Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
79


__ADS_3

"Satu, dua!"


"Satu, dua!"


"Satu, dua!"


Karin duduk di belakang Ibu mertuanya sambil mengikuti gerakan Ibu mertuanya yang sedang memberi pengarahan gerakan senam ibu hamil.


Meski saat ini kandungan Karin sudah begitu besar dan membuatnya kesulitan untuk bergerak, tetapi Karin masih semangat untuk melakukan senam bersama ibu mertuanya Sebab Dia tahu senam itu baik untuk kesehatan janinnya .


"Satu, dua!"


"Satu, dua!"

__ADS_1


"Minumlah dulu!!!" tiba-tiba suara Diandra dari belakang langsung membuat Karin menoleh ke arah belakang dan melihat Diandra datang ke arah mereka sambil membawa minuman.


Nyonya Grason menghentikan gerakan mereka lalu perempuan itu ikut berbalik dan melihat Diandra yang semakin mendekat ke arah mereka lalu memberikan mereka masing-masing satu botol air mineral.


"Kalian sudah olahraga satu jam, sekarang waktunya untuk pendinginan lalu masuk ke dalam rumah, sebentar lagi Ibu Vena akan datang." ucap Diandra.


"Baiklah," jawab Nyonya grason sambil mengganggukan kepalanya hingga Diandra pun kembali masuk ke dalam rumah lalu melihat seorang pelayan yang sedang berlari ke depan rumah.


"Kenapa kau berlari?" tanya Diandra sambil mengerutkan keningnya karena dia tidak suka dengan kelakuan pelayan tersebut.


"Kalian sudah datang, masuklah biar para pelayan yang membawa barang-barang itu!!" ucap Diandra yang kini memiliki hubungan yang baik dengan mantan istri ayahnya serta kedua Putri Nyonya Vena.


"Baiklah," ucap Vena sambil mendekati Diandra lalu di mereka berdua pun masuk ke dalam rumah meninggalkan Kartika dan adiknya yang masih tinggal dalam mobil karena sedang memperbaiki penampilan mereka.

__ADS_1


Bagaimanapun kau mah Nyonya grason sangat sensitif melihat penampilan mereka jika acak-acakan, jadi keduanya tidak ingin mendapat ceramah yang panjang dari Nyonya Grason hingga keduanya memastikan penampilan mereka baik-baik saja sebelum memasuki kediaman Nyonya Grason.


Maka setelah selesai memperbaiki penampilan mereka, Kartika dan adiknya segera masuk ke dalam rumah dan saat itu mereka melihat Karin bersama Nyonya grason baru saja masuk lewat pintu samping dan terlihat keduanya memakai pakaian olahraga.


"Kami baru saja selesai olahraga, silakan duduk sebentar," ucap Nyonya grason sebelum dia berjalan ke arah kamar untuk pergi membersihkan diri.


Vena pun hanya menganggukkan kepalanya lalu dia duduk di sofa bersama-sama dengan Diandra dan kedua putrinya. Mereka semua berbincang-bincang ringan menunggu Karin dan nyonya grason kembali menghampiri mereka.


"Kalian membawa begitu banyak barang, Padahal tidak perlu repot-repot membawa barang-barang seperti itu," ucap Diandra yang sebenarnya merasa senang menerima barang-barang itu karena setiap kali Vena datang ke rumah mereka Maka perempuan itu membawa banyak sekali cemilan yang sangat cocok di lidahnya.


"Sama sekali tidak repot, justru aku senang bisa menyiapkan semua itu untuk kalian. Lagi pula tinggal beberapa minggu lagi sebelum Karin melahirkan, dia harus banyak makan makanan yang sehat supaya nanti persalinannya bisa berjalan dengan lancar," ucap Vena.


"Ah iya, Aku tidak sabar melihat anak kembar lahir ke dunia," kata Kartika dengan sebuah senyuman indah terukir di wajahnya.

__ADS_1


"Hm,, aku juga tidak sabar, pasti anaknya akan cantik seperti Karin dan tampan seperti Rasyid," ucap Diandra.


__ADS_2