Kau satu-satunya yang berharga

Kau satu-satunya yang berharga
09.


__ADS_3

Mungkin karena lelah bekerja seharian, Clara merasa ngantuk. Apalagi dengan berendam di bathtub membuat dia jadi terasa rileks. Dan matanya pun terasa sangat berat, berlahan lahan terpejam.


Dua jam berlalu kamar mandi sepertinya tidak ada pergerakan. Sunyi.


Alexander sudah dari tadi kembali dan telah memakai piyama, duduk bersandar ditempat tidur sambil memeriksa berkas berkas yang sengaja di bawa untuk di periksa.


Seperti nya masalah Hotel di kota T tidak ada masalah, saham semakin naik dan pengeluaran terkendali sempurna. Dia nampak puas.


Alexander memandang pintu kamar mandi, dia merasa Clara sudah terlalu lama mandi. Dan ini sudah mulai larut, apa dia tidak merasa dingin pikirnya. Dia melirik jam, sudah jam 11 malam.


Berlahan dia turun dari tempat tidur, memakai sandal dan berjalan menuju pintu kamar mandi.


"Clara.. " panggilnya seraya mengetuk pintu kamar mandi.


Tidak ada jawaban. Sunyi.


"Clara... " kembali Alexander memanggil.


Tetap sama tidak ada jawaban. Wajah Alex pun sudah mulai panik. Dia menggedor-gedor pintu kamar mandi seraya memanggil nama Clara. Tidak ada jawaban.


Alexander pun benar-benar panik. Pintu kamar mandi di dorongnya, tidak terbuka. Terkunci.


Dengan sekuat tenaga dia mendobrak pintu kamar mandi dengan membanting tubuh nya ke pintu tersebut, dan untung lah berhasil.


Pintu pun terbuka lebar dan nyaris copot dari engselnya.


Nampak Clara di bathtub berbaring, dengan kepala tergolek di kepala bathtub dengan menghadap ke langit langit kamar mandi dengan mata terpejam.


Tangannya menjuntai keluar di sisi kanan dan kiri bathtub. Mulut nya sedikit terbuka. Dia nampak tidur begitu nyenyak nya.


Alexander menghela nafas lega. Ternyata Clara ketiduran, dia nampaknya sangat kelelahan.


Sudah lama tidak berendam di bathtub membuat dia begitu rileks, jadi ketiduran.


Alex tersenyum melihat Clara yang tampak begitu imutnya. Jantung nya tadi benar benar berdegup kencang ketakutan, takut Clara kenapa kenapa di dalam kamar mandi.


Kalau Clara terluka, dia tidak bisa memaafkan dirinya. Hanya tinggal Clara lah satu satunya keluarganya, harta peninggalan kakak angkatnya. Harta yang paling berharga di hidupnya.


Berlahan Alexander mendekati bathtub, berjongkok di pinggir bathtub. Menatap wajah Clara yang begitu cantik, terlihat begitu tenang dan damai.


Gadis kecilnya telah menjelma menjadi gadis yang sangat cantik. Alexander menatap mulut Clara yang menganga, dia terkekeh gemas melihat ada air liur yang mengalir.

__ADS_1


Berlahan jemari Alex melap air liur Clara. Tanpa sadar jari jempolnya menelusuri bibir Clara, terasa lembut di sentuhnya.


Bibir yang polos, belum tersentuh oleh pria mana pun. Seperti ada aliran listrik menyengat jemarinya yang menyentuh bibir Clara tersebut, dan secepat kilat menjalar ke jantungnya. Menimbulkan percikan percikan kembang api di perutnya.


Perasaan apa ini, pikir nya. Dia bingung sendiri dengan dirinya. Ada rasa nyaman dia melakukan itu. Terasa menyenangkan sampai ke ulu hati nya.


Alex merapat ke bathtub, tanpa sadar tangan Clara yang terjuntai tersentuh dan terasa sangat dingin. Oh, tidak! bisiknya, Clara sangat dingin... sudah lama dia di air.


Alexander menarik handuk, mengangkat tubuh telanjang Clara. Dan secepat kilat menutup nya, membalut tubuh Clara hati hati.


Dengan hati hati Alexander meletakkan tubuh Clara ke tempat tidur.


Dia mengambil kemeja nya dari lemari pakaian, dia ingin yang praktis dan cepat untuk menutup tubuh Clara.


Dan dia pun menarik handuk basah yang membalut tubuh Clara. Lalu menarik selimut tebal menutup tubuh Clara.


Alexander mematikan lampu kamar, kemudian menyalakan lampu tidur. Dan kemudian bergabung tidur dengan Clara, dipeluknya Clara penuh sayang, mengecup puncak kepalanya.


