
Pada sore hari tepatnya pada pukul 03.00 pm, Karin keluar dari ruangan CEO dan pergi ke dapur untuk membuat minuman bagi suaminya.
Ketika tiba di dapur, ia melihat Anggi dan Dina sedang ada di dapur membuat jus sehingga Karin pun menghampiri dua perempuan itu.
Karin tidak mengatakan apapun karena kedua perempuan di depannya adalah perempuan yang tak perlu dihormati sehingga dia hanya membuat kopi untuk suaminya dan jus untuk dirinya sendiri.
Melihat hal itu, maka Dina mengerutkan keningnya sambil berkata, "Bukankah terakhir kali CEO bilang kalau dia tidak minum kopi? Kenapa kau membuat kopi lagi?"
Pertanyaan itu langsung membuat Karin menatap Dina sambil tersenyum, "beberapa hari yang lalu dan hari ini adalah waktu yang berbeda, jadi selera orang juga bisa berbeda bukan? Tapi aku hanya merasa aneh saja dengan beberapa orang yang seleranya tak pernah berubah, terus saja menyukai pria yang sudah bersuami. Perempuan-perempuan seperti itu enaknya diberi nama apa ya??" Ucap Karin sambil tersenyum penuh provokasi pada dua orang yang ada di hadapannya.
Anggi yang mendengarkan ucapan Karin kini langsung mengerti bahwa dialah yang disinggung karena pikir perempuan itu Dina tidak memiliki perasaan apapun pada Rasyid sehingga dia menatap Karin sambil berkata, "Apakah kau berkata seperti itu karena penampilanku yang tadi kau kritik di ruangan Kak Rasyid?"
__ADS_1
Karin yang selesai membuat kopi kini meletakkan kopinya di atas meja dan mengambil potongan buah semangka dari dalam kulkas sambil berbalik menatap Anggi, "Aku tidak bilang kalau aku menyinggung mu, Tapi kalau kau tersinggung, Bukankah apa yang kukatakan itu benar? Hah,,, sangat memalukan bertemu dengan orang seperti mu, orang yang tidak tahu menempatkan perasaannya pada orang yang tepat! Tapi sebaiknya kau hati-hati, sekali lagi Aku mendapatimu berusaha merayu suamiku maka aku benar-benar tidak bisa tinggal diam dan pekerjaanmu akan terancam!!" Tegas Karin sambil berbalik memblender buah semangka miliknya.
Dina yang mendengarkan ucapan Karin kini tersenyum penuh kemenangan, 'ternyata mudah, kalau begitu aku hanya perlu menjebak Anggi sehingga dia langsung dikeluarkan dari perusahaan ini. Bagaimanapun, Rasyid terlihat mengabulkan apapun permintaan Karin, jadi aku rasa omongan Karin dapat diandalkan' ucap Dina dalam hati.
Sedangkan Anggi yang ada di sana, dia sangat marah pada perempuan di depannya, namun dia yang tidak ingin berdebat karena dia masih punya pekerjaan yang menumpuk, ia akhirnya hanya bisa menghela nafas sebelum dia berjalan untuk pergi dari sana namun dengan sengaja menumpahkan minumannya ke arah tubuh.
Karin yang merasakan bajunya ditumpahi oleh jus kini berbalik menatap Anggi sambil mengambil kopi milik suaminya
Anggi pun terkejut dengan senyuman yang diberikan oleh Karin namun perempuan itu tidak terlalu lama terkejut ketika kopi panas yang ada di tangan Karin langsung di tumpahkan Karin ke pakaian Anggi hingga membuat perempuan itu kalang kabut.
"Ahh! Panas!!" Teriak Anggi sangat terkejut sehingga perempuan itu dengan cepat membuka pakaiannya dan menarik pakaiannya menjauh dari kulitnya agar tidak memperparah luka bakarnya.
__ADS_1
"Ahh, maaf!! Aku benar-benar tidak sengaja," ucap Karin sambil tersenyum penuh kemenangan melihat Anggi yang kini melototkan mata ke arahnya karena terkejut dengan ucapan Karin.
Meski begitu, Anggi tidak berkata apapun lagi dan perempuan itu hanya berlari menuju toilet untuk membasuh kulitnya yang terkena air panas.
Begitu Karin pergi, maka Dina berdiri di tempatnya sambil menutup mulutnya dengan sebelah tangannya karena tak percaya akan ada adegan seperti itu tepat di hadapannya.
Dalam hati, dia sangat ingin bertepuk tangan untuk kemenangan Karin, tetapi Tentu saja dia tidak akan pernah mau melakukannya karena dia sangat membenci Karin.
Sedangkan Karin yang masih memegang gelas kopi suaminya, perempuan itu berbalik menatap Dina yang masih belum berkata apapun, "kau sebaiknya ingat kejadian ini, Aku tidak pernah membiarkan orang yang menyakitiku, apalagi berniat merebut suamiku. Aku hanya memberikan 1 kali kesempatan untuk seseorang, dan kesempatan untukmu telah lewat, Jadi pikirkan dan tanamkan ucapanku hari ini dalam hatimu!!" Tegas Karin sebelum dia berbalik membuka kulkas untuk mendapatkan buah alpukat untuk ia buat jus bagi suaminya.
Sementara Dina yang ada di sana, perempuan itu merasa begitu sesak berada satu ruangan dengan Karin sehingga dia dengan cepat keluar dari dapur dengan pikiran yang sangat kacau.
__ADS_1
'Sial!! Perempuan itu lebih berbahaya daripada seekor ular!!' ucap Dina dalam hati sambil berjalan menuju ruangan nya.