Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
77


__ADS_3

"Ah dokter!!!" Seru Nyonya Grason yang merasa sangat senang ketika ia melihat kedatangan seorang dokter ke kediaman mereka.


"Apakah terjadi sesuatu?" tanya sang dokter yang merasa begitu panik karena tadi ia mendengar Diandra yang menelponnya sangat panik seperti ada sebuah kecelakaan besar.


"Menantu ku, cepat periksa dia," ucap nyonya grason langsung berlari memperlihatkan jalan pada sang dokter hingga mereka tiba di kamar Rasyid dan Karin.


Begitu memasuki kamar, mereka Langsung melihat Karin yang sudah terbaring di tempat tidur dalam keadaan lemas, sementara Rasyid duduk di samping perempuan itu memegang tangan Karin dan Diandra beserta ayahnya berdiri di sisi yang lain sambil menatap Karin dengan cemas.


"Apa yang terjadi padanya?" tanya dokter sambil meletakkan tasnya di atas meja lalu dia mengeluarkan beberapa peralatan pemeriksaannya.


Sementara Nyonya Grason, ia dengan cepat berkata, "Dia terlihat mual dan juga pucat."


"Mual dan pucat?" dokter memperhatikan wajah Karin selama beberapa saat sebelum pria itu memeriksa Karin dan menggunakan stetoskopnya lalu menanyakan beberapa hal pada Karin.

__ADS_1


Sementara semua orang yang menunggu Karin selesai diperiksa, mereka berada dalam keadaan gugupnya dengan Nyonya Grason yang berharap dia akan mendapatkan sebuah kabar baik.


Benar saja, setelah dokter memasang infus untuk Karin, dokter berbalik menatap semua orang sambil berkata, "biarkan Dia menghabiskan infus ini, nanti sore saya akan datang lagi untuk memeriksanya dan melepaskan infusnya, tetapi sekarang Saya akan mengambil sedikit darahnya untuk diuji laboratorium."


Semua orang di sana terkejut Kenapa darah Karin harus diambil, tetapi tidak ada di antara mereka yang bertanya karena cemas jawaban dokter akan membuat Karin sangat terkejut sehingga kondisi perempuan itu menjadi lebih buruk.


Tetapi ketika dokter sudah keluar, Nyonya grason bersama Tuan grason dan Putri mereka, ketiganya mengikuti dokter lalu bertanya pada dokter, katanya, "Apakah kondisi menantu saya benar-benar baik-baik saja?"


Sang dokter menganggukkan kepalanya sambil mengukir sebuah senyuman di bawah wajahnya, "dia baik-baik saja, dan saya rasa apa yang ia alami adalah gejala kehamilan, itu sebabnya saya mengambil darahnya untuk diperiksa agar kita bisa memastikannya," jawab sang dokter langsung membuat ketiga orang yang ada di sana berada dalam keterkejutan mereka sehingga tak mampu berkata apa-apa.


"ba,, baik dok!!" ucap Nyonya Grason dengan suara yang tak bisa menahan kebahagiaannya.


Diandra pun sangat senang sehingga perempuan itu langsung memeluk ayahnya sambil berkata, "sebentar lagi aku punya ponakan!!!! Berita baik ini harus diberitahukan pada kakek, Ayo cepat telepon Kakek!!!"

__ADS_1


Ayah Diandra yang sedari tadi terdiam akhirnya menganggukan kepalanya lalu pria itu pun pergi bersama putrinya untuk menelpon tuan besar Grason.


Sementara di dalam kamar yang ditempati oleh Karin, Rasyid kini tidur sambil memeluk istrinya dengan tangan pria itu mengelus pipi istrinya.


"Bagaimana perasaanmu?" tanya Rasyid sambil memperhatikan wajah istrinya yang masih agak pucat.


"Aku baik-baik saja, tapi menurutmu aku benar-benar tidak terkena penyakit yang aneh kan?" tanya Karin sambil memperhatikan suaminya.


"Kenapa kau berpikir seperti itu?" tanya Rasyid.


"kalau tidak begitu, kenapa dokter tiba-tiba mengambil darahku? aku pikir dokter mencurigai sesuatu," ucap Karin dengan nada suara yang begitu cemas.


Melihat kecemasan istrinya, maka Rasyid mempererat pelukannya pada istrinya sambil berkata, "tidak, bukankah kita sudah melakukan pemeriksaan dan kesehatanmu sangat baik? Aku pikir dokter hanya melakukan itu untuk mengetes kesehatanmu karena berjaga-jaga saja. jangan khawatir apapun, aku yakin istriku akan berumur panjang!"

__ADS_1


Karin tersenyum, "suamiku juga akan berumur panjang," ucap Karin sebelum dia mendaratkan sebuah ciuman di bibir suaminya.


__ADS_2