
Bab 21. Kebangkitan menantu terhina
Setelah Karin selesai berganti pakaian, maka perempuan itu bersama suaminya kemudian turun ke meja makan dan melihat semua orang sudah menunggu di meja makan.
Diandra mengerutkan keningnya menatap Karin karena dia tak menyangka bahwa perempuan itu ternyata tak mau menggunakan pakaian bekasnya hingga membuat Diandra mencibir dalam hati, 'Memangnya dia pikir dia siapa? Sok-sok Tidak mau menggunakan pakaian bekas ku, padahal pakaian bekas pembantu di rumah ini saja sudah terlalu layak untuk diberikan padanya!'
Sementara tuan dan nyonya grason, keduanya tampak sangat tidak senang melihat Karin, tetapi mereka tetap bersikap tenang lalu makan malam pun dimulai.
Ini adalah pertama kalinya Karin bergabung di meja makan, karena sejak dulu ketika dia dan suaminya menikah, dia tak pernah bergabung di meja makan karena dilarang oleh semua orang.
Sementara Rasyid, dia berpikir bahwa istrinya tidak makan di meja makan karena istrinya sendiri yang tidak mau, Oleh sebab itu selama ini tidak ada satupun yang memperdulikan Karin.
__ADS_1
Setelah beberapa saat mereka makan bersama, Karin kemudian menatap suaminya, "Sayang, bantu aku ambil ikannya," ucap Karin hingga membuat Rasyid dengan cepat mendapatkan 1 potongan ikan ke piring istrinya.
Tiga orang yang ada di meja makan langsung tercengang dan lihat Rasid yang mengambilkan makanan untuk istrinya karena mereka tak menyangka bahwa Rasyid akan diperintah-perintah oleh istrinya.
Tuan Grason yang tadi ketika kembali ke rumah dan diceritakan segala sesuatu yang terjadi oleh istrinya, Ia juga tak percaya dengan apa yang diceritakan oleh istrinya, namun ketika sekarang dia melihat kelakuan putranya, maka pria itu menjadi sangat marah.
Tuan Grason tidak bisa menunggu sampai makan malam selesai, pria itu dengan cepat hilang kabar sehingga dia mengepal kuat tangannya sebelum memukul meja makan dengan keras.
Brak!
"Bagaimana bisa kalian makan dengan begitu lahap ketika kita makan bersama dengan perempuan yang sudah membuat keributan di rumah ini?! Apakah keluarga ini begitu mudah untuk dipermainkan oleh orang luar, terutama seseorang yang berasal dari desa?!!" Bentak tuan Grason pada semua orang dengan raut wajah yang begitu marah menatap ke arah Karin.
__ADS_1
Karin yang ditatap oleh Tuan grason kini mengalihkan pandangannya pada suaminya dan melihat wajah suaminya juga tidak tenang.
"Apa maksud Ayah berkata seperti itu?!" Tanya Rasyid pada ayahnya sambil menahan amarah dalam hatinya.
Tuan Grason menatap putranya dengan tatapan tajamnya yang penuh amarah, "Apa?! Kau tidak mengerti?! Perempuan yang ada di sampingmu itu, bagaimana bisa kau membawanya kemari?!! Bagaimana bisa kita makan bersama dengan perempuan yang telah menampar ibu dan adikmu dan juga telah membantingku? Seorang pencuri yang bersembunyi di rumah ini sebagai menantu keluarga ini, dia menginjak-injak martabat keluarga kita dan berpikir bahwa dirinya adalah orang yang patut dihormati di sini!! Perempuan busuk yang berasal dari desa yang masuk ke rumah ini hanya karena belas kasih--"
"Ayah!" Rasyid menyela ucapan ayahnya, "Bagaimana bisa Ayah berkata seperti itu?!! Dia adalah istriku, Jadi kalau ayah menghinanya, itu sama saja Ayah menghinaku sebagai suaminya!!" Tegas Rasyid yang tak menyangka bahwa makan malam mereka hari itu akan berakhir kacau.
"Kau masih berani membelanya?! Kukatakan padamu sekarang juga, usir perempuan itu dari rumah ini atau sesuatu yang tidak baik akan terjadi di dalam rumah ini!!!" Tegas Tuan grason Mengambil buku tebal yang telah Ia ambil dari perpustakaan.
Lalu Tuan Grason pun berdiri menatap Rasyid dan Karin yang masih sementara duduk di kursi mereka.
__ADS_1
Saat itu, Nyonya grason dan putrinya juga kini telah berdiri lalu mereka menyingkir ke samping karena keduanya takut dua orang yang sedang berdebat di sana mungkin tidak bisa menahan amarah mereka.
Suasana menjadi sangat tegang.