
Bab 6. Kebangkitan Menantu Terhina
"Tapi, Bagaimana bisa kau bersinggungan dengan mereka?" Tanya Kartika penuh rasa penasaran.
"Mereka menuduhku mencuri di rumah mereka. Kau sendiri kenapa kau bisa ada di sini?" Tanya Karin yang penasaran dengan perempuan di depannya.
"Ah,, aku dan saudariku ditangkap karena kami pergi ke clubbing dan kami berdua masih di bawah umur. Tapi sebentar lagi ayahku pasti akan datang dan membawa kami pergi dari sini," ucap Kartika.
"Kenapa kalian pergi ke clubbing padahal kalian belum cukup umur?" Tanya Karin yang merasa kesal pada dua perempuan di depannya, Karena dia sudah pernah menjadi seorang ibu sehingga dia bisa merasakan bagaimana kesedihan orang tua saat melihat anak mereka terjerumus dalam pergaulan yang buruk.
Apalagi, dulunya Karin juga memiliki anak yang seumuran dengan dua remaja di depannya, tetapi sayang sekali putrinya meninggal di usia 17 tahun karena menderita kanker tulang.
"Bagaimana lagi, semua teman-teman kami pergi ke sana, Jadi kami juga harus ikut dong." Ucap Kartika.
"Ah,,, tapi orang tua Kalian pasti sangat sedih mengetahui Putri mereka melakukan kenakalan," ucap Karin.
__ADS_1
"Justru dia tidak peduli, lihat, Kami di sini dari tengah malam sampai saat ini belum juga dijenguk oleh ayah kami. Ayah kami itu selalu sibuk berbisnis, jadi tidak memperdulikan anak-anaknya, ibuku juga sudah meninggal beberapa tahun yang lalu dan aku hanya memiliki seorang kakak yang juga tidak bisa diandalkan!!!" Tegas Kartika.
Karin yang mendengarkan ucapan Kartika kini mengerti mengapa 2 perempuan di depannya membuat masalah, karena mereka kurang kasih sayang dari orang yang ada di dekat mereka sehingga Karin kemudian berkata, "Bagaimana kalau setelah keluar dari tempat ini kita saling berhubungan? Aku bisa menjadi tempat curhat kalian, bahkan menjadi Ibu juga bisa."
"Apa?! Ha ha ha... Kau itu lebih tepatnya menjadi Kakak kami, lihat, kau terlihat seperti berumur 20an tahun, dan aku beserta adikku berumur 18 dan 17 tahun." Ucap Kartika yang merasa lucu bahwa mereka disuruh menganggap garis berusia 20 tahun menjadi Ibu mereka.
"Baiklah, kalau begitu menjadi kakak saja," ucap Karin.
"Baiklah! Tapi seorang kakak harus bisa mentraktir kedua adiknya, lalu apa kau bisa melakukan itu untuk kami?" Tanya Kartika.
"Baiklah, kalau begitu kita akan bertemu nanti," ucap Kartika sambil mengeluarkan sebuah kartu dari sakunya lalu memberikannya pada Karin, "hubungi aku saat kau sudah keluar."
"Ok," jawab Karin dengan singkat sambil menyimpan kartu tersebut ke dalam sakunya, 'perempuan ini berteman dengan siapa saja, Bahkan dia bisa melihat penampilanku yang kumuh, Tetapi dia masih tetap mau berbicara denganku dan berteman denganku, aku jadi merindukan putriku,' ucap Karin dalam hati.
Maka mereka menunggu selama beberapa saat sampai akhirnya tiba-tiba saja seorang pria datang menghampiri sel mereka yang membuat Karin sangat terkejut karena pria itu sangatlah mirip dengan suaminya.
__ADS_1
"Sayang," ucap Karin secara spontan langsung mendekat ke arah sel lalu mengulurkan tangannya menyentuh jas pria itu.
Tetapi sang pria langsung mundur dari Karin sambil memperhatikan Karin dengan seksama, "siapa kau?" Tanya sang pria dengan suara yang tidak senang menatap Karin.
Saat itulah, Karin tersadar bahwa sekarang ini dia berada dalam tubuh orang lain, dan meski saat itu wajahnya masih sama dengan wajahnya ketika dia berada di tubuh lamanya, namun kali ini dia dan suaminya sudah tidak saling mengenal.
"Kakak!!"
"Abang!!!"
Dua perempuan yang bersama-sama dengan Karin di dalam sel kini langsung mendekat ke arah ke arah pria yang ada di depan Karin hingga membuat Karin menoleh pada 2 perempuan itu.
'Jadi pria ini adalah kakak mereka? Kalau begitu, dia bukanlah suamiku, lalu yang ada dalam ingatanku ini apa?' ucap Karin dalam hati yang merasa aneh, karena dia mengingat bahwa suaminya yang berasal dari keluarga grason memiliki wajah yang sangat mirip dengan suaminya, tetapi saat ini di depannya muncul seorang pria yang juga mirip dengan suaminya.
'Tunggu, Apakah di kehidupan ini suamiku juga kembar?' ucap Karin dalam hati yang mengingat bahwa di kehidupan sebelumnya suaminya juga kembar, tetapi kembaran suaminya meninggal ketika umur 17 tahun.
__ADS_1