
Clara merasakan tubuhnya terasa sangat pegal.
Berlahan dia menggerakkan tubuhnya, berbalik kesamping. Tangannya menggapai tempat kosong.
Berlahan dia buka matanya, melihat suaminya sudah tidak ada disamping nya.
Dia melihat jam di nakas, sudah jam sepuluh pagi.
Clara terbelalak dan reflek bangkit dari tidurnya. Dia pun duduk tegak.
Dia terkejut melihat tubuhnya yang polos, ditarik nya kembali selimut untuk menutup tubuhnya.
" Anda sudah bangun Nona.." sebuah suara terdengar dari pintu kamar mandi.
Clara menoleh melihat Nina keluar dari kamar mandi.
" Aku sudah mengisi bathtub dengan air hangat, silahkan kalau anda ingin mandi Non.. aku akan siapkan baju anda...Bibi Melinda lagi memanaskan kembali sarapan anda yang sudah dingin " kata Nina.
Lalu beranjak ke jendela, membuka gorden jendela.
Cahaya matahari pun masuk kedalam kamar.
" Aku kesiangan " kata Clara malu.
" Tuan Alexander pesan anda tidak boleh dibangunkan...dia ingin agar anda banyak istirahat " kata Nina.
Clara turun dari tempat tidur dengan membawa selimut melilit tubuhnya.
Dia masuk ke kamar mandi, mengunci pintu kamar mandi.
__ADS_1
Dia lihat bathtub telah terisi air hangat.
Clara melepaskan selimut yang menutup tubuhnya, meletakkan di dalam keranjang baju kotor.
Dia pun kemudian sikat gigi, setelah itu baru masuk ke dalam bathtub.
Tubuhnya yang pegal terasa nyaman begitu terkena air hangat, rasanya seperti mengurut kulit nya.
Clara mulai menggosok tubuhnya dengan air yang bersabun. Lima belas dia berendam dan menggosok tubuhnya.
Setelah bersih dan memakai handuk, dia pun masuk kamar.
Kamar terlihat sudah rapi, sprei telah diganti dengan yang baru beserta selimut baru.
Baju Clara telah diletakkan Nina di atas tempat tidur.
Setelah rapi dan mengeringkan rambutnya, Clara pun turun untuk sarapan.
Sebab jam sudah menunjukkan jam sebelas siang.
Bibi Melinda telah menyediakan sarapan nya yang sudah hangat dimeja makan.
" Makan yang banyak Nona..." sahut Bibi Melinda memasuki ruang makan, membawa segelas susu hangat pada Clara.
Meletakkan gelas susu didepan Clara.
" Minum dulu susunya Non..." kata Bibi Melinda.
" Baik Bi..." Clara meraih gelas, dan meneguk susu sampai habis.
__ADS_1
Bibi Melinda mengambil gelas yang kosong, dan menjauhkan nya dari depan Clara.
Clara pun mulai makan.
Tiba-tiba Cindy masuk ke ruang makan.
" Wah...ini sudah jam berapa, kau siang juga bangunnya ya?" tanyanya pada Clara tanpa menyapa selamat siang atau pagi pada Nyonya rumah.
Wajah Bibi Melinda langsung menggelap mendengar perkataan tamu mereka yang kelihatan nya sudah mulai lancang.
Clara biasa saja mendengar perkataan Cindy tersebut. Dia hanya tersenyum saja menanggapi.
" Kak Alexander pagi sekali sudah bangun...biasanya apakah dia akan pulang untuk makan siang?"tanya nya lagi seraya menarik satu kursi dan duduk didepan Clara.
Bibi Melinda yang melihat Cindy yang tidak ada rasa segan sedikit pun sudah mulai merasa tidak suka.
" Maaf Nona Cindy...bisa tolong jangan diganggu dulu Nona kami sarapan, silahkan membawa anak anda dulu jalan-jalan di taman belakang.." kata Bibi Melinda dengan tekanan nada mendominasi.
" Oh.." Cindy jadi merasa kikuk juga dengan kata-kata Bibi Melinda tersebut.
Dia pun bangkit.
" Maaf " sahut nya memandang Clara.
Clara hanya tersenyum saja.
Setelah Cindy pergi, dia pun jadi terbengong melihat keberanian Cindy yang menegurnya.
Sebagai tamu di rumah ini Cindy sudah termasuk lancang.
__ADS_1
Bersambung.....