Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
15


__ADS_3

Diandra yang merupakan adik Rasyid sedang asyik duduk di ruang keluarga sambil melihat-lihat majalah fashion yang merupakan keluaran terbaru minggu itu.


Tetapi perempuan itu langsung mengabaikan majalahnya ketika dia menyadari seseorang masuk ke dalam rumah sehingga Diandra mengangkat wajahnya dan sangat terkejut mendapati yang datang ternyata adalah kakaknya.


Baru saja Diandra akan berseru, suara perempuan itu langsung tertahan ketika dia melihat kakaknya memasuki rumah sambil merangkul seorang perempuan yang telah menamparnya.


"Kak? Kenapa Kakak membawa perempuan itu kembali ke rumah kita?" Tanyain Diandra dengan rasa tak percayanya menatap kakaknya yang tampak menyipitkan matanya setelah mendengar ucapannya.


Awalnya ketika kakaknya pulang dia akan menagih oleh-oleh dari pria itu, namun sekarang apa yang ia pikirkan itu sudah hilang dari pikirannya.


Sementara Rasyid dan istrinya, Dia tidak meladeni ucapan Diandra, kedua orang itu hanya berjalan ke arah tangga hingga membuat Diandra semakin terkejut.

__ADS_1


"Kak! Kenapa Kakak tidak menjawab ucapanku? Apakah Kakak belum mengetahui yang telah dilakukan oleh perempuan itu sehingga Kakak kembali membawanya ke mari?" Tanya Diandra sambil menyusul dua orang itu menuju lantai atas.


Mendengar ucapan adiknya, maka Rasyid akhirnya menghentikan langkahnya lalu dia menatap istrinya sambil berkata, "tunggu aku di kamar."


Karin menganggukkan kepalanya, "ok," jawab Karin sebelum dia melanjutkan langkahnya menuju lantai atas meski saat itu dia menghentikan langkahnya di balik dinding karena dia ingin menguping pembicaraan suaminya dengan iparnya.


Sementara Diandra yang melihat kakaknya benar-benar bersikap sopan pada Kari , perempuan itu benar-benar tak percaya sehingga dia berkata, "Kakak ini ada apa?"


Rasyid yang saat itu menatap adiknya juga ikut bertanya pada adiknya, "Kau Yang kenapa begitu tidak sopan pada Kakak iparmu?" Tanya Rasyid pada perempuan yang ada di depannya.


Saat itu juga, nyonya grason kini telah tiba di ujung tangga, lalu perempuan itu juga menatap putranya sambil berkata, "apa yang dikatakan adikmu itu benar, istrimu telah mencuri perhiasan milik adikmu dan dia ketahuan sehingga dia mengamuk dan melukai semua orang di rumah ini."

__ADS_1


Rasyid mengerutkan keningnya mendengarkan ucapan adik dan ibunya, dia memang mendengar dari bawahannya tentang apa yang terjadi, Tetapi dia sangat tidak mempercayai bahwa istrinya telah mencuri sesuatu, sebab selama mereka menikah Ia terus melihat istrinya berpakaian seadanya saja, bahkan ketika dia memberikan kartu kepada perempuan itu untuk digunakan berbelanja, istrinya sama sekali tidak menyentuh kartu kreditnya.


Jadi sulit bagi Rasyid untuk mempercayai bahwa istrinya akan mencuri sebuah perhiasan Ketika istrinya adalah seorang perempuan yang hidup tanpa ada satupun perhiasan di tubuhnya.


Oleh sebab itu, Rasyid kemudian berkata, "kita bicarakan masalah ini nanti setelah makan malam selesai."


Setelah berbicara, Rasyid tak menunggu jawaban dari 2 perempuan yang sedang berbicara dengannya, tetapi pria itu langsung saja pergi menyusul istrinya menuju kamar mereka.


Diandra dan ibunya sangat terkejut dengan sikap kakaknya, dan saat itu Diandra masih ingin mencegah kakaknya pergi ketika ibunya melarangnya.


"Tidak perlu, nanti kita bicarakan lagi setelah makan malam, sebentar lagi ayahmu akan pulang," ucap nyonya grason yang jelas tahu bahwa akan sulit bagi mereka untuk berbicara dengan Rasyid, tetapi nanti jika Tuan grason telah kembali, maka akan lebih mudah untuk berbicara dengan Rasyid.

__ADS_1


Meski Diandra tidak mengerti dengan ibunya, tapi perempuan itu tetap mengikuti ucapan ibunya sambil menghela nafas lalu dia kembali turun ke lantai 1 untuk lanjut membaca majalahnya.


😻😻😻 bocoran bab berikutnya akan terbit di YouTube dengan #noveltoraja


__ADS_2