Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
56


__ADS_3

Nyonya grason Dan teman-temannya yang sedari tadi duduk di kursi mereka kini telah berdiri mengerumuni 3 orang chef yang sedang memasak makan malam untuk mereka.


Mereka semua terfokus pada cara memasak ketiga chef itu, bahkan beberapa di antara mereka sering bertanya tentang beberapa hal yang berkaitan dengan makanan dan juga mereka menggunakan kamera ponsel mereka.


Sementara Nyonya Grason yang kebingungan Bagaimana cara Karin mendapatkan Ketiga orang itu dalam waktu yang sangat singkat, saat ini ia berjalan mendekati menantunya lalu dengan suara yang pelan Dia berkata, "Bagaimana caramu mendatangkan mereka secara bersamaan?"


"Tentu saja menghubungi mereka," jawab Karin sambil melemparkan senyumnya pada ibu mertuanya hingga membuat Nyonya grason tercengang.


Bagaimanapun, ke-3 chef yang diundang oleh Karin adalah chef terkenal dan masakan mereka bahkan terkenal sampai ke kancah internasional dan diundang ke berbagai acara-acara penting.


Tetapi selama ini, belum pernah ada orang yang bisa mengundang ketiga chef itu secara bersamaan, bahkan keluarga mereka pun tak pernah melakukannya.


Jadi tentunya Nyonya grason tidak bisa percaya dengan omong kosong yang diucapkan oleh menantunya sehingga perempuan itu kembali berkata, "jangan mengada-ngada!"


Mendengar ucapan Ibu mertuanya dan melihat juga ekspresi Ibu mertuanya yang tampak tidak senang karena merasa dibohongi, maka Karin pun mengambil ponselnya lalu memperlihatkan ponselnya pada ibu mertuanya.


"Ibu lihatkan aku menghubungi mereka tadi siang," ucap Karin yang belum memberitahu pada ibu mertuanya bahwa Ketiga orang itu bertemu dengannya di tempat yoga dan gym.


"Ini,," Nyonya Grason sangat terkejut, Tetapi dia tidak mengatakan apapun dan hanya kembali melihat ke arah tiga chef yang sedang sibuk memasak.

__ADS_1


Melihat semua orang tampak senang, maka Karin pun merasa bahwa tugasnya di tempat itu telah selesai sehingga Karin segera meninggalkan tempat tersebut dan mengambil tasnya.


"Nyonya muda sudah mau pulang?" Tanya kepala pelayan ketika ia melihat Karin hendak berjalan ke luar rumah.


"Iya, tolong katakan pada ibu mertuaku kalau aku pulang cepat sebab harus menyiapkan makanan untuk suamiku," ucap Karin sebelum dia pergi dari tempat itu meninggalkan kepala pelayan.


Saat duduk dalam mobil, Karin mengambil ponselnya untuk menghubungi suaminya.


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


"Siapa kau dan kenapa kau memegang ponsel suamiku?" Tanya Karin pada perempuan di seberang telepon.


"Ah,, kau sudah lupa suaraku? Oh ya,, Kak Daffa masih sementara mandi, Jadi silakan menelpon nanti saja." Ucap perempuan dari seberang telepon sebelum panggilan telepon itu diakhiri secara sepihak.


Tut tut tut...


Karin yang mendengarkan nada panggilan telepon yang diputuskan kini menggigit bibir bawahnya lalu dia pun segera membuka aplikasi pelacak dalam ponselnya yang pernah ia pasang pada ponsel suaminya.

__ADS_1


Karin menemukan alamat suaminya berada di sebuah hotel sehingga Karin pun menyuruh sang supir untuk segera membawanya ke hotel tempat suaminya berada.


'aku tahu suamiku tidak akan menghianatiku, tapi perempuan ular itu,, dia benar-benar mencari gara-gara denganku!!' ucap Karin dalam hati yang tidak bisa membiarkan seorang pelakor terus menempel pada suaminya, dia harus segera membereskan perempuan itu atau nanti dia akan menyesal.


Maka setelah berada dalam kemarahannya selama beberapa menit, akhirnya mobil berhenti di depan hotel hingga Karin dengan cepat keluar dari mobil dan memasuki hotel.


Menghampiri resepsionis yang bertugas, "Maaf, aku ingin tahu Di mana keberadaan suamiku yang bernama Rasyid Grason," ucap Karin pada sang resepsionis.


Sang resepsionis pun dengan cepat mengecek layar komputernya, namun dia mendapati catatan bahwa keberadaan pria itu harus dirahasiakan sehingga dengan Begitu menyesal resepsionis menatap Karin, "maaf, kami tidak bisa memberitahukan informasi apapun tentang klien kami." Kata sama resepsionis langsung membuat Karin mengerutkan keningnya.


Karin berpikir selama beberapa saat sebelum dia berkata, "kalau begitu berikan informasi tentang perempuan bernama Anggi? Dia menelponku dan bilang dia ada di hotel ini dan menyuruh untuk datang kemari, tapi beberapa saat lalu ketika aku menelponnya, ponselnya sudah tidak aktif lagi."


Resepsionis yang mendengarkan itu kini kembali mengecek pemesanan ruangan atas nama Anggi, namun dia tidak menemukan satupun ruangan serta satupun tempat acara yang dikunjungi oleh perempuan bernama Anggi sehingga sang resepsionis berkata, "Maaf, tidak ada klien bernama Anggi."


"Tidak ada?" Ucap Karin kini merasa bingung.


"Ya, tidak ada," jawab sang resepsionis.


Mendengar ucapan resepsionis hotel, maka Karin pun segera meninggalkan meja resepsionis sambil berjalan ke arah lift, lalu dia berdiri di depan lift dengan mata terpejam dan pikiran yang sibuk.

__ADS_1


'Dimana mereka?' ucap Karin dalam hati.


__ADS_2