Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
75


__ADS_3

Setelah meninggalkan kafe, Rasyid dan istrinya langsung pergi ke kediaman utama keluarga grason untuk bertemu dengan tuan grason.


Begitu mobil terparkir di kediaman keluarga grason, Rasyid pun menatap ke arah istrinya dan terkejut mendapati perempuan itu kembali tertidur.


'Kenapa dia jadi sering tidur?' ucap Rasyid dalam hati yang merasa bahwa kegemaran istrinya untuk tidur kini melebihi Putri tidur.


"sayang," ucap Rasyid membangunkan istrinya, tetapi Karin sama sekali tidak bergeming, perempuan itu terus terlelap hingga Rasyid akhirnya turun dari mobil dan menggendong perempuan itu memasuki rumah.


"Kakak!" Ucap Diandra yang baru saja turun dari lantai 2 dan mendapati Rasyid masuk ke rumah sambil menggendong Karin.


"Ada apa ini?" Nyonya GrasonYang keluar dari dapur juga bertanya karena dia terkejut melihat Karin digendong oleh Rasyid.


"Dia hanya ketiduran di mobil," jawab Rasyid sambil meninggalkan kedua perempuan itu untuk membaringkan Karin di tempat tidur.


Diandra dan nyonya grason pun merasa lega setelah mendengarkan ucapan Rasyid hingga keduanya kembali melanjutkan aktivitas mereka pada malam hari itu.

__ADS_1


Sementara Rasyid yang selesai menyelimuti istrinya, pria itu menoleh ke arah pintu saat ia mendengar suara ketukan pintu.


Tok tok tok...


Rasyid pun berjalan ke arah pintu lalu membuka pintu dan mendapati seorang pelayan berdiri di depan pintu kamarnya.


"Tuan meminta bertemu dengan Anda dan nyonya muda," ucap sang pelayan.


"Di mana ayahku?" Tanya Rasyid.


"Ada di perpustakaan," jawab sang pelayan langsung membuat Rasyid menutup pintu kamarnya lalu dia pun pergi ke perpustakaan.


Maka Rasyid berjalan menghampiri ayahnya dan duduk di depan ayahnya sambil menunggu pria di depannya berbicara.


"Di mana istrimu?" Tanya Tuan Grason.

__ADS_1


"Dia sedang tidur, tapi apa yang mau Ayah bicarakan?" Tanya Rasyid.


"Aku dengar kau pergi ke pemakaman Deris, dan beberapa waktu terakhir istrimu sering-sering bertemu dengan Vena, Apakah kalian menjadi dekat satu sama lain?" Tanya Tuan Grason.


"Aku dan istriku dekat dengan ibu kandungku, Jadi apa masalahnya?" Tanya balik Rasyid.


"Ayah hanya mau mengingatkanmu saja kalau kau adalah bagian dari keluarga grason dan tidak akan pernah menjadi bagian dari keluarga perempuan itu!!! Apa kau mengerti?!" Tanya Tuan Grason Yang merasa cemas bahwa suatu saat nanti Rasyid mungkin berubah pikiran dan pergi bersama ibunya, sementara Dia tidak memiliki seorang Putra untuk meneruskan posisinya sebagai kepala keluarga grason Kalau pria itu pergi meninggalkannya.


"Ayah Tenang saja, aku bisa memposisikan diriku dengan baik, Apakah masih ada yang perlu Ayah bicarakan?" Tanya Rasyid.


"Ayah hanya ingin mengingatkan masalah itu!! Tapi yang paling penting adalah kau harus segera memiliki seorang anak!! Apa kau mengerti?!" Tegas tuan grason.


"Jadi maksud Ayah, Ayah sudah merestui hubunganku dengan istriku?" Tanya Rasyid dengan mata yang penuh semangat.


Tuan Grason menghela nafas dengan panjang, "Memangnya apa lagi yang bisa Ayah lakukan?! Mulai sekarang jaga istrimu dengan baik dan pastikan kalian memberiku seorang cucu!!" Tegas Tuan grasan langsung membuat Rasyid mengukir sebuah senyuman tipis di wajahnya.

__ADS_1


Senyuman tersebut membuat kening Tuan grason berkerut karena dia tak menyangka kalau putranya akan tersenyum hanya karena dia merestui hubungan pria itu dengan Karin.


"Kalau begitu aku pergi sekarang," ucap Rasyid sebelum dia berdiri lalu keluar dari ruang perpustakaan untuk kembali menghampiri istrinya.


__ADS_2