
Sebelum masuk lapangan, Karin terlebih dahulu berganti pakaian menggunakan sebuah pakaian yang kebetulan ada di mobilnya.
Meski itu bukanlah pakaian olahraga, tetapi yang penting itu nyaman digunakan untuk berolahraga, jadi Karin keluar dari toilet menghampiri Erick yang menunggunya hingga membuat Erik sangat terkejut.
"Kau,," Erik menelan air liurnya sambil membuang muka dari Karin, karena pakaian yang digunakan Karin juga cukup ketat sehingga memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh Karin yang begitu sempurna.
Karin tidak terlalu peduli dengan reaksi Erik, perempuan itu hanya berjalan menenteng tasnya ke arah lapangan hingga ketika Karin tiba di lapangan, Karin juga lumayan terkejut mendapati banyaknya mahasiswa yang telah berkumpul di lapangan.
Erik yang berdiri di samping Karin berkata, "mereka mengumumkan hal ini di dalam grup fakultas, jadi tentu saja ada banyak yang datang kemari, Bahkan aku rasa ada mahasiswa jurusan lain yang datang kemari setelah pengumumannya di share ke forum universitas."
"Oh ya," Karin menjadi agak cemas kalau akan ada banyak video yang beredar dan suaminya mungkin akan melihatnya, tetapi ketika dia berpikir bahwa suaminya bukan tipe orang yang akan melihat video-video tak berguna seperti itu, maka Karin pun dengan percaya diri memasuki lapangan.
Seorang perempuan yang bertugas sebagai komentator kini berdiri sambil menatap ke arah Karin dan dengan tangannya memegang mic, perempuan itu berteriak penuh semangat, katanya, "inilah Dia penantang kita!! Dia adalah perempuan yang berani menentang 10 laki-laki dan 7 perempuan dari fakultas teknik!! Beri suarakan untuk pahlawan wanita kita!!"
"Huuu...!!!"
"Semangat!!"
"Kami mendukung mu!!"
Karin mengerutkan keningnya mendengar ada banyak orang juga yang mendukungnya, tetapi ketika dia melihat ke arah orang-orang yang menyemangatinya, Karin bisa melihat bahwa mereka berasal dari fakultas lain buktinya mereka menggunakan pakaian seragam dari fakultas mereka.
Maka Karin melemparkan senyum ke arah mereka sembari berjalan ke tengah lapangan basket lalu bertemu dengan 17 orang yang telah menunggunya.
"Hei!! Fakultas teknik main keroyokan, sungguh memalukan!!" Tiba-tiba teriak seorang pria yang berasal dari fakultas pertanian langsung menarik perhatian semua orang.
"Fakultas teknik mengeroyok seorang perempuan cantik karena tidak punya kemampuan!!!" Teriak pria itu dengan suara yang begitu lantang langsung membuat semua orang pun bersorak mendukung Karin.
Apalagi para pria, mereka sangat bersemangat karena tak Karin sangat cantik, jadi Karin memang banyak menarik perhatian para kaum Adam.
"Teknik memalukan, zaman sekarang masih saja mengeroyok seorang perempuan!!"
"Satu lawan 17, sungguh memalukan bagi teknik!!"
banyak mahasiswa yang mulai bersorak hingga membuat para mahasiswa dari fakultas teknik merasa begitu malu karena sorakan-sorakan itu memang benar.
Hal itu membuat para pria yang ada di depan Karin kini juga merasa begitu malu untuk menghajar perempuan di depan mereka meski perempuan itu sudah menghajar tiga perempuan dari fakultas mereka.
__ADS_1
"Biar aku saja yang melawannya, satu lawan satu tidak akan mempermalukan teknik bukan?!" Ucap seorang perempuan yang sudah menjadi pelatih taekwondo.
"Ah,, benar juga," kata salah seorang pria dengan raut wajah kecewa karena dia tidak bisa melepaskan perempuan yang telah menghina fakultas mereka.
Tetapi 3 perempuan yang tadi dihajar oleh Karin, mereka bertiga sangat cemas sehingga Hana berkata, "aku pikir Kak Sera tidak akan mampu melawannya, karena--"
"Kau meragukan kemampuanku?!" Bentak Sera sambil melototi Hana hingga membuat Hana akhirnya menggelengkan kepalanya.
"Baiklah, kalau begitu aku tidak ku urus lagi, lagi pula Kak Sera sudah menjadi pelatih taekwondo, jadi perempuan itu tidak ada apa-apanya," ucap Hana meski dalam hati tentu dia yakin kalau Karin akan mengalahkan Sera, Sebab Dia sudah melihat cara Karin membanting mereka hanya seperti membalikkan telapak tangan saja.
