Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
41


__ADS_3

Melihat menantunya yang tampak tenang menatap ke arahnya, maka Nyonya Grason menjadi sangat marah sehingga dia berteriak, "kau menantu kurang ajar!! Kau sudah mencuri perhiasan milikku dan mempengaruhi Putraku sehingga Putraku mengusirku dari rumahnya!!"


🪵🪵🪵


Karin yang mendengarkan itu hanya mengangkat segala alisnya menatap Ibu mertuanya sebelum dia menatap suaminya sambil berkata, "sayang, aku rasa ibumu sudah salah paham, dia menuduhku mencuri ketika Aku bahkan tak pernah menginjakkan kaki di kamarnya, bahkan melihat kunci kamarnya saja tidak pernah, tapi sekarang aku dituduh pergi ke kamarnya dan mencuri perhiasannya. Lagi pula seandainya itu benar, Memangnya perhiasan itu mauku apa kan? Kau membelikanku banyak perhiasan di rumah ini dan juga pakaian mewah, itu saja tak cukup untuk ku gunakan semuanya, tapi sekarang aku malah dituduh mencuri?"


Diandra yang mendengarkan ucapan kakak iparnya kini tercengang di tempatnya karena tak menyangka bahwa ternyata semua barang-barang branded itu dibelikan oleh kakaknya.


Padahal dia sendiri ketika beberapa kali meminta kakaknya membelikannya barang, pria itu tak pernah mau membelikannya dan selalu berkata supaya dia menggunakan uang jajannya untuk membeli barang-barang yang ia inginkan. Namun sekarang malah memberikan barang-barang bagus dan mewah untuk seorang perempuan asing yang masuk ke keluarga mereka?!


"Kakak keterlaluan!!" Teriak Diandra pada Rasyid sebelum perempuan itu berlari keluar meninggalkan kamar milik kakaknya.

__ADS_1


Nyonya Grason sempat menoleh ke belakang melihat putrinya yang pergi dengan langkah kesal sebelum dia berbalik menatap putranya, "Pokoknya Ibu tidak mau tahu, perhiasan itu harus ditemukan!! Atau kalau tidak, ibu akan membawa kasus ini ke polisi!!" Tegas Nyonya grason sebelum dia berjalan keluar meninggalkan Rasyid dan istrinya.


Setelah ibunya pergi, maka Rasyid menatap istrinya lalu melihat perempuan itu tampak terkejut dengan apa yang terjadi sehingga dia berkata, "jangan khawatir, nanti aku akan berbicara dengan ibu. Sekarang tunggu di sini sebentar biar aku mendapatkan pakaian untukmu."


Karin mengganggukan kepalanya lalu membiarkan suaminya memasuki ruang ganti karena dia juga malas untuk pergi ke tempat itu Sebab di sana sangat berantakan.


Maka Karin berdiri di tempatnya sambil memperhatikan kamar mereka yang juga begitu berantakan karena diacak-acak oleh ibu mertuanya.


Karin tidak berniat mengambil perhiasan itu, dia hanya duduk saja sampai suaminya kembali menghampirinya lalu pria itu membantunya berpakaian.


Setelah selesai berpakaian, Karin kemudian keluar dari kamar bersama dengan suaminya lalu melihat Nyonya Grason sedang berteleponan dengan seseorang.

__ADS_1


"Benar, kediaman keluarga Grason, tolong datang ke sana dalam 2 jam lagi, saya kehilangan perhiasan saya dan saya butuh bantuan polisi untuk mencari tahu keberadaannya!" Tegas Nyonya grason pada orang diseberang telepon langsung membuat Karin menghela nafas.


'ibu mertua ini benar-benar bodoh, lihat saja siapa yang akan ditangkap, kalau bukan anaknya sendiri mungkin suaminya,' ucap Karin dalam hati yang jelas tahu bahwa para pelayan tidak mungkin mencuri perhiasan Nyonya rumah, kecuali itu adalah orang yang paling dekat dengan Nyonya Grason.


Sementara Rasyid yang berdiri di samping istrinya, pria itu akhirnya melihat ke arah adik perempuannya yang masih berada di apartemen mereka sambil duduk dengan wajah kesal.


"Bawa Ibu pergi dari sini," ucap Rasyid langsung membuat Diandra membuang muka dari kakaknya.


Sementara nyonya grason yang selesai berteleponan, Ia yang mendengar ucapan putranya kini berjalan menghampiri putranya sambil berkata, "bagus sekali kau mengusir kami dari rumahmu, tapi lihat saja setelah polisi mengusut tuntas kasus ini, dan membuktikan bahwa istrimu adalah pencurinya, maka saat itu juga Ibu tidak akan pernah menganggapmu sebagai anak Ibu kalau kau tidak menceraikannya!!"


Setelah berbicara, Nyonya Grason langsung berjalan menuju pintu keluar diikuti oleh Diandra hingga kedua perempuan itu meninggalkan apartemen Rasyid.

__ADS_1


__ADS_2