
Alexander membantu Clara untuk berdiri, dan memberikan tisu toilet padanya.
Dengan wajah bersemu merah Clara menerima tisu tersebut, dan menahan rasa malu dia mengelap daerah intimnya dengan tisu.
Dan kemudian membuangnya ke tong sampah.
Alexander mengambil celana bagian dalam Clara yang diletakkannya di wastafel.
" Biarkan aku saja yang pakai sendiri sayangku..." kata Clara meraih celana tersebut dari tangan Alexander.
" Tidak..biar aku bantu pakaikan " Alexander berjongkok.
Clara tidak bergeming, dia tidak mau mengangkat kakinya.
" Sayang..." Alexander menengadah memandang Clara yang mematung.
" Tidak mau..biar aku yang pakai sendiri " Clara menggeleng, wajahnya benar-benar sudah merona.
Alexander berdiri dan kemudian merapat pada Clara.
" Kau tidak perlu malu lagi padaku sayang " bisik Alexander ditelinga Clara, " Aku kan sudah lihat dan rasakan milikmu, tidak perlu malu lagi " Alexander mengecup cuping telinga Clara.
Wajah Clara tambah memerah mendengar perkataan Alexander, dan kecupan suaminya tersebut membuat jantungnya berdebar. Dia menundukkan kepalanya.
Rasanya dia ingin bersembunyi untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah semerah tomat matang.
Alexander memegang dagu Clara dan mengangkat wajahnya yang malu.
__ADS_1
Alexander tersenyum lebar melihat wajah istrinya tersebut.
" Wajahmu merona sayang " gumam Alexander tersenyum, dengan jahil dia meraba paha Clara dan menjalar ke daerah sensitif Clara yang belum memakai celana.
" Sayangku..." mata Clara terbelalak menatap suaminya yang tengah tersenyum nakal padanya.
" Ah..." Clara memegang tangan Alexander yang mulai mengelus daerah sensitif nya.
Tangan suaminya yang besar terasa menutup daerah intimnya yang terasa lebih kecil dari telapak tangan suaminya.
" Kenapa sayang..." senyum Alexander semakin melebar, entah kenapa dia bisa jahil seperti ini.
Dan ini terasa sangat mengasyikkan baginya, apalagi melihat wajah istrinya yang tambah memerah sangat menggemaskan.
" I.. iya aku mau " akhirnya Clara menyerah, dia meremang merasakan jemari Alexander sudah mulai nakal bermain disana.
Tok.. tok.. tok.
Tiba-tiba pintu kamar toilet ada yang mengetuk.
Ah sial! pikir Alexander kesal, dia lagi tengah asyik menjahili istrinya malah ada yang mengganggu.
Alexander membuka pintu kamar toilet. Tampak Nicolas berdiri didepan pintu.
" Ini baju Nona Clara yang baru Tuan..." Nicolas memberikan paper bag pada Alexander.
Alexander menerima paper bag dengan mimik wajah yang tampak kesal. Lalu menutup pintu dengan sedikit keras.
__ADS_1
Nicolas terkejut, dia terlonjak ditempatnya.
Aku sepertinya datang pada saat yang tidak tepat, pikirnya seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Di dalam kamar toilet Alexander membantu Clara berganti baju.
Dan Clara pun tidak protes sama sekali, dia takut akan dijahili lagi oleh suaminya.
Setelah selesai berganti baju, Alexander kembali membopong Clara membawanya keluar kamar toilet.
Meletakkan istrinya dengan lembut diatas kasur pasien.
Sarapan telah diletakkan Nicolas diatas nakas disebelah tempat tidur pasien.
Alexander membantu istri kecilnya sarapan, sesekali meniup lalu disuapkan pada Clara.
Setelah menyuap istrinya, Alexander kemudian menyendok untuk dirinya sendiri.
Mereka sarapan satu piring dan satu sendok.
Alexander begitu sangat hati-hati dan telaten mengurus istri kecilnya tersebut.
Setelah infus Clara habis, mereka pun meninggalkan Rumah sakit tersebut.
" Kau harus pastikan mengurus dengan rapi wanita tersebut, aku ingin mereka dan keluarga nya merasakan akibat perbuatannya, bersihkan semua " kata Alexander pada Nicolas saat mereka telah dimobil.
" Baik Tuan " Nicolas mengangangguk patuh.
__ADS_1
Bersambung.....