
Alexander mempersiapkan persidangan yang akan diselenggarakan esok hari.
Dan surat panggilan dari pengadilan atas nama Melisa Anggraini Putri juga sudah dilayangkan.
Alexander menyewa sekaligus enam pengacara terkenal untuk membuka kembali kasus kematian orang tua Clara.
Mengumpulkan bukti-bukti mengenai rencana pembunuhan Orang tua Clara.
Dan rekaman CCTV yang dulu disabotase, dengan keahlian anak buah Alexander yang salah satu Hacker terkenal, akhirnya bisa ditemukan.
Dan Jhonatan pun dibawa Alexander ke kantor polisi, agar polisi menginterogasi nya sebelum disidangkan.
Alexander juga mengumpulkan beberapa saksi yang akan bersaksi di persidangan.
Sampai menjelang makan malam, urusannya pun telah sempurna dipersiapkan untuk persidangan esok hari.
Alexander pun menghubungi Clara, bahwa dia akan pulang makan malam.
Clara menyambut Alexander dengan pelukan, tentu saja Alexander sangat senang dengan tingkah manja Clara yang memeluk nya.
" Bagaimana kabar mu hari ini sayang....apakah cukup istirahat?" tanya Alexander mengecup kening Clara.
" Iya..bahkan rasanya kepalaku pusing karena terlalu banyak tidur " kata Clara bergelayut manja di lengan Alexander.
Alexander terkekeh mendengar jawaban Clara, di usapnya kepala Clara.
" Baguslah "
" Aku telah buatkan air hangat di bathtub buat suamiku...berendam lah sebentar, agar penatnya hilang " kata Clara seraya mengurut tangan Alexander.
" Baiklah sayang.." Alexander tersenyum melihat Clara mengurut tangan nya, rasanya sangat enak.
__ADS_1
Mereka berjalan bergandengan tangan naik ke kamar.
Alexander pun berendam sesuai dengan saran Clara.
Sementara Clara menyiapkan baju tidur Alexander.
" Sayang...!" terdengar Alexander memanggil Clara dari kamar mandi.
" Ya " jawab Clara seraya bergegas masuk ke kamar mandi.
" Tolong gosok kan punggung ku..." kata Alexander dengan santai, dia terlihat bersandar di bathtub.
" Baik" Clara pun mendekat, setelah dekat tangannya tiba-tiba ditarik Alexander masuk ke dalam bathtub.
" Aaww..." jerit Clara terkejut, dia tercebur ke dalam air.
" Ha..ha...ha " Alexander tertawa terbahak-bahak, dia sangat senang melihat wajah terkejut Clara.
" Mandi lagi ya...temanin aku mandi, aku rindu sama sayang seharian tidak bertemu " goda Alexander memeluk Clara.
Alexander membuka baju Clara dan melemparkan nya asal ke lantai. Lalu pakaian dalamnya, dia buka dan lempar kan ke lantai.
Mereka akhirnya sama-sama polos.
Alexander mengelus dada Clara.
" Sangat indah " kata Alexander menatap dada Clara yang pas ditangan nya.
Pipi Clara bersemu merah, dia menunduk merasa malu.
Alexander mendekatkan Clara kepangkuan nya.
__ADS_1
Dan spontan membuat tubuh Clara membeku.
" Sayangku..." gumamnya, dia merasakan dibawah sana seperti ada yang berdiri.
" Hemm..." gumam Alexander mulai serak, di tariknya tengkuk Clara.
Alexander mencium bibir Clara, lalu berlahan mengulum nya dengan lembut.
Clara tanpa sadar mengeluarkan suara parau nya.
Dia pun berlahan membuka mulut nya, membalas ciuman Alexander.
Tangan Clara mengelus dada Alexander yang bidang, membelai ujung kepala dada Alexander.
" Sayang..." desah Alexander serasa terbang. Dia sangat suka merasakan jemari tangan Clara menyentuh tubuhnya.
Tangannya yang membelai tubuh Clara terasa sangat lembut.
Alexander sudah tidak tahan lagi, Clara sangat menggoda, dia ingin merasakannya.
Tubuhnya sangat mendamba Clara, perasaannya membuncah.
Berlahan dia mengangkat tubuh Clara dan kemudian berlahan-lahan mendudukkannya di pangkuannya.
Clara tersentak merasakan sesuatu memasuki nya, dia meringis menahan sakit.
" Sayangku " suaranya bergetar, menahan nyeri. Dia merasakan penuh dan sesak di bawah sana.
" Ya sayang..." suara Alexander parau, tubuhnya juga bergetar sangat bahagia merasakan Clara, " Apakah masih sakit?" bisiknya di leher Clara.
Clara mengangguk menahan sensasi dibawah sana.
__ADS_1
Bersambung......