
Makan malam kali ini dimeja makan jadi ramai, karena tambah dua orang yang duduk di kursi meja makan.
" Kak...aku tidak menyangka kau jadi orang terkaya, aku sangat terkejut saat mencari alamat mu " kata Cindy di sela-sela makan mereka.
" Ternyata kakak sangat terkenal...dan masih tetap menyendiri sampai sekarang " kata Cindy lagi, dia sesekali menyuap makan anaknya yang tampak kesulitan makan sendiri.
Alexander yang mendengar perkataan Cindy jadi berhenti menyendok nasinya. Di liriknya Clara yang tampak makan dengan santainya.
Alexander mengambil udang, dan mengupas kulitnya.
Kemudian menaruh udang tersebut ke piring Clara.
Clara dengan santai mengambil udang yang dikupas Alexander, dan memakannya.
Cindy terdiam melihat tindakan Alexander tersebut, dia memandang dua Tuan rumah yang duduk didepan nya itu merasa risih.
Alexander terlihat sangat perhatian pada Clara.
Ponakannya kan sudah besar untuk apa harus terlalu diperhatikan seperti itu sih, pikir Cindy merasa kurang setuju dengan tindakan Alexander.
" Clara apakah masih sekolah?" tanya Cindy.
" Sudah tidak lagi Tante...aku sudah lulus dari Universitas " kata Clara.
Alexander mengambil sepotong ikan, mengambil durinya sampai bersih. Lalu menaruh ke piring Clara.
Mata Cindy tidak lepas memandang apa yang dilakukan Alexander tersebut.Dan melihat Clara diam saja dengan tindakan Alexander.
Dia malah santai saja mengambil ikan yang diletakkan Alexander di piringnya tersebut, dan memakannya dengan lahap.
__ADS_1
" wah, cepat juga ya...oh ya memangnya Clara sudah umur berapa?" tanya Cindy penasaran dengan usia Clara.
" Dua puluh tahun Tante..." jawab Clara, lalu meraih gelas jus jeruknya.
Tapi tidak dapat diraihnya karena agak jauh.
Alexander mengambil gelas tersebut dan memberikan nya pada Clara.
" Pelan-pelan minumnya " kata Alexander lembut.
Cindy semakin heran dengan tindakan Alexander yang terlalu memperhatikan Clara.
Ada rasa tidak suka yang tiba-tiba menjalar dihatinya.
Sepanjang makan malam Cindy jadi tidak fokus makan karena melihat Alexander yang terlalu memanjakan Clara.
Mungkin karena ingin punya anak sehingga keponakan nya dia perlakuan seperti itu, pikir Cindy.
Dia teringat terus kejadian diruang keluarga, Alexander duduk dekat sekali pada Clara.
Dan sesekali membelai kepala Clara dengan penuh sayang. Mereka terlihat bukan seperti antara Paman dan Ponakan.
Clara kelihatan tidak terganggu dengan tindakan Alexander tersebut.
Clara ini kelihatannya tidak punya malu, pikir Cindy.
Seharusnya dia tidak membiarkan Alexander memperlakukannya seperti itu.
Tengah malam dia merasa tenggorokan nya sangat kering.
__ADS_1
Cindy bergegas pergi ke dapur Mansion untuk mengambil air minum.
Saat selesai minum dia melihat ada bayangan dilantai atas.
Cindy terkejut, tengah malam begini ternyata masih ada orang yang masih belum tidur.
Dia pun mencoba memperhatikan bayangan siapa tersebut, dia merasa penasaran.
Dan alangkah terkejutnya dia melihat Alexander membopong Clara, membawanya entah pergi ke kamar siapa.
Cindy merasa shock melihat itu, tanpa sadar dia bersandar pada pinggiran meja.
" Nona Cindy...sedang apa tengah malam disini?" sebuah suara terdengar dibelakangnya, membuat dia kembali terkejut.
Dalam hitungan detik, tiga kali dia terkejut.
Cindy menoleh kebelakang, dia melihat Bibi Melinda berdiri tidak jauh dari tempatnya.
" Saya kehausan Bi..saya ambil air minum, maaf kalau saya lancang " ucapnya gugup.
" Apakah anda telah mengambil air minumnya Nona?" tanya Bibi Melinda. Dia merasa tidak berapa suka melihat wanita asing memasuki Mansion mereka.
Apalagi tidak begitu dikenal.
" Iya sudah Bi..." angguk Cindy.
Cindy menebak pasti tadi Bibi Melinda sudah melihat Alexander membopong Clara pergi entah ke kamar siapa.
Saat diperhatikan nya, tidak ada perubahan apa pun dengan ekspresi Bibi Melinda.
__ADS_1
Bibi Melinda terlihat tenang saja.
Bersambung......