Namun Karin yang mendengarkan percakapan semua orang yang ada di hadapannya, dia tersenyum kecut sambil berkata, "satu orang tidak akan mampu melawanku, bahkan jika kalian ada 20 orang aku rasa kalian masih harus berpikir-pikir untuk menantangku!"
"Apa?!" Sera sangat terkejut dengan kesombongan Karin.
"Hah,, kalian sudah menghina adik iparku, jadi Tentu saja aku hendak memberi pelajaran pada kalian!" Ucap Karin sambil berjalan ke arah Sera lalu dia pun dengan cepat menyerang Sera.
Sera sangat terkejut dengan serangan tiba-tiba Karim, Tetapi dia langsung menyingkir ke samping menjauhi Karin.
Semua teman-teman Sera yang ada di sana juga langsung menyingkir karena mereka ingin memberi ruang bagi kedua perempuan itu untuk bertarung.
"Ah,, seorang pelatih menghindar, sungguh sayang," ucap Karin mengejek Sera hingga membuat Sera menggertakan giginya dengan marah.
Tetapi gerakan Sera yang terlalu lambat dengan cepat dibaca oleh Karin sehingga Karin dengan cepat menangkal serangan perempuan itu dan membanting Sera ke belakang.
Buk!
"Woah!!!!!!"
"Kalahkan teknik!!"
"Kalahkan teknik!!"
"Kalahkan teknik!!"
Sorak-sorakan dari semua orang kini begitu bersemangat apalagi orang-orang dari fakultas lain kini bertentangan dan mereka semua pun ikut bersorak untuk Karim hingga membuat semua orang terkejut.
Para anggota fakultas teknik juga tidak bisa bersuara lagi, karena mereka benar-benar malu melihat senior mereka yang sudah menjadi guru taekwondo dibanting dalam satu kali gerakan.
__ADS_1
"Bukankah sudah kubilang kalau kau saja tidak akan cukup untuk menghadapiku? Ini belum pemanasan, jadi cepat berdiri!!" Perintah Karin pada perempuan di depannya hingga membuat Sera akhirnya berdiri.
"Sial,, itu hanya pemanasan saja, lihat Bagaimana seranganku selanjutnya!!" Bentak Sera dengan cepat menyerang Karin, namun saat ini Karin memang ingin bermain-main dengan perempuan itu jadi dia hanya menangkis pelan serangan serah dan melangkahkan kakinya terus mundur dari Sera.
"Dasar bodoh!!" Ucap Sera yang kini merasa di atas angin karena dia pikir kemampuan Karim memang hanya segitu saja hingga perempuan itu terus mundur darinya.
"Kaulah yang bodoh!" Ucap Karin ketika dia melihat jarak mundurnya sudah tepat sehingga dengan satu gerakan tangan ia mendorong dada Sera hingga perempuan itu terpental jauh bahkan sampai keluar dari lapangan.
"Kekuatan itu penuh dengan tenaga dalam, aku takut kau mungkin akan merasakan efeknya sampai satu minggu," ucap Karin sambil menepuk-nepuk tangannya dan menatap ke arah para pria yang tadi meremehkannya, tampak jelas raut wajah mereka terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.
Sementara para mahasiswa yang duduk di kursi penonton, mereka juga sangat terkejut sehingga terjadi keheningan selama beberapa detik sebelum mereka menjadi heboh lagi memberikan semangat bagi Karin.
"Kalahkan teknik!!"
"Kalahkan teknik!!"
"Kalahkan teknik!!"
"Kau!! Sial!!" Seorang pria dari fakultas teknik yang tidak terima diperlakukan begitu buruk oleh Karin, ia berlari ke arah Karin dan langsung menyerang Karin.
Tetapi sayang sekali, hanya dengan 3 kali gerakan Karin berhasil menumbangkan pria itu ke tanah hingga membuat semua pria yang tersisa dengan cepat mengeroyok Karin dengan perasaan marah.
Karin pun hanya dengan santai menghadapi mereka hingga satu persatu dari mereka ditumbangkan oleh Karin lalu Karin berjalan ke arah 6 perempuan yang masih tersisa.
"Kalian mau coba juga?" Tanya Karin.
Ke-6 perempuan itu terutama Hana dan kedua temannya langsung menggelengkan kepala mereka sebelum berlari pergi meninggalkan Karin.
Plok plok plok....
"Tehnik hilang muka!"
"Tehnik hilang muka!"
"Tehnik hilang muka!"
Plok plok plok...
__ADS_1
Tepuk tangan dari semua orang membuat Karim tersenyum sebelum dia meninggalkan lapangan.
'Hanya segitu saja, dasar anak-anak itu,' ucap Karin dalam hati yang merasa sia-sia mengganti pakaiannya karena permainannya tidak menarik.