"Selamat tidur gadis kecilku....,tidur yang nyenyak, paman akan selalu menjagamu...mulai malam ini paman tidak akan pernah meninggalkan mu lagi " ucap Alexander memeluk Clara posesif.


Berlahan Alexander pun memejam kan matanya, dan ikut terlelap seperti Clara.


Mata Clara berlahan terbuka, dia melihat ada silau sinar matahari dari celah jendela masuk ke dalam kamar, tidurnya malam ini terasa sangat nyenyak sekali.


Tubuhnya begitu terasa nyaman, rasanya dia ingin tidur lagi. Ini begitu sangat nyaman, dan bau ini kenapa sangat enak sekali di hirup hidungnya.


Dia mengendus bau itu, dia tanpa sadar tersenyum. Dan menempelkan wajahnya untuk menghirup bau itu lebih dalam lagi. Meraba tempat bau tersebut, terasa sangat nyaman disentuh jemari nya.


Jemari nya merasakan kulit yang keras dan berbulu, jemarinya berlahan naik ke atas. Dia seperti meraba leher seseorang dan jakun yg menonjol besar, dan penasaran lebih naik lagi ke atas.


Dia menyentuh rahang yang tegas penuh berewok, agak kasar tapi sangat nyaman di elus.


" Hhemm... " suara serak bariton terdengar ditelinga nya, suara pria.


Refleks Clara membuka matanya, dia pun terperangah tak percaya dengan apa yang di ada di depannya.


Dia memeluk pamannya, paman Alexander. Pria pujaan hati nya. Kenapa dia ada di tempat tidur, sejak kapan dia sudah ada di tempat tidur sembari memeluk pamannya.


Dia ingat dia berendam di bathtub, dan tertidur! Astaga, pasti paman yang mengangkat dia dari kamar mandi.


" Selamat pagi gadis kecilku... " sapa Alexander tersenyum, dia pun terbangun akibat rabaan Clara di leher nya tadi, " Kau sudah bangun "

__ADS_1


Pipi Clara memerah di tatap pamannya sambil tersenyum. Senyuman itu membuat jantungnya tiba-tiba berdegup, dia cepat cepat menjauh dari tubuh pamannya.


"Ke.. kenapa aku ada ditempat tidur paman? " tanya nya malu. Dia melihat ke tubuhnya, dia memakai kemeja pamannya. Dan..., dia tidak memakai apa apa di balik kemeja tersebut.


Matanya terbelalak kaget, reflek dia menarik selimut menutup tubuhnya. Pipinya semakin bersemu merah menahan malu.


"Tadi malam kau ketiduran di bathtub, jadi paman angkat ketempat tidur..., kau nampak nya kecapekan, hari ini jangan lagi bekerja...kau tidak perlu bekerja lagi cari uang... duduk manis saja di rumah, paman saja yang bekerja.. " kata Alex " kalau mau butuh apa bilang saja... paman akan beri "


"Aku sudah biasa kerja paman... rasanya tidak enak bersantai santai.. "


"Tidak... paman tidak setuju, kau nona Genius tidak boleh bekerja, kau hanya pantas menghabiskan uang paman saja... itulah kerjaan mu, memanjakan diri itu tugas mu.. "


" Tidak... aku punya cita cita paman.. "


"Sudah.. nanti kita bicarakan lagi, hari sudah siang.. kau harus sarapan " Alex bangkit dari tempat tidur, berjalan ke jendela, membuka gorden jendela. Membuka jendela, dan udara pun pagi pun masuk kedalam kamar.


Alexander memencet bel kamar. Tak berapa lama pintu kamar pun ada yang mengetuk. Alexander membuka pintu, seorang pelayan membawa baki berisi sarapan.


Alexander menerima baki tersebut, dan kembali menutup pintu kamar.


"Ayo... sarapan dulu " kata Alex meletakkan baki ke atas nakas.


Clara masih tidak bergerak, dia masih melilitkan selimut ke tubuh nya. Dia malu karena merasa masih telanjang, dia merasa kemeja Alex yang di pakainya terasa tipis. Dadanya tercetak jelas.


Sepertinya Alex tahu dengan sikap Clara, risih dengan keadaannya yang hanya memakai kemeja saja. Dia pun mengambil jas piyama.


"Pakai ini " katanya.


Clara menerima jas piyama tersebut.


"Kau istirahatlah hari ini..., nanti malam paman mau ajak kau menghadiri suatu acara "


Mereka pun mulai sarapan bersama. Hati Alex sangat bahagia dengan suasana ini, dia ingin selamanya seperti ini.


Bersambung.....


Hai para reader.....


Semoga terhibur dengan Novel saya yang pertama kali.....


Mohon dukungannya.... 😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2