Kau satu-satunya yang berharga

Kau satu-satunya yang berharga
44.


__ADS_3

Alexander berlahan membuka pintu, dilihat nya Clara telah meringkuk di bawah selimut.


Dan terlihat sudah tidur dengan nyenyak nya.


Dia pun melangkah masuk, menutup pintu pelan.


Alexander tersenyum memandang Clara, terlihat sangat cantik dengan wajah damainya.


Dia pun berlahan membuka selimut untuk bergabung tidur dengan Clara.


Saat selimut disingkap nya, tubuh nya membeku tidak bergerak.


Apa ini? pikirnya menatap tubuh Clara di balik selimut yang di bukanya.


Glek! Alexander menelan ludahnya tanpa sadar.


Wajahnya merona, tatapannya menelusuri tubuh Clara yang memakai lingerie, begitu menggoda.


Dari mana dia mendapatkan baju ini? pikirnya lagi.


Alexander pun teringat tadi sore di Taman hiburan teman Clara memberikan satu paper bag pada Clara.


Apakah ini hadiah yang diberikan temannya tadi? bisik hatinya, aku akan memberikan hadiah juga kepada nya lagi nanti, dia sudah melakukan hal bagus.


Alexander tersenyum, dia terlihat begitu senang.


Berlahan dia naik ketempat tidur, dia mengelus wajah Clara lembut.


" Istriku.. kau begitu menggoda, aku sangat mencintaimu " Alexander mengecup bibir Clara, lalu berlahan bibir nya turun ke bawah.

__ADS_1


Dihirup nya aroma tubuh Clara, lalu mengecup leher Clara memberi tanda di sana.


Tangannya yang biasa dia tahan tidak ingin melakukan hal jauh lagi, sekarang sudah berani beraksi.


Berlahan jemari tangannya menelusuri betis Clara, lalu berlahan naik ke atas.


Ini sangat menyenangkan, bisik hatinya, sangat lembut, " Tubuhmu sangat lembut sayang..." gumam Alexander.


Alexander meraba paha Clara dan berlahan kebelakang, tubuhnya terasa meremang, dia seperti minum anggur yang memabukkan.


Tubuh Clara terasa lembut di telapak tangannya, dia merasa terbang.


Saat dia menyentuh bagian belakang Clara, tubuhnya menegang, di sana tidak ada pakaian apa-apa.


Clara tidak memakai pakaian dalam.


" Oh sayang....,aku sudah mau gila rasanya, kau benar-benar sangat menggoda " gumam Alexander serak.


Sensasi yang dirasakannya sangat enak, dia bergumam tanpa sadar.


" Sayang.... " gumam Alexander diantara cumbuannya.


" Sayangku..." Clara berlahan membuka matanya, dia mendengar suara Alexander.


" Iya sayang...kau menggodaku, kau sengaja memakai pakaian ini untuk menggoda ku ya " suara Alexander terdengar sangat parau.


" Hemmm.... " Clara merasa perut nya seperti ada kupu-kupu berterbangan, belaian tangan Alexander membuat tubuhnya mendamba.


Tangan Alexander mengelus punggung Clara, dan kemudian meloloskan lingerie tersebut dari tubuh Clara.

__ADS_1


Mata Alexander nanar menatap tubuh polos Clara, wajahnya semakin memerah terpesona dengan keindahan tubuh Clara.


Alexander menanggalkan piyamanya. Tubuh mereka berdua akhirnya sama-sama polos.


" Sayangku...suamiku " ucap Clara serak.


" Iya sayang..." Alexander mencium dada Clara dengan lembut.


" Pelan-pelan..." gumam Clara.


" Iya sayang..."


Alexander menuntun Clara dengan penuh kelembutan, dia tidak ingin melakukan nya dengan tergesa-gesa.


Ini pertama buat Clara, dan ini pertama buat Alexander merasakan gadis yang masih perawan.


Malam terasa panjang bagi mereka, Alexander berjuang untuk membuat Clara jangan sampai menjerit kesakitan.


Dia benar-benar merasa sangat bahagia, benar-benar bahagia. Cinta nya pada Clara menjadi semakin berlipat ganda.


Di kecupnya mata, hidung, dan bibir Clara dengan penuh cinta.


Saat perjuangan itu berhasil, Clara menjerit, dan Alexander dengan penuh sayang mengecup bibir Clara.


Alexander rasanya mau gila merasakan sensasi yang belum pernah dirasakan nya saat ini, ini benar-benar berbeda dengan wanita-wanita yang dulu pernah ditidurinya.


" Sayang...aku sangat mencintaimu " gumamnya serak.


Alexander merasakan bau amis membanjiri sprei tempat tidur.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2