
Clara merasakan ada benda hangat dan basah menjalar di lehernya, dia merasa kegelian.
Tanpa sadar suara erangan keluar dari bibir nya, sensasi benda tersebut membuat dia meremang.
" Sayang...." terdengar gumaman suara bariton di telinganya.
" Hemmm..." jawabnya masih mode ngantuk, dia masih menutup matanya.
Tadi siang selesai makan dia kembali lagi tidur.
" Sudah malam.... apakah kau tidak lapar?" tanya suara itu masih terus mengecup lehernya.
Clara bergerak menelentangkan badannya. Matanya terlihat masih ngantuk untuk di buka.
Benda kenyal itu berpindah mengecup leher selangka nya.
Kembali suara erangan terdengar keluar dari mulut Clara. Tanpa sadar bibir nya terbuka sedikit menikmati sensasi yang ditimbulkan benda kenyal tersebut.
" Bau mu sangat enak..."
" Paman..." suara Clara terdengar serak.
" Ya sayang..."
Clara pun membuka matanya, wajah Alexander terlihat sangat dekat didepannya.
" Sejak kapan Paman kembali?" tanyanya.
" Setengah jam yang lalu...tidur mu sangat nyenyak " Alexander mengangkat kepalanya.
" Aku kekenyangan...jadi tanpa sadar ketiduran lagi "
Alexander mengelus luka yang tadi di kecupnya.
" Apa masih sakit?" tanyanya, dan kembali mengecup luka kecil yang di leher Clara.
Leher Clara sudah tidak memakai perban lagi.
" Sudah tidak lagi "
" Baguslah...Paman senang mendengar nya " Alexander tersenyum, dan kemudian mengecup bibir Clara.
Clara tersenyum saja membiarkan aksi Alexander tersebut. Di elusnya rahang Alexander.
" Paman belum bercukur lagi ya...ini sudah mulai panjang " Clara membelai rambut halus yang tumbuh di rahang Alexander.
" Apakah kau mau membantu Paman untuk mencukur nya?" Alexander mengecup tangan Clara yang membelai wajahnya tersebut.
" Aku tidak pandai "
" Pelan-pelan saja....kau pasti bisa "
" Oke...baiklah, aku mau coba " Clara pun bangkit dari tidur nya.
Alexander membantu Clara untuk duduk.
" Paman sudah mandi? " tanya nya.
" Belum " Alexander menggeleng.
" Kalau begitu pas sekali, selesai bercukur Paman langsung mandi " katanya tersenyum.
__ADS_1
" Oke...ayo kita ke kamar mandi "
Alexander mengikat rambut Clara, dan kemudian menggendong Clara masuk ke kamar mandi.
Meletakkan Clara duduk di wastafel.
Alexander membuka bajunya, dan sekarang dia telah bertelanjang dada.
Clara memandang tubuh kekar Alexander, sangat menggoda dengan perut sispek nya yang ber kotak-kotak.
Alexander tersenyum melihat tatapan mata Clara yang memandang tubuh nya.
Alexander mendekat pada Clara, di ambilnya tangan Clara dan diletakkannya di perutnya yang sispek.
Clara tersentak merasakan perut Alexander yang ber otot. Sangat enak di belai, terasa hangat.
" Kau suka?" tanya Alexander.
Clara mengangguk.
Tanpa rasa malu di belainya berlahan perut Alexander, merasakan otot di perut tersebut.
Alexander menyukai tangan kecil Clara yang membelai otot perutnya.
" Paman suka olahraga ya?" tanya Clara sembari terus menelusuri perut Alexander dan terus menjalar ke atas.
Alexander mengerang pelan. Sensasi tangan Clara membuat dia ereksi.
" Iya " jawab nya serak.
" Tubuh Paman sangat bagus...sangat keras " Clara tanpa sadar sudah membuat Alexander meremang.
Saat tangannya menyentuh ujung dada Alexander, suara parau tanpa bisa di tahan lagi lolos dari mulut Alexander.
Dia menarik tengkuk Clara, dan menunduk mencium bibir Clara dengan rakus.
Clara terkejut dengan ciuman Alexander yang menggebu. Tapi dia menyukainya, berlahan dia pun memejamkan matanya. Menikmati bibir Alexander yang mengulum bibir nya.
Clara membuka mulutnya, menyambut ciuman Alexander. Dan tangannya masih menempel di dada Alexander.
