
Karin menghempaskan tubuhnya di atas kasur, ia berada dalam perasaan kesal dan lelahnya setelah dia membereskan semua barang-barang yang diacak-acak oleh ibu mertuanya.
Perempuan itu memejamkan matanya selama beberapa saat sampai akhirnya suaminya datang menghampirinya.
"Ayo minum dulu," ucap Rasyid yang saat itu membawa dua gelas jus untuk mereka berdua.
Karin pun segera bangun lalu menghampiri suaminya yang sudah duduk di sofa.
"Apa mau ku pijat?" Tanya Rasyid pada istrinya yang kini duduk di sampingnya.
"Tentu," jawab Karin langsung menghadapkan punggungnya pada suaminya hingga Rasyid pun memijat istrinya dengan lembut.
__ADS_1
Sambil memijat istrinya, Rasyid berkata, "Hari ini Ibu benar-benar keterlaluan, aku sangat emosi melihatnya. Tapi bagaimana bisa perhiasan yang diberikan nenek pada ibu menghilang begitu saja? Mungkinkah di rumah ada pencuri?"
Karin yang mendengarkan ucapan suaminya kini memikirkan masalah tersebut, lalu beberapa saat kemudian Karin berkata, "mungkin saja, tapi aku rasa pelayan tidak akan berani mencuri di rumah utama, aku pikir yang mengambilnya pastilah anggota keluarga Grason. Kalau bukan ayah, maka seharusnya itu adik ipar."
Rasyid menyempitkan matanya menatap punggung istrinya, "Bagaimana bisa kau berpikir seperti itu?" Tanya Rasyid yang mana selama ini tidak pernah ada kasus kehilangan di rumah mereka, apalagi kalau sampai berpikir Diandra atau Tuan grason lah yang mencuri.
"Ini hanya firasatku saja, tapi kita akan mengetahuinya kalau polisi sudah menyelesaikan tugas mereka. Tapi kemungkinan besar di antara dua orang itu, karena Diandra sangat suka berbelanja barang-barang mewah dan uang jajannya dibatasi, sehingga dia mungkin berpikir untuk menjual perhiasan milik ibunya atau mungkin ayah mertua yang menjual perhiasan ibu untuk dihabiskan di bar," ucap karin.
"Jadi kau tidak tahu? Biar ku perlihatkan sesuatu padamu," ucap Karin segera berdiri lalu perempuan itu mengambil ponsel miliknya lalu membuka sebuah aplikasi video.
"Kemarin Aku tak sengaja melihat video ini ketika Aku sedang melihat-lihat video hiburan," ucap Karin memperlihatkan sebuah video pada suaminya yang diambil oleh seseorang di bar.
__ADS_1
Rasyid memperhatikan video itu dan melihat seorang pria yang secara kebetulan lewat di belakang seorang perempuan yang sedang mengambil video yang mana pria tersebut adalah tuan grason.
Maka wajah Rasyid langsung berubah tidak senang, karena dia tak menyangka bahwa ternyata ayahnya pergi ke tempat-tempat seperti itu, padahal selama ini ayahnya adalah orang yang paling tidak senang dengan idenya untuk membuka tempat hiburan seperti itu.
"Ayah benar-benar keterlaluan!" Gerutu Rasyid.
"Ayah pasti merasa penat karena Dia tidak memiliki pekerjaan, jadi Dia menghabiskan waktunya untuk pergi ke sana, sementara selama ini orang yang memegang keuangan adalah ibu. Bahkan Ayah hanya mendapat beberapa uang saku setiap bulan, jadi Bukankah aneh bila Ayah tiba-tiba memiliki banyak uang untuk dihabiskan di bar?" Ucap Karin langsung membuat Rasyid menganggukkan kepalanya.
"Kau benar," ucap Rasyid mengambil jus miliknya lalu pria itu menghabiskannya dengan cepat sebelum dia menatap istrinya.
"Aku harus kembali ke kantor," ucap Rasyid segera berdiri lalu pria itu pergi ke kamar mandi meninggalkan istrinya.
__ADS_1
Karin hanya menghela nafas melihat suaminya, dan dia tahu bahwa pria itu tidak akan pergi ke kantor, melainkan pergi ke bar untuk menemui Ayah mertuanya, tetapi Karin tidak berniat menghentikan suaminya sehingga dia hanya diam saja.