
Clara merasakan tangannya terasa sakit dan tidak bisa digerakkan.
Berlahan dia membuka matanya. Sekeliling nya tampak gelap, dan panas.
Clara merasakan tubuhnya terguncang, dan kepalanya pusing.
Dia mencoba memperhatikan dimana dia berada.
Clara mencoba menggerakkan kakinya, sama dengan tangannya juga tidak bisa digerakkan.
Dia melihat posisi nya ternyata meringkuk seperti bola dikurung dalam suatu tempat.
Tangan dan kakinya diikat.
Clara mencoba mengingat-ingat kenapa dia bisa seperti ini.
Akhirnya dia ingat.
Dia dan suaminya melakukan foto prewedding dipantai. Dan ada yang membekap mulut nya saat akan berganti gaun.
Setelah itu tidak ingat lagi, karena dia pingsan.
Dan diapun menyadari bahwa saat ini dia sedang diculik.
Dan dia masih mengenakan gaun pengantin yang belum sempat diganti.
" Sayangku..." gumam Clara mengingat Alexander, dia yakin saat ini suaminya sedang mencarinya.
Clara merasa dia berada dalam kendaraan, dan tempat ini sempit.
Apakah aku berada di bagasi mobil? pikir Clara.
__ADS_1
Clara mencoba tenang, dia tidak boleh panik. Walau jujur dalam hatinya dia mulai takut.
Dia mencoba membayangkan wajah Alexander dalam pikirannya, agar perasaannya tenang, dan juga membayangkan senyuman suaminya yang sangat tampan.
Ternyata manjur, Clara merasa agak tenang.
Dia yakin pada suaminya, pasti secepatnya akan menemukannya.
Tidak berapa lama ruang gelap tersebut tidak berguncang lagi.
Dan dia mendengar suara pintu dibuka.
Dan tempat dia disekap pun terbuka.
Tampak dua orang lelaki menyeringai padanya begitu pintu bagasi dibuka.
" Halo Nyonya Alex...maaf sudah membuat anda sepertinya tidak akan jadi menikah dengan Tuan Alexander " kata salah satu dari mereka.
Oh iya, banyak yang belum tahu kalau dia sudah menikah dengan Alexander.
Seorang penculik membuka tali yang mengikat kaki Clara.
Dan kemudian menarik Clara keluar dari bagasi.
" Siapa kalian?!" tanya Clara berusaha menahan tubuhnya yang didorong untuk berjalan.
" Anda tidak perlu tahu Nyonya...silahkan jalan" kata mereka seraya mendorong kembali Clara agar jalan.
Clara merasa kakinya sakit, ternyata dia tidak memakai sepatunya lagi.
Clara pun tidak ingin mencoba melawan, dia menurut saja dan berjalan masuk ke dalam gudang yang terlihat kumuh.
__ADS_1
Telapak kakinya terasa semakin perih karena menginjak kerikil dan benda-benda kasar ditanah.
Sesampai didalam gudang Clara disuruh duduk di sebuah kursi.
Tangannya yang diikat dibuka, dan kemudian tangannya kembali diikat, tapi diikat kearah kebelakang kursi.
Clara merasa tangannya sangat sakit. Dia meringis merasakan perih di pergelangan tangannya.
Karena hari sudah malam, suasana gudang terasa seram.
Gudang itu hanya diterangi beberapa lampu saja, jadi terasa agak suram.
" Kalau anda mencoba kabur, kami tidak segan-segan akan melakukan kekerasan pada anda Nyonya " kata salah satu pria tersebut.
" Pergi katakan pada Dion...kita sudah berhasil membawa target " sahut salah satu dari mereka.
" Baik " seorang pria tersebut bergegas masuk lebih ke dalam gudang.
Tidak lama kemudian pintu gudang bagian dalam, dimana tadi lelaki itu masuk terbuka lagi.
Dan terdengarlah suara tawa bergema digudang tersebut.
" Kerja bagus... pasti Nona Besar menyukai cara kerja kalian, sangat cepat " tampak seorang pria dengan bekas luka diwajahnya datang mendekat.
Dan dibelakangnya diikuti tiga orang pria lagi.
Clara sudah mulai takut, melihat sekumpulan lelaki tersebut. Tubuhnya mulai gemetar ketakutan.
Tapi dia mencoba tetap tenang. Dia yakin saat ini suaminya sedang menuju kesini untuk menyelamatkan nya.
Bersambung......
__ADS_1