnya sangat gelap, dia menggeram dengan darah mendidih.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2