Alexander menarik lebih rapat tubuh Clara untuk memeluk Clara, saat merasakan ciuman nya di balas oleh Clara.
Tangannya membelai punggung Clara, dan berlahan tangannya masuk ke balik baju Clara.
Merasakan kulit Clara yang lembut di telapak tangannya. Dan berlahan merayap menelusuri sampai ke tulang rusuk Clara.
Clara mendesah tanpa sadar, tangannya berlahan naik ke leher Alexander. Membelai jakun Alexander, dan berlahan membelai tengkuk Alexander.
Alexander menggeram serak, dia sangat menyukai tindakan Clara tersebut. Dia merasa cintanya semakin mendalam saja pada Clara.
Calon istrinya yang sangat menggoda, yang membuat ereksi nya semakin membengkak.
Dia harus cepat-cepat menikahi Clara, kalau tidak dia bisa gelap mata. Ini benar-benar sangat menggoda, dia ingin membawa Clara ke tempat tidur dan menuntaskan nya.
Tapi akal sehatnya masih bisa di ajak nya kompromi, dia harus tahan jangan sampai lupa diri.
" Sayang...." gumamnya parau.
Belaian tangan Clara di tengkuk nya membuat tubuhnya sangat mendamba. Di telusuri nya setiap inci bibir dan gigi Clara dengan lidahnya.
Menyesapnya dengan rakus, merasakannya dengan penuh rasa sayang.
__ADS_1
Hingga akhirnya mereka kehabisan nafas. Barulah mereka berhenti.
Alexander mengatur nafasnya, begitu juga Clara.
Tangan Clara masih bertengger di leher Alexander. Dan Alexander masih memeluk Clara.
Setelah nafas mereka stabil, Alexander menarik Clara masuk ke dalam pelukannya.
Membenamkan kepala Clara ke dadanya.
" Paman sangat mencintai mu sayang..." ucap Alexander lalu mengecup kepala Clara.
" Aku juga sangat mencintaimu Paman..." kata Clara membalas pelukan Alexander.
" Kita harus cepat menikah..., kalau tidak Paman bisa lepas kendali, kau sangat menggoda...Paman tidak tahan"
" Iya Paman..." Clara mengangguk setuju, dia juga ingin mengandung anak Pamannya. Pria idaman yang telah lama di cintainya.
Paman angkatnya yang tampan.
Alexander merenggangkan pelukannya, menatap Clara dengan penuh cinta.
" Paman akan mengurus pernikahan kita secepatnya, Paman tidak mau berlama-lama lagi....bagaimana menurutmu?"
" Iya...aku setuju Paman"
" Baik, besok Paman akan mengurus surat nikah kita ke catatan sipil...baru kita lihat tanggal yang tepat untuk acara resepsi nya, oke?"
" Oke " angguk Clara mantap.
Alexander rasanya ingin berteriak untuk melepaskan rasa bahagia nya ini. Di peluknya Clara erat-erat.
Dia berjanji dalam hati akan menjaga Clara melebihi nyawanya.
" Rasanya kita melupakan urusan kita yang sebenarnya..." kata Alexander baru sadar mengingat apa tujuan mereka masuk ke kamar mandi.
" Oh iya.. " kata Clara baru tersadar.
Mereka pun sama-sama tertawa.
" Habis nya Paman terlalu menggoda " kata Clara menyentuh dada Alexander dengan ujung jemarinya, lalu meluncur menelusuri sampai perut Alexander yang sispek.
Alexander memegang ujung jemari telunjuk Clara yang nakal tersebut.
" Sayang...jangan mulai lagi, Paman tidak tahan " ucap Alexander mulai meremang dengan sentuhan Clara tersebut.
Dia memberikan alat cukur pada Clara.
Clara dengan hati-hati dan lembut mulai mencukur brewok Alexander.
Selama Clara mencukur brewoknya, Alexander tidak bisa mengalihkan matanya menatap wajah Clara.
Dia merasa tidak percaya, dan seperti mimpi rasanya mendapat istri yang sangat muda. Cantik, imut, dan sangat menggoda.
Dia mengecup sekilas bibir Clara yang menggoda.
Clara hanya tersenyum manis saja melihat tindakan Alexander tersebut. Dia tetap fokus mencukur brewok Alexander.
Dan sesekali tangannya meraba yang telah di cukur nya, apakah kira-kita masih ada rambut yang tertinggal.
Bersambung.......
__ADS_1