Kebangkitan Menantu Terhina

Kebangkitan Menantu Terhina
83


__ADS_3

Karin dengan hati-hati membaringkan Glenn Di dalam box bayi sebelum perempuan itu menyelimuti Glenn dengan selimut milik putranya. 


Baru saja selesai menyelimuti putranya, tiba-tiba dari belakang seorang pria memeluknya dengan lembut dan mendaratkan sebuah ciuman di pipinya. 


"Aku mencintaimu sayang," kata Gerald langsung membuat Karin mengukir sebuah senyuman indah di wajahnya.


"Aku juga mencintaimu sayangku," ucap Karin sambil mengulurkan tangannya menyentuh pipi suaminya dengan lembut. 


"Aku rasa sekarang keluarga kita adalah keluarga yang paling bahagia di dunia ini, meski saat ini Helen masih berada di ruang perawatan, tapi aku baru saja berbicara dengan dokter dan dia bilang keadaan Helen sudah semakin membaik. Kita juga sudah bisa melihatnya hari ini meski hanya bisa memandangnya dari jauh, Apa kau mau pergi melihatnya sekarang?" Tanya Rasyid. 


Karin dengan cepat menganggukkan kepalanya, "Aku mau, tapi siapa yang akan menjaga Glen di sini?" Tanya Karin yang tidak tega meninggalkan putranya sendirian di dalam kamar inap mereka. 

__ADS_1


"Ibu bilang dia akan datang sebentar lagi bersama dengan Kartika, jadi biar ibu yang menjaganya di sini saat kita pergi melihat Helen," ucap Rasyid sebelum dia menutup kata-katanya dengan ciuman di bibir istrinya. 


Karin pun dengan cepat membalikkan badannya membalas ciuman suaminya dan memeluk leher pria itu dengan erat. 


Menyadari kekuatan yang digunakan oleh istrinya untuk memeluknya, maka Rasyid pun dengan cepat menghentikan ciuman mereka sambil berkata, "hati-hati dengan gerakanmu, luka operasinya bisa terbuka."


"Ah,, Maafkan Aku. Tapi aku tidak merasa sakit di bagian operasinya, dan juga Dokter bilang aku harus sering-sering bergerak supaya mempercepat kesembuhan lukanya," ucap Karin. 


"Aku tahu, tapi kau tidak perlu mengambil banyak tenaga," kata Rasyid sambil merangkul istrinya menuju sofa hingga mereka berdua duduk di sana dengan Rasyid yang cepat-cepat memeriksa luka istrinya untuk memastikan baik-baik saja. 


Mendengar ucapan istrinya, maka Rasyid pun mengangkat kepalanya menatap istrinya sambil berkata, "kau ini bicara aneh-aneh saja. Bagaimana bisa kau mengatakan kau melalui dua kehidupan bersama-sama denganku?"

__ADS_1


Karin tertawa kecil mendengar ucapan suaminya sambil memeluk suaminya dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Rasyid, "Apa kau akan percaya kalau aku menceritakan sesuatu padamu?" Tanya Karin. 


"Aku akan percaya segala sesuatu yang dikatakan oleh istriku," ucap Rasyid sembari mendaratkan sebuah ciuman di puncak kepala istrinya hingga Karin pun mendongak menatap suaminya.


"Kalau begitu aku akan menceritakan sesuatu yang mungkin akan sulit untuk kau percayai. Ini tentang kehidupanku sebelumnya sebelum aku datang ke kehidupan ini," kata Karin langsung membuat Rasyid mengangkat sebelah alisnya. 


"Kalau begitu, Coba ceritakan padaku," ucap Rasyid yang penasaran mendengar cerita istrinya meski dalam hatinya dia memang kesulitan untuk mempercayai apa yang dikatakan oleh istrinya. 


"Di kehidupan sebelum ku aku juga menikah dengan seorang pria, namanya Rasyid dan dia memiliki wajah yang sangat mirip denganmu. Seleranya bahkan sama, bahkan apartemen tempat tinggalnya dengan apartemen tempat tinggal kita sekarang sangatlah mirip. Dari perabotan sampai desainnya, bahkan pemilihan warna juga sama. Bahkan kelakuannya, cara berbicaranya, dan segala sesuatu tentangnya tidak berbeda darimu." Ucap Karin dengan tatapan hangat menatap Rasyid sehingga Rasyid pun tak tahan untuk memotong cerita istrinya.


"Apa maksudmu ada seseorang yang mengikuti gayaku di kehidupan sebelumnya dan pria itu menjadi suamimu? Apa dia melakukan operasi plastik sampai-sampai wajahnya sangat mirip denganku?" Tanya Rasyid yang kini menjadi cemburu setelah mendengar istrinya menceritakan seorang pria lain yang menjadi suami istrinya. 

__ADS_1


"He he,," Karin tertawa kecil, "Aku sedang menceritakan kehidupan sebelum kita, Jadi kalau ada yang mengikuti seseorang maka kaulah Yang mengikutinya!" Tegas Karin. 


"Apa maksudmu berkata seperti itu?! Selama aku hidup, aku tidak pernah meniru gaya orang lain karena orang-orang lah yang meniru gayaku!" Tegas Rasyid kembali membuat Karin tertawa. 


__ADS_2