Kau satu-satunya yang berharga

Kau satu-satunya yang berharga
47.


__ADS_3

Alexander tidak memperbolehkan Clara untuk melakukan pekerjaan apa pun, dia ingin Clara bersantai dan beristirahat yang banyak.


Alexander menarik sprei yang kena noda darah Clara.


Menggantinya dengan yang baru.


Sementara Clara hanya duduk saja di sofa melihat semua apa yang dikerjakan Alexander.


Alexander membawa sprei tersebut ke bawah, lalu memasukkan nya ke dalam mesin cuci.


Dan selanjutnya tugas Pelayan yang akan membereskan nanti.


Alexander kembali menemui Clara di kamar.


" Nanti malam tidur dikamar utama saja " kata Alexander memaksudkan kamar tidur nya.


" Ya suamiku..." kata Clara patuh.


" Sayang...aku mau keluar dulu, masih ada urusan yang mau diselesaikan, mungkin malam baru pulang...yang banyak istirahat ya" Alexander mengelus kepala Clara.


" Iya suamiku " angguk Clara.


" Aku pergi dulu ya, Nicolas sudah menunggu dari tadi "


" Iya "


Alexander mencium bibir Clara, setelah itu barulah pergi meninggalkan Clara. Menutup pintu kamar pelan.


...****************...


Bakk!! Bukk!!


Suara tinju dan tendangan terdengar didalam gedung bawah tanah, dan suara yang mengaduh kesakitan terdengar bergema di ruangan tersebut.

__ADS_1


Alexander tampak tidak lelah sedikitpun, sudah dua puluh menit dia menghajar Jhonatan.


Wajah Jhonatan sudah tidak berbentuk lagi. Darah sudah mengucur dari mulut Jhonatan yang luka.


" Bajingan!!" teriak Alexander menggeram, " Kalian akan membayar semua yang telah kalian lakukan pada Kakak ku "


" Brengsek!!"


Bukk!!


Tinju Alexander mendarat lagi pada wajah Jhonatan.


Seperti merasa tidak bersalah Jhonatan hanya menyeringai mendengar perkataan Alexander.


Bukk!!!


Satu tinju yang cukup keras mendarat di perut Jhonatan, dan spontan membuat Jhonatan memuntahkan darah.


" Kalian telah merancang kematian Kakak ku, tapi kau merasa tidak bersalah dengan apa yang kalian perbuat , dasar brengsek!!!" teriak Alexander dengan keras, wajahnya sudah menggelap.


" Kalian membunuh Kakak ku, dan menginginkan kan Clara untuk kalian kuasai... mimpi, selagi ada aku seujung rambutnya kalau ada yang menyentuh...akan ku habisi!!"


Alexander menjambak rambut Jhonatan untuk mendongakkan wajahnya.


" Akan ku pastikan kalian akan mendekam dipenjara seumur hidup " kata Alexander dengan tajam.


Lalu menghempaskan wajah Jhonatan dari jambakannya.


Lalu mengambil kain, dan kemudian mengelap tangannya. Dan membuang kain tersebut ke tong sampah.


" Kau hanya orang asing, anak jalanan...tidak layak menyandang nama Genius...Kau tidak berhak menjadi wali Clara " Jhonatan mencibir dengan seringai nya yang mencemooh.


Plakk!!!!

__ADS_1


Satu tamparan yang cukup keras mendarat di wajah Jhonatan.


Dan cukup membuat tanda telapak tangan Alexander terbentuk di pipi Jhonatan.


Alexander dengan wajah dingin yang sangat sadis menatap Jhonatan tajam.


Dia tidak suka nama Clara keluar dari mulut Jhonatan. Darahnya mendidih.


" Ha..ha..haa " Jhonatan tertawa sinis, dia terlihat tidak takut, " Apakah kau ingin membuat dia menjadi baby sugar mu?"


Bukk!!!


Bukk!!!


Bukk!!!


Alexander menghajar kembali Jhonatan dengan membabi buta. Dan satu tendangan yang cukup kuat membuat Jhonatan terlempar.


" Kau jangan mencoba-coba menghina istriku... ku koyak nanti mulutmu itu!!!" ujar Alexander dengan mata berapi-api.


Jhonatan sangat terkejut mendengar kata 'Istriku' yang di ucapkan Alexander.


Dia mencoba bergerak dari lantai, dia mendongakkan kepalanya memandang Alexander.


" Kau sialan....!!!" teriaknya, " Kau dasar tua...tidak pantas untuk Clara, memang kau sudah merancang nya dari dulu kan ingin menguasai harta Pamanku "


" Siapa Paman mu, kau tak pantas menyebutnya Paman mu, kau orang asing yang tidak ada hubungan darah dengan Abang iparku "


" Nicolas bagaimana dengan semua nya, apakah sudah beres " Alexander mengalihkan pandangannya pada Nicolas.


" Sudah Tuan "


" Bagus "

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2