Kau satu-satunya yang berharga

Kau satu-satunya yang berharga
77.


__ADS_3

Wajah Alexander menggelap.


" Oh ya?! akan membuatnya sengsara?!! kau sungguh berani!! dengan cara apa kau mau membuat nya sengsara?!!" mata Alexander sudah seperti darah, ditarik nya baju wanita tersebut.


Satu tinjunya yang kuat mendarat ke rahang wanita itu.


" Aakhh...!!" wanita tersebut mengaduh begitu kencangnya, dia merasakan kepalanya seperti akan lepas dari kepalanya.


" Katakan...apa yang kau rancang untuk membuat istriku yang berharga menjadi sengsara!!!" Kata-kata Alexander yang tajam sangat menakutkan.


Alexander melemparkan tubuh wanita tersebut kelantai.


Krakk!!


Sebuah suara terdengar, sepertinya mematahkan salah satu bagian tulangnya.


" Katakan!!!" bentak Alexander menggelegar.


Clara pun sampai terlonjak mendengar bentakan Alexander, dia meringkuk dikursi gemetar ketakutan.


Nicolas dan anak buahnya yang lain hanya menonton saja.


Mereka tidak ingin ikut campur melihat Tuan mereka lagi menuntaskan amarahnya.


" A..a..aku berniat akan menggilir dia dengan para lelaki tersebut " kata wanita itu gemetar ketakutan, suaranya sudah tidak mampu dia keluarkan karena tubuhnya sudah mulai lemas.


" Apa??!!" mata Alexander semakin merah, rasanya dia seperti salah dengar.

__ADS_1


Jantungnya seolah-olah diambil dari tubuhnya mendengar perkataan wanita tersebut.


Apalagi Nicolas, dia pun sama terkejutnya.


Dia juga ingin menghajar wanita tersebut, sungguh tega dia. Dia ingin menerjang wanita tersebut sekarang juga.


Majikan kecilnya yang berharga, yang tidak mempunyai setitik kesalahan dalam apapun.


Mereka mencoba mau melecehkan Pewaris Groups Genius.


"Ha.. ha..haa!!!" Alexander seperti mau gila rasanya mendengar perkataan wanita tersebut, wajahnya sudah sedingin es.


" Perempuan sialan...brengsek!! kau sangat menjijikkan!!" Alexander menarik kembali baju wanita tersebut, dan tinjunya kembali dia layangkan ke wajahnya.


Wanita tersebut memuntahkan darah segar.


Lalu Alexander melemparkan nya kelantai lagi.


" Kau mau mencoba merebut aku dari istriku sendiri...kau benar-benar lancang...wanita menjijikkan..,seujung rambutku wanita mana pun, siapapun dia jangan bermimpi untuk mendapatkan ku...hanya istriku yang berhak atas tubuhku....hanya dia yang berhak memilikiku seutuhnya, mengerti!!!" Alexander menjambak rambut wanita tersebut agar mendongak memandang kearah nya dengan wajah yang menyeramkan karena emosi diatas maksimal.


" I.. i.. iya " wanita tersebut gemetar dengan hebatnya, tubuhnya sudah lemas.


Dia benar-benar menyesal, sangat menyesal telah menyakiti istri seorang monster.


Sekarang dia sudah cacat, tulang pinggul nya sudah retak akibat dilempar Alexander.


Alexander melepaskan cengkraman nya dari rambut wanita tersebut dengan kasar.

__ADS_1


Alexander meraih kain yang tergeletak dilantai, lalu melap tangannya merasa jijik karena telah menyentuh wanita tersebut.


Alexander kemudian berbalik berjalan menghampiri Clara yang meringkuk di kursi.


Clara juga ketakutan melihat keganasan Alexander, gemetaran tidak percaya melihat suaminya kalau marah sangat mengerikan.


Wajahnya sudah bersimbah air mata.


" Sayang..." panggil Alexander lembut, meraih Clara kedalam dekapannya.


Clara menyambut pelukan Alexander.


Dan tangisnya pun meledak, rasa takut dan paniknya bersatu ditumpahkan dengan isak tangisnya.


" Maafkan aku terlalu lama menolong mu" Alexander mengecup puncak kepala Clara.


Alexander kemudian mengangkat Clara dengan lembut, membopong istrinya tersebut meninggalkan gudang tersebut.


Anak buah Alexander pun bergegas membereskan para penculik Clara.


Sementara Nicolas bergegas mengikuti Alexander menuju mobil.


Membuka pintu mobil buat Alexander yang membopong Clara.


Dan menutup kembali pintu mobil setelah Alexander masuk.


Alexander tetap membopong Clara dalam dekapan nya.

__ADS_1


Dia mendudukkan Clara dalam pangkuannya, dia merasakan Clara masih gemetaran.


Bersambung......


__ADS_2