Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
10


__ADS_3

Saat ini, empat orang yang baru saja kembali dari kantor polisi kini sedang makan di sebuah restoran bintang 4.


Karin pun menikmati makanannya sambil terus-menerus berbincang dengan Kartika, karena dua orang lain yang bersama-sama dengannya tidak mau berbicara dengannya.


Tetapi tiba-tiba, seorang pelayan restoran datang menghampiri mereka, "Maaf, seseorang ingin bertemu dengan nyonya," ucap pelayan tersebut sambil menatap ke arah Karin hingga membuat Karin mengangkat sebelah alisnya.


"Aku?" Tanya Karin dengan bingung.


"Ya," jawab pelayan tersebut.


"Siapa yang mau bertemu dengan kakak perempuanku?" Tanya Kartika ditutup dengan anggunkan Karin karena dia juga penasaran dengan orang yang mau bertemu dengannya.


"Silakan Nyonya mengikuti saya terlebih dahulu supaya bisa mengetahui siapa yang mau bertemu dengan nyonya," ucap sang pelayan membuat Karin akhirnya berdiri.

__ADS_1


Karin pun menatap ke arah tiga orang yang masih duduk di kursi mereka masing-masing, "Aku akan kembali," ucap Karin segera mengikuti pelayan yang memperlihatkan jalan padanya.


Kartika menatap Karin dengan cemas, "apa aku perlu mengikutinya?" Ucap Kartika yang merasa bahwa tidak mungkin Secara tiba-tiba ada pelayan yang datang memanggil Karin jika tidak ada hal yang penting.


"Tidak usah terlalu banyak mencampuri urusannya, dia sudah punya suami yang bisa menjaganya!" Ucap Deris memperingatkan adiknya hingga membuat Kartika menghela nafas.


"Kakak ini bagaimana? Jelas-jelas kakak tahu kalau dia tidak diperlakukan dengan baik oleh keluarga itu, jadi Kenapa Kakak tidak mau menolongnya?" Tanya Kartika pada kakaknya.


"Biarkan saja, ibu akan memarahimu kalau dia tahu kau berhubungan dengan orang dari keluarga itu!" Tegas Deris kembali fokus pada makanannya.


"Silakan masuk," ucap sang pelayan dengan suara yang begitu sopan hingga membuat Karin mengerutkan keningnya karena merasa aneh dan juga curiga Kenapa ada orang yang ingin bertemu dengannya di tempat bagus seperti itu.


Meski begitu, Karin tetap masuk ke dalam ruang privat, dan perempuan itu menghentikan langkahnya saat ia melihat seorang pria yang merupakan suaminya di masa kini dan pria yang sangat mirip dengan suaminya di masa lalu.

__ADS_1


"Say,," Karin menghentikan ucapannya lalu dia berjalan-jalan mendekati sang pria dan menatap dengan jelas pria di depannya.


Karin memperhatikan pria itu selama beberapa saat mulai dari gaya rambutnya, kulitnya, bahkan sampai menyipitkan matanya memperhatikan pori-pori kulit pria itu.


Terakhir, Karin mengepal kuat tangannya ketika ia mendapati sebuah bekas luka di daun telinga pria itu yang sama persis dengan bekas luka yang dimiliki oleh suaminya yang telah meninggal.


'Bagaimana bisa pria itu juga memiliki bekas luka yang sama dengan yang dimiliki oleh suamiku?' ucap Karin dalam hati.


"Duduklah," kata pria bernama Rasyid yang saat itu memperhatikan istrinya yang tampak terbengong menatapnya.


Saat itulah Karin menganggukkan kepalanya lalu dia akhirnya duduk di kursi kosong yang ada di hadapan suaminya sambil memperhatikan pria di depannya dan saat ini jantungnya benar-benar berdegup amat kencang, berbeda sekali ketika dia bertemu dengan Deris.


"Aku dengar kau masuk ke kantor polisi?" Tanya Rasyid memulai pembicaraan.

__ADS_1


Mendengar suara suaminya yang memang sangat mirip dengan suara suaminya yang dulu, maka Karin merasakan matanya berkaca-kaca dan nafasnya terasa begitu berat karena dia tak menyangka bahwa doanya benar-benar dikabulkan oleh Tuhan.


__ADS_2