Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
17


__ADS_3

Bab 17. Kebangkitan menantu terhina


Rasyid yang ada di dalam kamar kini membuka laci meja rias yang ia tempati menaruh kartu kredit yang ia hadiahkan untuk istrinya.


Pria itu mengambil kartu kredit tersebut, selalu dia mengerutkan keningnya ketika dia baru menyadari bahwa laci tersebut kosong.


Maka Rasyid pun melihat meja rias, dan di atas meja sama sekali tidak ada alat make up hingga pria itu membuka semua laci yang ada di meja rias namun mendapati semua laci yang ada di sana kosong.


Makar Rasyid pun meletakkan kartu kredit di atas meja lalu pergi ke dalam ruang ganti dan membuka lemari pakaian istrinya, namun di sana tidak ada satupun pakaian, bahkan sehelai benang pun tidak ada di dalam lemari-lemari tersebut.


'Kenapa semuanya kosong?' pikir Rasyid dalam hati lalu dia pun membuka tempat perhiasan istrinya yang ada di ruangan tersebut, namun dia juga tidak mendapatkan apapun di sana hingga membuat pria itu semakin bingung.


Maka Rasyid kembali ke kamar dan mengambil kartu kredit yang diletakkan di atas meja rias sebelum dia duduk di tempat tidur menunggu istrinya keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


Setelah agak lama, akhirnya pintu kamar mandi kini dibuka, lalu Karin keluar dari kamar mandi hanya dengan tubuh dililit oleh handuk yang menutupi bagian dadanya sampai pertengahan pahanya.


Saat itu, Rasyid langsung menelan air liurnya menatap istrinya yang ada di depannya, karena Ini pertama kalinya ia melihat istrinya dalam penampilan seperti itu, penampilan saat ini adalah yang paling seksi yang pernah ia lihat.


"Aku baru ingat sesuatu, di kamar ini tidak ada satupun barang milikku, jadi aku tidak punya pakaian," ucap Karin yang bersikap biasa-biasa saja pada suaminya, karena di kehidupan sebelumnya dia sudah biasa terlihat seperti itu di depan suaminya, bahkan tanpa menggunakan sehelai benang pun sudah biasa baginya.


Tetapi berbeda dengan Rasyid yang saat itu merasa tenggorokannya benar-benar tercekat dengan pemandangan di hadapannya.


Meski begitu, Rasyid tetap menganggukkan kepalanya sambil berdiri lalu dia berkata, "ikut denganku."


Rasyid langsung membuka lemarinya lalu ia mendapatkan pakaian miliknya untuk diberikan pada istrinya.


"Pakai ini dulu, aku akan menyuruh pelayan untuk mendapatkan pakaian yang lebih baik untukmu," ucap Rasyid langsung membuat Karin mengambil baju kaos berwarna putih yang diberikan oleh suaminya lalu dia pun segera melepaskan handuknya di depan suaminya hingga membuat Rasyid terkejut dan langsung berbalik memunggungi istrinya.

__ADS_1


Meski begitu, dia telah menangkap gambaran tubuh istrinya tanpa dibalut oleh sehelai benang pun sehingga pria itu mengepal kuat tangannya dan benar-benar tak tahan dengan apa yang terjadi.


Rasyid menahan dirinya selama beberapa saat sebelum pria itu bertanya, "Apakah sudah selesai?"


Karin yang sudah selesai menggunakan pakaian suaminya kini mengerutkan keningnya menatap tingkah suaminya, namun ketika dia mengingat bahwa dia kembali ke masa muda dan belum melakukan malam pertama dengan suaminya, maka Karin tersenyum melihat tingkah suaminya.


"Iya sudah," ucap Karin akhirnya membuat Rasyid merasa lega, lalu dia pun berbalik menatap istrinya.


Karin langsung tersenyum ketika dia melihat wajah suaminya yang tampak memerah karena apa yang baru saja terjadi.


Meski begitu, Karin tidak berniat menggoda pria yang ada di depannya sehingga dia berkata, "kau mau menyuruh pembantu untuk membelikanku pakaian bukan? Suruh dia membelikan dalaman untuk ku karena aku tidak punya apapun di sini."


Wajah Rasyid menjadi semakin memerah mendengar ucapan istrinya karena membayangkan bahwa saat ini tubuh polos istrinya hanya dibungkus menggunakan pakaian miliknya, tetapi pria itu tetap menganggukkan kepalanya lalu dia melihat istrinya berjalan meninggalkannya.

__ADS_1


Baru saja istrinya pergi, maka Rasyid langsung mengulurkan tangannya menutup wajahnya yang terasa begitu panas.


'Kenapa dia seperti itu? Kenapa juga dia bilang kalau sekarang dia tidak memakai dalaman?' gerutu Rasyid dalam hati yang saat ini pikirannya sudah molor kemana-mana.


__ADS_2