Kau satu-satunya yang berharga

Kau satu-satunya yang berharga
57.


__ADS_3

Clara merasakan seperti ada benda lembab menempel di bibirnya.


Tangannya terangkat ingin menyingkirkan benda tersebut, berlahan setengah tidak sadar tangannya mendorong pergi benda tersebut.


" Sayang..." sebuah suara memanggilnya lembut, suara itu sangat dikenalnya.


Clara berlahan mencoba membuka matanya, karena masih ngantuk matanya berat untuk dibuka.


" Hmmm..." gumamnya menjawab.


" Kau sudah bangun?"


" Belum " jawabnya seraya terus mendorong benda yang tadi mengganggu tidur nya.


" Kenapa kau dorong aku...apakah kau tidak suka?" tanya Alexander merasa sedih karena Clara sepertinya tidak suka diciumnya.


Clara langsung membuka matanya mendengar kata-kata tersebut.


" Sayangku..."


" Iya "


Clara melihat dia sudah berada di tempat tidur, dan sedang dipeluk suaminya.


" Eh..." Clara bingung ternyata sudah sampai di Villa, dia ketiduran.


" Kenapa?" Alexander membelai rambut Clara.


" Aku ketiduran...apakah sudah malam?"


" Belum...apakah kau sudah lapar?"

__ADS_1


" Belum...oh sayangku sudah selesai mandi "


" Iya "


" wangi..." Clara mengendus dada Alexander yang terbuka, menempelkan hidungnya ke kulit dada yang kekar tersebut.


" Aku tadinya berencana mau ikut tidur sebentar dengan sayang...tapi seperti nya sudah tidak bisa lagi "


" Kenapa? kalau capek tidur saja...aku mau mandi " kata Clara tidak peka dengan perkataan Alexander, dia terus mengendus aroma tubuh Alexander.


Dan jangan lupa, tangannya tidak bisa diam. Menjalar membelai kulit dada Alexander, dia menikmati elusan jemarinya.


Berlahan turun merasakan tekstur otot yang liat, dan merasakan kotak-kotak di bagian perut.


" Sayang..." Alexander tanpa sadar mendesah.


" Aku suka...terasa hangat " kata Clara tanpa sadar sudah mulai membangunkan singa yang lagi tidur.


Clara tiba-tiba baru tersadar apa yang telah diperbuatnya.


Wajahnya langsung memerah.


"Belajar dari mana.." Alexander membalikkan badan Clara telentang, dan dia menindih Clara dari atas dengan menyanggah kedua tangan nya agar tubuh Clara tidak sakit.


" A..aku tidak sengaja...mak..maksudnya hanya insting saja, karena aroma suamiku sangat enak dihirup "kata Clara gugup, wajahnya tambah memerah saja.


Alexander terkekeh melihat wajah Clara yang bersemu merah, terlihat sangat menggoda.


Dikecup nya bibir Clara sekilas.


" Mandilah...aku sudah mulai lapar, kita makan malam lebih awal " kata Alexander seraya menyingkir dari atas tubuh Clara.

__ADS_1


Clara bergegas bangkit, dia benar-benar sangat malu. Kelakuan nya sangat memalukan.


Dia pun bingung kenapa bisa seperti wanita yang sudah pengalaman melayani lelaki.


Apakah karena dia sangat mencintai suaminya, sehingga tanpa sadar dengan insting kepemilikan menguasainya.


Sehingga dengan rileks, hati nuraninya bergerak sendiri ingin menikmati yang telah jadi miliknya.


Clara tidak berlama-lama mandi, sepuluh menit kemudian dia pun selesai mandi.


Alexander telah rapi berpakaian, memakai baju kaos dan celana pendek.


Bajunya ternyata telah disediakan oleh suaminya.


Dan membantu nya berpakaian.


Awalnya Clara canggung, tapi karena Alexander bersikeras membantu nya, Clara hanya bisa mengalah.


Mereka pun turun untuk makan malam lebih awal.


" Besok kita kembali pulang ke Kota D...dan akan melihat cincin pernikahan kita " kata Alexander di sela-sela makan malam mereka.


" Oke..bagaimana baiknya saja menurut suamiku " kata Clara mengangguk.


" Aku sudah memesan cincin pernikahan kita, kalau menurut sayang tidak cocok...kita akan ganti dengan desain yang lain "


" Oke "


" Makan yang banyak, tubuhmu masih kurus " Alexander mengambil satu ekor ikan, mengorek durinya lalu memberikan nya pada Clara.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2