Kau satu-satunya yang berharga

Kau satu-satunya yang berharga
76.


__ADS_3

Wajah dingin Alexander yang sudah maksimal semakin menakutkan.


" Siapa kau berani menghina istriku...perempuan brengsek, kau sudah berani menyentuh kulit istriku...kau perempuan sinting!!!"


Plakkk!!


Alexander menampar wajah wanita tersebut, dan tubuhnya terpental kelantai.


" Alex...kau kejam, aku mencintaimu...kau tidak ingat kita pernah dekat dulu diluar negeri " teriak wanita tersebut sambil memegang pipinya yang ditampar Alexander.


" Aku tidak kenal denganmu...jangan menghayal mau mendekati ku, kau tidak pantas...setiap inci tubuh istriku yang kau sakiti akan ku balaskan " Alexander melangkah mendekati wanita tersebut.


" Tidak...tidak jangan Alex!!" teriak wanita tersebut seraya mundur ketakutan.


" Kau berani memanggil namaku dengan mulut kotormu...menjijikkan!!" Alexander menampar wajah wanita tersebut dengan keras sampai giginya tanggal satu dan darah keluar dari mulutnya.


" Kau telah menyakiti orang yang paling berharga dihidupku....tanpa rasa kemanusiaan kau memperlakukan dia seperti sampah, dan bahkan ingin membunuhnya!!?" mata Alexander yang marah bagaikan api yang menyala menatap wanita tersebut dengan tajam.


Alexander menendang wanita tersebut tanpa belas kasihan, dan terpental hampir membentur tembok gudang.


Darah semakin banyak keluar dari mulut wanita tersebut.


Alexander kemudian menghampiri Clara yang masih terikat.


" Sayang..." panggilnya tercekat, Alexander begitu tertekan melihat keadaan istrinya tersebut.

__ADS_1


Dia melepaskan ikatan di tangan Clara.


Alexander melihat pergelangan tangan Clara lecet karena diikat begitu ketat.


Alexander tidak tahu mau bereaksi bagaimana lagi, yang jelas mode on pysco kembali tergambar diwajahnya.


Tangan Clara yang sangat lembut begitu mengenaskan, membuat jantung Alexander seperti ditusuk jarum. Sangat menyakitkan.


Istrinya yang lembut, yang tidak punya salah apapun diperlakukan seperti ini. Ini membuat dia naik darah lagi.


Alexander menerjang kembali pria yang terlihat bergerak dilantai.


Dadanya penuh dendam, dia harus menuntaskannya, kalau tidak ini sangat menyakitkan kalau ditahan terus.


Dan terakhir dia mematahkan tangan mereka.


Krakk!!!


Suara tulang patah terdengar jelas saat Alexander memelintir tangan para lelaki tersebut.


Dan suara lolongan kesakitan terdengar begitu sangat memilukan keluar dari mulut mereka.


Wanita yang tadi yang telah terlempar, semakin gemetar ketakutan dengan hebatnya.


Dia melihat aksi Alexander menghajar dan menghabisi anak buahnya tanpa belas kasihan, dia jadi menyalahkan diri karena menyinggung seorang iblis.

__ADS_1


Ternyata benar kata Clara jangan menyinggung Alexander, kalau tidak dia akan menerima akibatnya.


Dia telah salah, dia salah menyukai pria yang sangat diinginkan semua wanita ternyata seorang monster.


Dia ternyata sangat bodoh, bermain-main dengan hidupnya yang mengira akan sesuai rencananya.


Alexander tidak bisa disentuh dan didekati.


Wanita tersebut mundur ketakutan melihat Alexander berjalan mendekatinya.


Wajahnya yang telah berlumuran darah terlihat semakin pucat.


" Apakah kau dalang dibalik semua ini?!" tanya Alexander begitu dinginnya memandang wanita tersebut dengan jijik.


" Maaf...maafkan aku Tuan, a...aku salah...aku salah, maafkan aku..." wanita tersebut membungkuk dalam-dalam sampai kepalanya membentur lantai gudang yang kotor.


" Kalau aku terlambat sedikit saja...kira-kira apa yang akan kau lakukan pada istriku yang berharga?! " tanya Alexander mendelik dengan tajamnya memandang wanita yang tengah berlutut padanya memohon ampun.


" Aku salah Tuan...aku memang keterlaluan maafkan aku Tuan..." wanita itu semakin membungkuk ketakutan, tubuhnya gemetar hebat dan berkeringat dingin.


" Katakan!!!" bentak Alexander dengan suara yang menggelegar, dia tidak peduli lagi bahwa yang didepannya seorang wanita yang seharusnya tidak boleh diperlakukan kasar.


" Ak...aku.. i.. ing...in membuat dia sengsara dan... mem.. bu... nuhnya.." suara wanita tersebut bergetar, dia tidak berani lagi melanjutkan kata-katanya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2