Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
34


__ADS_3

Rasyid langsung menghela nafas dengan berat sambil menatap Dina, "Apakah benar-benar kau yang mengerjakan berkas ini atau kamu menyuruh seseorang?" Tanya Rasyid yang jelas tahu bahwa kinerja Dina tidak mungkin sampai berantakan seperti itu.


🌾🌾🌾


Dina langsung menelan air liurnya yang terasa begitu kelu setelah mendengarkan ucapan Karin dan juga Rasyid karena dia tak menyangka bahwa ternyata ada banyak kesalahan pada berkas itu.


Setelah berpikir, Dina kemudian berkata, "Itu, maafkan saya, Jadi sebenarnya itu dikerjakan oleh sekretaris Meys dan--"


"Apa?! Jadi kau memberikan pekerjaanmu pada orang lain?!! Bukankah sudah berkali-kali ku katakan padamu, meski kau memberikan pekerjaanmu pada orang lain, kau tidak boleh ketahuan olehku?!!" Bentak Rasyid Yang tak habis pikir dengan perempuan di depannya, padahal segala sesuatu yang hendak ia tuliskan pada berkas itu sudah ia diktekan dengan jelas padanya, tetapi sekarang situasinya menjadi begitu buruk karena ulah Dina yang tidak profesional dalam pekerjaannya.


Dengan tubuh gemetar, Dina kemudian berkata, "Maafkan saya, lain kali saya pasti akan--"


"Keluar!!" Sela Rasyid yang sangat marah pada perempuan yang ada di hadapannya.


Tubuh Dina menjadi sangat lemas mendengar bentakan dari Rasyid, tetapi perempuan itu tidak menunggu lebih lama lagi dan dia hanya segera berbalik meninggalkan Rasyid dan istrinya lalu keluar dari ruangan 2 orang itu.

__ADS_1


Karin yang melihat kepergian Dina hanya bisa menghela nafas sambil melihat ke arah suaminya yang tampak sangat marah dengan apa yang baru saja terjadi.


"Tensimu bisa naik kalau kau sangat marah seperti itu, Bagaimana kalau aku membantumu mengerjakan berkas ini?" Ucap Karin pada suaminya langsung membuat Rasyid mengerutkan keningnya.


Istrinya yang lulusan SMP akan membantunya dalam pekerjaannya yang seharusnya dilakukan oleh orang-orang profesional?


Namun ketika Rasyid merasa tidak percaya istrinya bisa melakukannya, dia kembali teringat Bagaimana istrinya menganalisa berkas yang ia baca, benar-benar baik dan sangat masuk akal sehingga mau tak mau Rasyid menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, tapi jangan bekerja terlalu lelah. Pergi ruangan Dina dan minta semua berkas-berkas yang berhubungan dengan proyek tersebut." Ucap Rasyid pada istrinya langsung dijawab anggukan Karin hingga Karin kemudian keluar dari ruangan suaminya untuk bertemu dengan Dina.


'Aku yakin perempuan ini sebenarnya merencanakan sesuatu untuk merebut suamiku. Tetapi di kehidupanku sebelumnya, tidak ada satupun perempuan yang berusaha merebut suamiku kecuali perempuan yang datang dari luar negeri, tetapi saat ini tidak ada seseorang yang sama dengan perempuan itu.' ucap Karin dalam hati sambil mengulurkan tangannya mengetuk pintu ruangan Dina.


Tok tok tok.


Dina yang berada dalam ruangannya langsung melihat ke arah sumber suara dan dia segera melemparkan kertas-kertas yang ia robek ke dalam tempat sampah sebelum dia pergi membukakan pintu untuk Karin.

__ADS_1


"Ada yang bisa saya bantu nyonya?" Tanya Dina dengan suara yang berusaha menahan amarahnya hingga membuat Karin tersenyum dengan tingkah perempuan di hadapannya.


"Aku kemari untuk mendapatkan semua berkas-berkas yang berhubungan dengan proyek pembangunan pusat perbelanjaan di jalan xx," ucap Karin langsung membuat Dina mengerutkan keningnya karena tak menyangka bahwa tugasnya akan diambil alih oleh istri dari ceo-nya.


Meski begitu, Dina tetap berkata, "Baiklah, tunggu sebentar."


Setelah berbicara, Dina berjalan ke arah sebuah lemari lalu mengambil beberapa berkas dari dalam lemari dengan perasaan yang begitu kesal.


Setelah mengambil berkasnya, Dina hendak menyerahkan semua berkas itu pada Karin ketika tiba-tiba saja dia teringat sesuatu sehingga Dina pun melepaskan beberapa berkas penting dari tumpukan berkas itu sebelum dia menyerahkannya pada Karin.


"Ini semua berkas-berkasnya," ucap Dina membuat Karin mengangguk sambil mengambil berkas-berkas dari tangan Dina.


"Terima kasih," kata Karin sebelum dia berbalik meninggalkan ruangan Dina untuk kembali ke ruangan suaminya.


Dina berdiri di tempatnya Sambil memandangi punggung Karin yang menjauh darinya, 'lihat saja, kau akan mengerjakannya lebih buruk daripada pekerjaanku dan saat itu juga aku akan menjadi orang yang tertawa terbahak-bahak melihat kekonyolanmu!!' ucap Dina dalam hati sambil tersenyum mengejek.

__ADS_1


__ADS_2