
Terus memeluk suaminya, Karin berusaha menenangkan dirinya sampai akhirnya perempuan itu kini menarik diri dari pelukan suaminya lalu dia mengangkat kepalanya menatap suaminya.
'Benar dugaan ku, benar dugaan ku,' ucap karin dalam hati sambil tersenyum ke arah Rasyid hingga membuat Rasyid merasa heran.
"Aku sudah dengar kalau kau diperlakukan dengan sangat buruk di rumah, Maaf selama ini aku tidak mengetahuinya, aku juga minta maaf karena kau sampai dimasukkan ke penjara oleh orang-orang di rumah. Seandainya aku tidak kembali hari ini, maka aku pasti tidak akan tahu kalau kau sangat menderita," ucap Rasyid langsung membuat karin mengangkat sebelah alisnya menatap pria di depannya.
"Selama ini kau tidak tahu?" Tanya Karin yang merasa bahwa pria itu tidak mengetahuinya.
"Ya," jawab Rasyid sambil mengulurkan tangannya mengelus rambut Karin hingga membuat perasaan Karin menjadi begitu hangat.
'Aku tidak perlu lagi menanyakan sikapnya yang selama ini, karena aku sudah mengetahui alasannya. Yang paling penting sekarang adalah bersamaan kami,' ucap Karin dalam hati sebelum dia menatap Rasid dengan bersungguh-sungguh sambil berkata, "Tidak apa-apa, lagi pula semuanya sudah berakhir. Tapi aku senang, ini adalah pertama kalinya aku bisa memelukmu."
__ADS_1
Rasyid langsung menyipitkan matanya menatap perempuan di depannya yang tampak begitu senang dengan pelukan yang baru saja mereka lakukan, "kau sesenang itu?" Tanya Rasyid.
"Ya, tentu! Tapi apakah ke depannya aku masih boleh mendapat pelukan darimu?" Tanya Karin dengan mata berbinar-binar menatap suaminya berharap masih Ada kesempatan kedua, ketiga dan seterusnya.
"Tentu," jawab Rasyid membuat Karin sangat senang sehingga tanpa aba-aba, perempuan itu kembali lagi memeluk pria di depannya.
Rasyid pun tidak mengatakan apapun, Ia hanya membalas pelukan perempuan itu, pelukan kedua mereka.
Maka setelah cukup lama berpelukan, barulah keduanya kembali duduk di kursi lalu makanan disajikan di meja, saat itu Karin kemudian mengingat bahwa tadi dia sedang makan bersama dengan tiga orang yang juga berada di restoran itu sehingga Karin menatap suaminya sambil berkata, "apakah Kau juga tahu kalau tadi aku makan bersama dengan Deris dan kedua adik perempuannya?"
Setelah berbicara, Karin langsung mengambil sendok dan garpunya lalu dia pun mulai mencicipi makanan yang ada di hadapannya. Sambil makan, Karin bisa merasakan pria di depannya terus menatapnya sehingga membuat Karin akhirnya mengangkat wajahnya.
__ADS_1
Tatapan kedua orang itu bertemu dengan Karin yang merasakan jantungnya seakan melompat dari tempatnya.
"Kenapa kau bisa bersama-sama dengan mereka?" Tanya Rasyid sembari menggerakkan garpu dan pisaunya mengiris daging yang ada di piringnya.
"Ah, kami bertemu di kantor polisi, karena Kartika dan saudaranya juga masuk ke dalam sel yang sama denganku sehingga kami berbincang-bincang," ucap Karin.
Rasyid hanya menganggukkan kepalanya mendengar cerita istrinya hingga membuat Karin tersenyum dengan kelakuan pria di depannya, karena kelakuan pria itu sama persis dengan suaminya yang telah meninggal yang mana suaminya jika langsung terdiam Setelah sebuah percakapan, maka pria itu sedang marah dan sedang berpikir keras tentang apa yang baru saja dibicarakan.
Apalagi saat ini, Karin bisa melihat ada sedikit kerutan di kening pria itu, meski tidak terlalu kentara tetapi Karin dengan jelas bisa melihatnya karena pria itu benar-benar persis dengan suaminya.
Oleh sebab itu, Karin kemudian berkata, "kau sedang memikirkan apa? Kalau kau memikirkan tentang hubunganku dengan Deris dan kedua saudaranya, Kau tidak perlu khawatir, aku hanya mencintai suamiku."
__ADS_1
Ucapan Karin sangat mengejutkan Rasyid karena dia tak menyangka Karin akan berkata seperti itu. Rasyid terdiam beberapa saat menatap perempuan di depannya yang sedang tersenyum padanya sebelum pria itu berkata, "barusan kau bilang apa?"
"Aku bilang aku hanya mencintai suamiku," jawab Karin dengan sebuah senyuman yang begitu indah hingga menghipnotis Rasyid.