
Clara termenung di kursinya, dia merasakan ada sesuatu yang lain pada teman masa kecil suaminya itu.
Sepertinya wanita itu lebih tertarik untuk membicarakan tentang Alexander.
Apakah dia terlalu bermurah hati menolong seorang wanita yang sedang dalam kesulitan, yang ternyata ada maksud tertentu pada suaminya.
Clara merasa jadi bingung, apa dia terlalu bodoh atau terlalu terbawa perasaan melihat orang yang dalam kesulitan.
Dia pernah merasa tersakiti dan di hina.
Karena itulah dia mau menerima teman masa kecil suaminya untuk menginap sementara di Mansion mereka.
Clara mencoba berpikiran positif, mungkin dia terlalu berprasangka. Mungkin teman masa kecil Alexander hanya menganggap bahwa suaminya adalah keluarga yang sudah lama tidak bertemu.
Jadi wajar saja selalu akan menanyakan tentang Alexander.
" Nona...Bibi merasa wanita itu agak aneh " kata Bibi Melinda berbisik disamping Clara.
" Apakah Bibi ada melihat dia melakukan sesuatu yang mencurigakan?" tanya Clara.
" Perkataan nya yang mencurigakan, dan sikapnya pada Tuan Alexander "
__ADS_1
Tiba-tiba Cindy masuk ke ruang makan membawa segenggam besar bunga mawar.
" Hai Clara...Tante memetik bunga mawar dari taman, Tante lihat bunga didalam vas sudah pada layu...Tante ingin menggantinya " katanya sembari tersenyum.
Mengambil vas bunga yang ada dimeja makan. Dan membuang bunganya ke tong sampah, dan mengganti dengan bunga yang baru dipetiknya.
Apa-apaan dia! Bibi Melinda melotot kaget dengan tindakan Cindy tersebut.
Itu bunga kan belum layu, semalam baru diganti sama Non Clara, bisik hati Bibi Melinda.
" Maaf Non Cindy...saya merasa anda tidak perlu untuk mengurus masalah seperti ini " kata Bibi Melinda sudah tidak tahan lagi.
" Kenapa? saya hanya mencoba membantu, kedepannya kan saya akan banyak untuk membantu memperhatikan ke adaan Mansion agar terlihat rapi dan indah " kata Cindy tanpa merasa bersalah dan terus saja menaruh bunga dan menatanya ke dalam vas.
" Nyonya rumah kan belum ada..., jadi saya membantu Alexander untuk mengatur Mansion " kata Cindy dengan wajah yang penuh keyakinan.
" Nyonya rumah disini adalah Nona Clara " sahut Pak tua Jacob, nada bicara nya terdengar begitu tajam.
Cindy menghentikan gerakan tangannya menata bunga didalam vas.
Dia kemudian menoleh pada Clara.
__ADS_1
" Dia masih kecil...belum bisa menjadi Nyonya " kata Cindy dengan nada yang sedikit mencela.
Clara ternyata sangat bodoh, dia telah tertipu dengan wajah memelas Cindy kemarin.
Baru satu hari dia menumpang disini, sudah menunjukkan maksud tujuannya.
Sebagai Nyonya rumah dia harus menunjukkan kekuasaannya pada siapapun yang ada dalam Mansion nya.
" Maaf Tante...saya rasa itu tidak perlu, saya baru mengganti bunga tersebut semalam sore, dan saya rasa Tante tidak perlu mengurus urusan rumah tangga saya " kata Clara tegas.
Cindy menghentikan tangannya. Dia merasa tidak suka saat Clara mengatakan rumah tangganya.
" Kau hanya seorang keponakan...tidak pantas bicara seperti itu pada orang yang lebih tua padamu..., Alexander adalah kakakku...kami sudah bersama sejak bayi dan tinggal satu rumah yang sama semasa kecil " kata Cindy datar.
Semakin besarlah kecurigaan Clara apa tujuan wanita tersebut sebenarnya untuk tinggal sementara di Mansion mereka.
Wajah Bibi Melinda semakin menggelap mendengar perkataan Cindy.
Sementara Pelayan lain sangat shock mendengar perkataan wanita tersebut, dia hanya seorang tamu yang menumpang sementara.
Tapi sangat lancang hanya karena teman masa kecil majikan mereka.
__ADS_1
Bersambung......