
Bab 16. Kebangkitan menantu terhina
"Tidak perlu, nanti kita bicarakan lagi setelah makan malam, sebentar lagi ayahmu akan pulang," ucap nyonya grason.
Meski Diandra tidak mengerti kau masih tapi perempuan itu tetap mengikuti ucapan ibunya sambil menghela nafas lalu dia kembali turun ke lantai 1 untuk lanjut membaca majalahnya.
🌾🌾🌾
Sambil duduk memegang majalahnya, Diandra menatap ibunya, "Bu, pokoknya aku tidak mau kalau perempuan itu masih bersama-sama dengan kakak, dia adalah perempuan yang tidak tahu malu dan akan mempermalukan keluarga kita!!" Tegas Diandra pada ibunya.
__ADS_1
"Ibu juga tidak mau kalau dia masih terus berada di sisi kakakmu, Oleh sebab itu kita harus memanfaatkan kesempatan ini untuk menyingkirkan perempuan itu dari keluarga ini. Bisa-bisanya perempuan seperti dia mau menjadi menantu keluarga kita, sama sekali tidak pantas!!" Gerutu nyonya grason yang sebenarnya merasa sangat kesal karena tepat ketika mereka berhasil menyingkirkan Karin dari keluarga mereka, tiba-tiba saja Putra mereka kembali.
"Hah,,, kalau sampai kita tidak berhasil mengusir perempuan itu dari rumah ini, maka dia akan bebas lagi berkeliaran di rumah ini karena Kak Rasyid tidak akan membiarkan kita menempatkannya di kamar pembantu." Gerutu Diandra yang mana selama ini sebenarnya Karin tidur bersama-sama dengan Rasyid, tapi mereka mengusir perempuan itu ke kamar pembantu.
"Makanya nanti ibu akan berbicara dengan ayahmu supaya dia tidak memberikan sedikit celah bagi Rasyid untuk membela istrinya." Ucap nyonya grason.
"Benar, Pokoknya Ibu harus berbicara dengan Ayah. Tapi aku merasa aneh, selama ini Kak Rasyid tidak pernah memperhatikan istrinya, tapi kenapa tiba-tiba saja sekarang kembali dan bahkan merangkul perempuan itu?" Ucap Diandra yang merasa begitu heran, sebab selama ini dua orang itu seperti bukan sepasang suami istri Karena Mereka terlihat tak pernah berbicara satu sama lain.
Melihat ibunya yang kebingungan, maka Diandra juga merasa sangat bingung hingga kedua perempuan itu terdiam dalam pikiran mereka masing-masing.
__ADS_1
Sementara di lantai 2, saat ini Karin dan suaminya telah memasuki kamar, lalu Karin kemudian menatap kamar tempat ia berada.
Di sana ada sebuah meja rias yang disiapkan untuk nya, tetapi di meja rias itu tak ada satupun alat make up di sana, hingga membuat Karin menghela nafas.
"Kau mandilah lebih dulu," ucap Rasyid langsung membuat Karin menganggukkan kepalanya hingga perempuan itu segera memasuki kamar mandi.
Begitu tiba di kamar mandi, Karin memperhatikan seluruh peralatan yang ada di kamar mandi tersebut, semuanya ialah peralatan laki-laki.
'kalau di rumahku yang dulu, barang-barangku di kamar mandi jauh lebih banyak daripada suamiku, tetapi saat ini tidak ada satupun yang ada di sini. Entah bagaimana Karin yang lama menjalani hidupnya, dan entah bagaimana juga aku bisa menggantikan perempuan itu berada dalam tubuhnya. Lalu nanti, Apakah aku akan meninggalkan tubuh ini dan Karin yang lama akan kembali menempatinya atau bagaimana?' ucap Karin dalam hati sambil menatap dirinya di cermin.
__ADS_1
Wajah yang ia lihat saat ini memanglah wajahnya, wajahnya ketika dia masih muda, tetapi yang membuatnya bingung ialah bahwa dulunya tubuh itu digunakan oleh sebuah jiwa yang lain yang tentunya bukan dirinya.
Meski begitu, Karin tetap mengukir sebuah senyuman di wajahnya, "tidak apa-apa, kalau 1 detik lagi aku akan meninggalkan tubuh ini dan pemilik aslinya kembali, maka aku sudah senang karena bisa kembali menemui suamiku yang tampan," ucap Karin sebelum dia melepaskan seluruh pakaiannya dan segera mengguyur tubuhnya dengan shower.