Kau satu-satunya yang berharga

Kau satu-satunya yang berharga
45.


__ADS_3

Dengan penuh kelembutan Alexander melakukan malam pertama mereka dengan penuh perasaan.


Dia memperlakukan Clara seperti sebuah porselen yang mudah pecah, melakukan nya dengan hati-hati.


Tapi bagi Alexander ini menjadi suatu candu, tidak tahu entah kenapa baru saja mereka selesai, Alexander sudah merasakan ereksi lagi.


" Sayang... sekali lagi ya, aku akan hati-hati " gumam Alexander serak, dia membelai rambut Clara yang tergerai di tempat tidur.


Clara hanya bisa mengangguk saja, dia sangat bahagia ,karena bisa membuat lelaki yang dicintainya merasa menginginkan nya lagi.


Malam tanpa terasa sudah hampir menjelang jam empat pagi, barulah mereka selesai.


Alexander tidak tahu entah dari mana tenaganya serasa tidak ada merasakan lelah, dia ingin lagi dan lagi.


Melihat Clara kecapekan baru lah dia berhenti, mengecup seluruh wajah Clara dengan rasa sayang yang semakin mendalam.


Alexander menarik selimut untuk menutup tubuh mereka yang polos.


Menarik Clara kedalam pelukannya, dan mereka pun mulai terlelap.


...****************...


Esoknya Alexander lebih dulu bangun, ternyata sudah jam sembilan pagi.


Clara masih terlelap di pelukan nya, terlihat sangat nyaman.


Alexander tersenyum melihat wajah Clara yang tertidur dengan mulut sedikit terbuka.


Di kecupnya kepala Clara.

__ADS_1


" Istriku...kau tetap cantik dengan pose seperti apa pun " gumamnya.


Berlahan Alexander mencoba bangkit, dia membuka selimut.


Dan tampaklah tubuh polos mereka berdua, dan tubuh Clara yang penuh dengan tanda merah.


Tanpa sadar dia merasakan ereksi lagi. Uh, jangan lagi, bisik hatinya, kasihan Clara kecapekan.


Dia mencoba meredakan ereksi nya, menarik nafas panjang-panjang, dan mengeluarkan berlahan. Beberapa kali dia melakukan nya, sampai ereksi nya turun.


Alexander tersenyum mengelus tanda yang dia buat ditubuh Clara.


" Sebegitu bernafsunya kah aku, sampai semua merah dengan hasil karya ku " gumamnya mengelus dada Clara yang indah.


Mata Alexander melihat noda darah di sprei, terlihat sangat banyak.


" Aku kan sudah hati-hati..., kenapa darah nya banyak?" pikir Alexander semakin membuka selimut untuk melihat.


" Pasti sangat sakit " Alexander mengelus perut Clara lembut dan kemudian mengecup dibawah pusar Clara.


" Maaf kan aku sayang..." gumamnya.


Dia kembali menyelimuti tubuh Clara. Dengan pelan dia turun dari tempat tidur.


Alexander masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Selang sepuluh menit kemudian Alexander selesai mandi. Dia turun kebawah ingin membuat sarapan buat Clara.


" Tuan...sarapan sudah siap dimeja makan " sahut Pelayan.

__ADS_1


Alexander pun kemudian sarapan sendirian.


Setelah sarapan dia pergi ke dapur.


" Anda mau apa Tuan, biar saya yang kerjakan " sahut Pelayan pada Alexander.


" Tidak apa-apa..., biar aku sendiri yang buat, aku mau buat sarapan untuk Clara " ujarnya datar.


Alexander memeriksa kulkas, dia mengambil fillet daging ayam dan sayuran.


Dia mulai memasak bahan tersebut, dia memang tidak bisa memasak.


Dia mau mencoba karena ingin membuat sarapan buat istri tercinta.


Dua puluh menit dia habis kan di dapur memasak untuk sarapan Clara.


Walaupun belum pernah memasak, meja dapur terlihat tidak berantakan.


Alexander membersihkan peralatan yang dia pakai memasak tadi.


Meletakkan makanan yang telah selesai di masaknya ke atas nampan.


Membuat segelas susu hangat, dan segelas jus tomat.


Alexander pun bergegas membawa makanan tersebut ke kamar Clara.


Sesampai di kamar Clara belum bangun, dia terlihat masih tertidur dengan nyamannya.


Mungkin di karenakan pergulatan mereka tadi malam membuat Clara sangat letih.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2