Kau satu-satunya yang berharga

Kau satu-satunya yang berharga
46.


__ADS_3

Clara berlahan menggeliat kan badan nya, terasa sangat pegal dan perih dibawah sana.


Dia membuka matanya, ternyata hari sudah sangat siang.


" Pagi sayang...sudah bangun " suara bariton terdengar di samping nya.


Clara menoleh, dilihat nya Alexander telah rapi.


" Aku kesiangan bangun " kata Clara tersipu, dia berusaha bangkit untuk duduk.


Selimut yang menutupi tubuhnya merosot kebawah begitu dia duduk.


Dan tentu saja memperlihatkan tubuhnya yang masih polos.


Wajah Alexander memerah melihat tubuh Clara tersebut, terlihat sangat menggoda.


" Sini biar ku bantu membersihkan badan " Alexander meraih tubuh Clara.


" Aduh " Clara meringis.


" Kenapa?"


" Sakit "


Alexander mengecup ujung kepala Clara.


" Maafkan aku sayang..." ucapnya memeluk Clara.


Clara membalas pelukan Alexander.


" Kalau sudah terbiasa, nanti juga tidak akan sakit lagi " kata Clara.


" Oh begitu...berarti kita harus sering melakukan nya supaya tidak sakit lagi " kata Alexander bersemangat.


Clara menepuk punggung Alexander.


" Bukan begitu maksud ku....bukan harus sering-sering " pipi Clara memerah.

__ADS_1


" Tapi kan biar tidak sakit lagi..." goda Alexander.


" Aku lapar " Clara mengalihkan pembicaraan.


" Baiklah...ayo mandi dulu " Alexander dengan ringan membopong Clara masuk ke kamar mandi.


Alexander mendudukkan Clara di wastafel untuk sikat gigi.


Setelah selesai, berlahan memasukkan tubuh Clara ke dalam bathtub yang telah di isinya dengan air hangat.


Alexander membantu Clara membersihkan badan, menggosok punggung nya dengan lembut.


Setelah selesai meraih bath robe, dan memakaikan pada tubuh Clara.


Mengambil handuk untuk rambut Clara yang basah.


Lalu kembali membawa membopong Clara masuk kamar. Dengan lembut meletakkan Clara duduk di depan cermin.


Clara diam saja dengan apa yang Alexander lakukan, dulu sewaktu kecil dia juga pernah di urus Alexander seperti ini.


" Rambut mu sangat indah sayang...sangat lembut " kata Alexander mengelus rambut Clara.


Clara tersenyum memandang Alexander dari cermin, dia menatap Pamannya yang sekarang telah menjadi suaminya tersebut.


Terlihat sangat hati-hati mengeringkan rambutnya.


Setelah selesai, Alexander mengangkat Clara duduk di tempat tidur.


Mengambil makanan yang tadi dimasak nya.


" Sarapan lah...tubuh mu masih lelah sayang...yang banyak makan supaya cepat pulih "


" Iya sayangku.." ucap Clara patuh.


Alexander membelai rambut Clara. Di raihnya gelas susu, kemudian menyuapkan pada Clara.


Clara meminum susu hangat tersebut sampai habis.

__ADS_1


Kemudian menyantap sarapan nya.


"Emm... enak " kata Clara mengunyah sarapan nya.


" Apakah cocok di lidahmu?" tanya Alexander.


" Iya enak "


" Makanlah yang banyak, lain kali aku akan buat untuk mu "


" Apakah sayangku yang memasaknya?" Clara tidak percaya Alexander bisa masak juga.


" Iya.. tapi lebih enak masakan buatan mu sayang.." kata Alexander mengecup pipi Clara.


" Tidak, ini sangat enak...daging nya terasa sangat lembut, dan aroma bawang nya terasa wangi, dan sayur nya tidak terlalu matang, tekstur warnanya terlihat segar " Clara memandang masakan Alexander, matanya meneliti setiap bahan yang dimasukkan Alexander pada masakan tersebut.


Alexander tersenyum mendengar pujian Clara tersebut.


" Ternyata aku ada bakat memasak juga ya " Alexander menyeringai memperlihatkan giginya yang rapi.


Clara menghabiskan sarapannya, dan terakhir meminum habis jus tomat.


Alexander menyingkirkan piring dan gelas kosong tersebut ke atas nampan.


Dan kemudian menekan bel.


Setelah itu Alexander mengambil pakaian Clara beserta pakaian dalam nya.


Pintu kamar ada yang mengetuk, Alexander membawa nampan dan membuka pintu.


Memberikan piring dan gelas kosong pada Pelayanan.


Kemudian membantu Clara memakai baju.


Clara sangat senang diperlakukan Alexander seperti itu, dia merasa sangat dimanjakan, dia sesekali mengecup pipi Alexander sambil mengatakan terimakasih.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2