Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
74


__ADS_3

Karin dan suaminya akhirnya memasuki cafe, lalu mereka Langsung melihat Vena melambaikan tangan ke arah mereka.


"Kau hampirilah dia, biar aku pesankan minuman untukmu," ucap Rasyid karena ia melihat sudah ada minuman yang berada di depan Vena.


"Ok," jawab Karin sambil mengganggukan kepalanya hingga kedua orang itu pun berpisah.


Karin langsung pergi ke arah Vena lalu duduk di depan Vena, "ada apa tiba-tiba ingin bertemu?" Tanya Karin sambil melepaskan tasnya lalu meletakkannya di atas meja.


"Aku ingin membicarakan sesuatu, sepertinya aku akan menceraikan suamiku," ucap Vena langsung membuat pupil mata Karin membesar mendengar ucapan perempuan di depannya.


"Kenapa?" Tanya Karin.


"Sepertinya aku kembali mengalami apa yang terjadi di kehidupan sebelumnya. Ketika pemakaman selesai, aku menemukan sebuah lipstik wanita di atas mobilnya, juga beberapa hari yang lalu aku mencium aroma parfum wanita dari pakaiannya. Ini kejadian yang sama persis dengan kejadian di kehidupan sebelumnya Ketika suamiku ternyata berselingkuh dengan seorang perempuan, aku jadi berpikir kalau dia memang selingkuh," ucap Vena sambil menghela nafas dengan panjang.


"Lalu, Apakah kau sudah tahu dengan siapa dia berselingkuh?" Tanya Karin.


Vena menggelengkan kepalanya, "Aku tidak tahu, tapi aku mencurigai sekretaris suamiku, meski begitu aku belum mendapatkan bukti perselingkuhan mereka yang bisa kubawa dalam pengadilan," ucap Vena dengan raut wajah yang sangat terpukul.

__ADS_1


Meski di kehidupan ini ia tidak mencintai suaminya yang saat ini bersama dengannya, Tetapi dia masih berharap pernikahan mereka akan baik-baik saja, namun sekarang sepertinya kepahitan di masa lalu akan kembali lagi ia alami.


"Sebenarnya aku sudah mengetahuinya," ucap Karin sambil mengambil tasnya untuk mendapatkan bukti yang ia simpan di ponselnya.


Sementara Vena yang mendengar ucapan Karin, ia sangat terkejut, "Kau bilang kau sudah mengetahuinya? Apakah yang kau maksud adalah perselingkuhan suamiku dengan sekretarisnya?" Tanya Vena.


Karin menganggukkan kepalanya bersamaan dengan Rasyid yang sudah datang Lalu pria itu duduk di samping istrinya sambil meletakkan dua gelas minuman yang ia bawa.


"Kami berdua sudah mengetahuinya," ucap Karin sambil menggerak-gerakkan jarinya di atas layar ponselnya untuk mendapatkan foto dan video yang telah Ia ambil.


"Jadi,, Kenapa kau tidak mengatakannya lebih awal?" Tanya Vena.


Vena pun mengambil ponsel tersebut dan melihat foto yang ada di galeri ponsel Karin sebelum dia menggesernya dan melihat juga sebuah video yang memperlihatkan kelakuan Fajar dan Serena di rumah duka ketika putranya meninggal.


"Sialan!!" Ucap Vena sambil menggertakan giginya karena dia tidak menyangka bahwa ternyata kedua orang itu menikmati perselingkuhan mereka bahkan ketika mereka berada di rumah duka.


"Gunakan dua bukti itu untuk menuntutnya, dan ambil semua hak-hakmu termasuk hak asuh untuk kedua putrimu!" Ucap Karin.

__ADS_1


Vena menganggukkan kepalanya, "kau benar, aku akan menuntutnya dengan semua bukti-bukti ini. Mereka berdua harus dipenjara juga atas perselingkuhan yang mereka lakukan!!" Ucap Vena dengan tegas sebelum dia mengangkat wajahnya menatap Karin dan Rasyid.


"Terima kasih atas bantuan kalian berdua," ucap Vena.


"Sudah seharusnya kami membantu ibu," ucap Rasyid mengejutkan Vena karena tak menyangka saat ini Rasyid akan memanggilnya sebagai ibu.


Karin pun menganggukkan kepalanya, "ke depannya kalau kau perlu bantuan, langsung katakan pada kami," ucap Karin.


"Ya, sepertinya aku memang ditakdirkan untuk hidup sendirian, tapi untungnya sekarang aku punya dua orang putri yang akan bersama-sama denganku dan juga ada kalian berdua di sisiku," ucap Vena yang kini merasa lebih baik memikirkan kehidupan selanjutnya akan ada orang-orang yang menemaninya dan mendukungnya.


"Kau tidak sendirian, jadi tidak perlu bersedih tentang apapun," ucap Karin.


"Terima kasih banyak," kata Vena sambil menghela nafas dengan lega dan dia merasa begitu senang dengan bantuan dua orang yang ada di hadapannya.


Perempuan itu bahkan tidak memikirkan lagi Bagaimana pandangan orang-orang terhadap nya jika dia kembali bercerai dengan suami keduanya, karena menurutnya yang paling penting adalah kehidupan yang jauh dari hal-hal negatif, apalagi hal negatif seperti menjauhi seorang penghianat seperti suaminya.


Karin pun merasa lega melihat perempuan di depannya tampak lebih baik, tidak seperti di kehidupan sebelumnya yang begitu putus asa ketika tidak bisa mempertahankan pernikahannya.

__ADS_1


Maka Ketiga orang itu terus berbincang-bincang tentang tindakan hukum dan pengacara mana yang tepat untuk Vena ambil agar bisa memenangkan kasusnya dengan keuntungan yang jauh lebih maksimal.


__ADS_2